<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Soekarno online</title>
	<atom:link href="/id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://soekarno.net/id/</link>
	<description>Digital Library Presiden Pertama Indonesia</description>
	<lastbuilddate>Fri, 04 Jan 2013 15:30:41 +0000</lastbuilddate>
	<language>id</language>
	<sy:updateperiod>hourly</sy:updateperiod>
	<sy:updatefrequency>1</sy:updatefrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Pidato Spektakuler Presiden Soekarno</title>
		<link>https://soekarno.net/id/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 14:07:21 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=243-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia Pidato Spektakuler Presiden Soekarno Semarang 29 Juli 1956 “Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai keinginan untuk bekerja, perlu pula mempunjai &quot;imagination&quot;,: &quot;Imajinasi&quot; Hebat, Saudara-saudara!!!” Inilah pidato Bung Karno di Semarang [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><strong><span style="font-size: large;">Pidato Spektakuler Presiden Soekarno</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: large;">Semarang 29 Juli 1956</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;">Mereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besar, ingin mendjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara!!!”</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;"><span id="more-243"></span>Inilah pidato Bung Karno di Semarang 29 Juli 1956 yang spektakuler itu.<br />
Di pidato penting ini Bung Karno menekankan bagaimana cara, agar Indonesia menjadi bangsa yang berpikir besar, punya impian-impian dan fantasi besar, tidak kalah dari Amerika. Wajarlah bila Bung Karno begitu dikagumi oleh bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia. Selamat membaca.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;">Saudara-saudara,</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Djuga sadja pernah tjeritakan dinegara-negara Barat itu hal artinja manusia, Hal massa artinja, massa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Bahwa dunia ini dihidupi oleh manusia. Bahwa manusia didunia ini, Saudara-saudara, &quot;Basically&quot; - pada dasar dan hakekatnja - adalah sama; tidak beda satu sama lain. Dan oleh karena itu manusia inilah jang harus diperhatikan. Bahwa massa inilah achirnja penentu sedjarah, &quot;Para Pembuat Sejarah&quot;. Bahwa massa inilah yang tak bisa diabaikan ~ dan bukan sadja massa jang hidup di Amerika, Patau Kanada, atau Italia, atau Djerman, atau Swiss, tetapi massa diseluruh dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Sebagai tadi saja katakan: Bahwa &quot;Dunia Kesejahteraan&quot;, &quot;Dunia Emansipasi&quot;, &quot;Perdamaian Dunia&quot;, jaitu kekajaan, kesedjahteraan haruslah kekajaan dunia : bahwa emansipasi adalah harus emansipasi dunia; bahwa persaudaraan haruslah persaudaraan dunia ; bahwa perdamaian haruslah perdamaian dunia ; bahwa damai adalah harus perdamaian dunia, berdasarkan atas kekuatan massa ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Itu saja gambarkan, saja gambarkan dengan seterang-terangnja. Saja datang di Amerika,- terutama sekali di Amerika - Djerman dan lain-lain dengan membawa rombongan. Rombongan inipun selalu saja katakan : Lihat, lihat , lihat, lihat!! Aku yang diberi kewajiban dan tugas untuk begini : LLihat lihat, llihat! – Aku membuat pidato-pidato, Aku membuat press-wawancara, aku memberi penerangan-penerangan; aku yang berbuat, “Ini lho, Suami lho Indonesia, hati lho Asia, hati lho Afrika!!”</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Mata kesedihan! Buka otak! Buka telinga</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan kondisi dan sedapat mungkin tjarilah peladjaran dari pada hal hal ini semuanja, agar supaja saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerdjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Apa yang mereka perhatikan, Saudara-saudara? Jang mereka harus perhatikan, bahwa di negara-negara itu – terutama sekali di Amerika Serikat – apa jang saja katakan tempoh hari disini ” Hollandsdenken ” tidak ada.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;">Hollands berpikir &quot;ITU APA? Saja bertanja kepada seorang Amerika. Monyet &quot;Hollands denken&quot; artinja, berpikir secara Belanda itu apa? Djawabnja tepat Saudara-saudara “That is thinking penny-wise, bangga, dan bodoh &quot;, katanja.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;">Berpikir sen-bijaksana, proud and foolish”. Amerika, orang Amerika berkata ini, “Thinking penny-wise” artinja Hitung……..satu sen……..satu sen……..lha ini nanti bisa djadi dua senapa `ndak?........ Satu sen ........ Satu sen ......... &quot;Berpikir sen-bijaksana&quot; ......... &quot;Bangga&quot; : congkak, Congkak, &quot;Bodoh&quot; : bodoh.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Oleh karena akhirnja merugikan dia punja diri sendirilah, kita itu, Saudara-saudara, 350 tahun dicekoki dengan &quot;Hollands denken&quot; itu. Saudara-saudara, kita 350 tahun ikut-ikut, lantas mendjadi oranbangga dan bodoh &quot;enny-wise, proud and foolish”</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Jang tidak mempunjai &quot;imagination&quot;, tidak mempunjai konsepsi-konsepsi besar, tidak mempunjai keberanian - Padahal jang kita lihat di negara-negara lain itu, Saudara-saudara, bangsa bangsa jang mempunjai &quot;imagination&quot;, mempunjai fantasi-fantasi besar: mempunjai keberanian ; mempunjai kesiapan menghadapi resiko ; mempunjai dinamika.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Washington Monument, didirikan tahun 1884</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">George Washington Monument misalnja,<br />
tugu di Nasional Washington, Saudara-saudara : Masja Allah!!! Itu bukan bikinan tahun ini ; dibikin sudah abad jang lalu, Saudara-saudara. Tingginja! Besarnya! Saja kagum arsiteknja jang mempunjai &quot;imagination&quot; itu, Saudara-saudara.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Bangsa jang tidak mempunjai : imagination” tidak bisa membikin Washington Monument. Bangsa jang tidak mempunjai &quot;imagination&quot; ......... ja, bikin tugu, dan &quot;rongdepo&quot;, Saudara-saudara. Tugu &q&quot;;rong depo&quot; katanya sudah tinggi, sudah hebat.</span></p>
<p style="tMereka mengerti bahwa kita – atau mereka – djikalau ingin mendjadi satu bangsa jang besark ingin mendjadi bangsa jang mempunjai keinginan untuk bekerjareperlu pula mempunjai &quot;imagination&quot;ngs&quot;Imajinasi&quot; Hebatdjadi bangsa jang mempunjai kehendak untuk bekerdja, perlu pula mempunjai “imagination”,: “imagination” hebat, Saudara-saudara.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Butuh djembatan? Ja, bikin djembatan ...... tetapi djangan djembatan jang selalu tiap tiap sepuluh meter dengan tjagak, Saudara-saudara, Ja , umpamanja kita di sungai Musi ....... Tiga hari yang lalu saja ini ditempatnja itu lho Gubernur Sumatera Selatan - Pak Winarno di Palembang - Pak Winarno, hampir hampir saja kata dengan sombong, menundjukkan kepada saja &quot;ini lho Pak! Djembatan ini sedang dibikin, djembatan jang melintasi Sungai Musi” – Saja diam sadja -”Sungai Ogan” – Saja diam sadja, sebab saja hitung-hitung tjagaknja itu. Lha wong bikin djembatan di Sungai Ogan sadja kok tjagak-tjagakan !!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Kalau bangsa dengan &quot;imagination&quot; zonder tjagak, Saudara-saudara !!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Tapi sini beton, tapi situ beton !! Satu djembatan, asal kapal besar bisa berlalu dibawah djembatan itu !! Dan saja melihat di San Fransisco misalnja, djembatan jang demikian itu ; djembatan jang pandjangnja empat kilometer, Saudara-saudara ; jang hanja beberapa tjagak sadja.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Satu djembatan jang tinggi dari permukaan air sampai limapuluhmeter; jang kapal jang terbesar bisa berlajar dibawah djembatan itu. Saja melihat di Annapolis, Saudara-saudara, satu djembatan jang lima kilometer lebih pandjangnja, &quot;Imajinasi&quot;, &quot;Imajinasi&quot; &quot;imajinasi&quot;!!! Tjiptaan besar!!!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Jembatan raksasa Golden Gate di San Francisco,sudah berdiri sejak tahun 1937</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Kita jang dahulu bisa mentjiptakan tjandi-tjandi besar seperti Borobudur, dan Prambanan, terbuat dari batu jang sampai sekarang belum hancur ; kita telah mendjadi satu bangsa jang kecil djiwanja, Saudara-saudara!! Satu bangsa jang sedang ditjandra-tjengkalakan didalam tjandra-tjengkala djatuhnja Madjapahit, siRNA beberapa bumi kertaning!! Kertaning bumi hilang, sudah sirna sama sekali. Mendjadi satu bangsa jang kecil, satu bangsa tugu “rong depa”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Candi raksasa Borobudur di Indonesia, sudah berdiri sejak abad 9 Masehi!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Saja tidak berkata berkata bahwa Grand Canyon tidak tjantik. Tapi saja berkata : Tiga danau di Flores lebih antik dari Grand Canyon. Kita ini, Saudara-saudara, bahan tjukup : bahan ketjantikan, bahan kekajaan. Bahan kekajaan sebagai tadi saja katakan : “We have only scratched the surface ” – Kita baru `nggaruk diatasnja sadja.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Kekajaan alamnja, Masja Allah wa ta'ala subhanallahu, kekajaan alam. Saja ditanja : Ada besi ditanah-air Tuan? – Ada, sudah ketemuDanbelum digali. Ja, benar! Arang-batu ada, Nikel ada, Mangan ada, Uranium ada. Percajalah kata Pak Presiden. Kita mempunjai UranSaudara-saudara></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Kita yang normal, kaja, Ka-surga, Saudara-saudara : Berdasarkan atas “imagination”, djiwa besar, lepaskan kita ini dari hal itu, Saudara-saudara.<br />
Gali ! Bekerdja! Ini mungkin! Bekerdja! Dan kita adalah satu tanah air jang paling cantik di dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><b><span style="font-size: large;">Salam Revolusi</span></b></em></p>
<p style="text-aligSoekarno online<!-Digital Library Presiden pertama Indonesiaordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pidato Presiden Republik Indonesia Dimuka Sidang Umum P.B.B. ke - XV tanggal 30 September 1960</title>
		<link>https://soekarno.net/id/pidato-presiden-republik-indonesia-dimuka-sidang-umum-p-b-b-ke-xv-tanggal-30-september-1960/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/pidato-presiden-republik-indonesia-dimuka-sidang-umum-p-b-b-ke-xv-tanggal-30-september-1960/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 13:49:17 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[urusan luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[pbb]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>
		<category><![CDATA[united nations]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=241-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia MEMBANGUN DUNIA KEMBALI Pidato Presiden Republik Indonesia Dimuka Sidang Umum P.B.B. ke - XV tanggal 30 September 1960 Tuan Ketua, Para Yang Mulia, Para Utusan dan Wakil yang terhormat, Hari ini, dalam mengucapkan pidato kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya merasa tertekan oleh [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><strong><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">MEMBANGUN DUNIA KEMBALI</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><strong><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Pidato Presiden Republik Indonesia Dimuka Sidang Umum P.B.B. ke - XV tanggal 30 September 1960</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tuan Ketua, Para Yang Mulia, Para Utusan dan Wakil yang terhormat,</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">H</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ari ini, dalam mengucapkan pidato kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya merasa tertekan oleh suatu rasa tanggung-jawab yang besar. Saya merasa rendah hati berbicara dihadapan rapat agung daripada negarawan-negarawan yang bijaksana dan berpengalaman dari timur dan barat, dari utara dan dari selatan, dari bangsa-bangsa tua dan dari bangsa-bangsa muda dan dari bangsa-bangsa yang baru bangkit kembali dari tidur yang lama.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya telah memanjatkan do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar lidah saya dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaan hati saya, dan saya juga telah berdo’a agar kata-kata ini akan bergema dalam hati sanubari mereka yang mendengarnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"><span id="more-241"></span>Saya merasa gembira sekali dapat mengucapkan selamat kepada Tuan Ketua atas pengangkatannya dalam jabatannya yang tinggi dan konstruktif. Saya juga merasa gembira sekali untuk menyampaikan atas nama bangsa saya ucapkan selamat datang yang sangat mesra kepada keenambelas Anggauta baru dari Perserikata Bangsa-Bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kitab Suci Islam mengamanatkan sesuatu kepada kita pada saat ini. Qur'an berkata: &quot;Dua, sekalian manusia, sesungguhnya Aku telah menjadikan kamu sekalian dari seorang lelaki dan seorang perempuan, sehingga kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu sekalian kenal-mengenal satu sama lain. Bahwasanya yang lebih mulia diantara kamu sekalian, ialah yang lebih taqwa kepadaKu”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dan juga Alkitab agama Nasrani beramanat pada kita. &quot;Segala kemuliaan bagi Allah ditempat yang Mahatinggi, dan sejahtera diatas bumi diantara orang yang diperkenanNya”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya sungguh-sungguh merasa sangat terharu melepaskan pandangan saya atas Majelis ini. Disinilah buktinya akan kebenaran perjuangan yang berjalan bergenerasi. Disinilah buktinya, bahwa pengorbanan dan penderitaan telah mencapai tujuannya. Disinilah buktinya, bahwa keadilan mulai berlaku, dan bahwa beberapa kejahatan besar sudah dapat disingkirkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Selanjutnya, sambil melepaskan pandangan saya kepada Majelis ini, hati saya diliputi dengan suatu kegirangan yang besar dan hebat. Dengan jelas tampak dimata saya menyingsingnya suatu hari yang baru, dan bahwa matahari kemerdekaan dan emansipasi, matahari yang sudah lama kita impikan, sudah terbit di Asia dan Afrika.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sekarang, hari ini, saja berbicara dihadapan para pemimpin bangsa-bangsa dan para pembangun bangsa-bangsa. Namun, secara tidak langsung, saya juga berbicara kepada mereka yang Tuan-tuan wakili, kepada mereka yang telah mengutus Tuan-tuan kemari, kepada mereka yang telah mempercayakan hari depan mereka ditangan Tuan-tuan. Saya sangat menginginkan agar kata-kata saya akan bergema juga didalam hati mereka itu, didalam hati nurani ummat manusia, didalam hati besar yang telah mencetuskan demikian banyak teriakan kegembiraan, demikian banyak jeritan penderitaan dan putus-harapan, dan demikian banyak cinta-kasih dan tawa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Hari ini presiden Soekarno-lah yang berbicara dihadapan tuan-tuan. Namun lebih dari itu, ia adalah seorang manusia, Soekarno, seorang Indonesia, seorang suami, seorang Bapak, seorang anggauta keluarga ummat manusia. Saya berbicara kepada Tuan-tuan atas nama rakyat saya, mereka yang 92 juta banyaknya disuatu nusantara yang jauh dan luas, 92 juta jiwa yang telah mengalami hidup penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, 92 juta jiwa yang telah membangun suatu Negara diatas reruntuhan suatu Imperium.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mereka itu, dan rakyat Asia dan Afrika, rakyat-rakyat benua Amerika dan benua Eropa serta rakyat benua Australia, sedang memperhatikan dan mendengarkan serta mengharap-harap. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa ini bagi mereka merupakan suatu harapan akan masa-depan dan suatu kemungkinan-baik bagi zaman sekarang ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Keputusan untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ini bukanlah merupakan suatu keputusan yang mudah bagi saya. Bangsa saya sendiri menghadapi banyak masalah, sedangkan waktu untuk memecahkan masalah-masalah itu selalu sangat terbatas. Akan tetapi sidang ini mungkin merupakan sidang Majelis yang terpenting yang pernah dilangsungkan dan kita semuanya mempunyai suatu tanggung-jawab kepada dunia seluruhnya disamping kepada bangsa-bangsa kita masing-masing.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tak seorangpun diantara kita dapat menghindari tanggung jawab itu, dan pasti tak seorangpun ingin menghindarinya. Saya sangat yakin bahwa pemimpin-pemimpin dari negara-negara yang lebih muda dan negara-negara yang lahir kembali dapat memberikan sumbangannya yang sangat positif untuk memecahkan demikian banyak masalah-masalah yang dihadapi Organisasi ini dan dunia pada umumnya. Memang, saya percaya bahwa orang akan mengatakan sekali lagi bahwa: “Dunia yang baru itu diminta untu memperbaiki keseimbangan dunia yang lama”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jelaslah bahwa pada dewasa ini segala masalah dunia kita saling berhubungan. Kolonialisme mempunyai hubungan dengan keamanan; keamanan mempunyai hubungan dengan persoalan perdamaian dan perlucutan senjata; perlucutan senjata berhubungan dengan perkembangan secara damai dari negara-negara yang belum maju. Yah, segala itu saling bersangkut-paut. Jika kita pada akhirnya berhasil memecahkan satu masalah, maka terbukalah jalan untuk penyelesaian masalah-masalah lainnya. Jika kita berhasil memecahkan misalnya masalah perlucutan senjata, maka akan tersedialah dana-dana yang diperlukan untuk membantu bangsa-bangsa yang sangat memerlukan bantuan itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akan tetapi, yang sangat diperlukan ialah bahwa masalah-masalah semuanya itu harus dipecahkan dengan penggunaan prinsip-prinsip yang telah disetujui. Setiap usaha untuk memecahkannya dengan mempergunakan kekerasan, atau dengan ancaman kekerasan, atau dengan pemilikan kekuasaan, tentu akan gagal bahkan akan mengakibatkan masalah-masalah yang lebih buruk lagi. Dengan singkat, prinsip yang harus diikuti ialah prinsip persamaan kedaulatan bagi semua bangsa, hal mana tentunya tidak lain dan tidak bukan, merupakan penggunaan hak-hak azasi manusia. Dan hak-hak azasi Nasional. Bagi semua bangsa-bangsa harus ada: satu dasar, dan semua bangsa harus menerima dasar itu, demi perlindungan dirinya dan demi keselamatan ummat manusia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">B</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ila saya bisa mengatakannya, kami dari Indonesia menaruh perhatian yang khusus sekali atas Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami mempunyai keinginan yang sangat khusus agar Organisasi ini berkembang dan berhasil baik. Karena tindakan- tindakannya, perjuangan untuk kemerdekaan dan kehidupan nasional kami sendiri telah dipersingkat. Dengan berkepercayaan penuh saya mengatakan, bahwa perjuangan kami, bagaimanapun juga, akan berhasil baik, namun tindakan-tindakan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu telah mempersingkat perjuangan dan telah mencegah banyak pengorbanan dan penderitaan serta kehancuran, baik dipihak kami maupun dipihak lawan-lawan kami.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah sebabnya saya percaya, bahwa perjuangan kami akan berhasil baik, dengan atau tanpa kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsa? Saya yakin akan hal itu kerena dua sebab. Pertama, saya mengenal rakyat saya; saya mengetahui kehausan mereka yang tiada terhingga akan kemerdekaan nasional, dan saya mengetahui akan tekadnya. Kedua, saya yakin akan hal itu karena jalannya sejarah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kita semua, dimanapun didunia ini, hidup di zaman pembangunan bangsa-bangsa dan runtuhnya imperium-imperium, Inilah zaman bangkitnya bangsa-bangsa dan bergejolaknya nasionalisme. Menutup mata akan kenyataan ini adalah membuta terhadap sejarah, tidak mengindahkan takdir dan menolak kenyataan. Sekali lagi saya katakan, kita hidup dizaman pembangunan bangsa-bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Proses ini tidak dapat dielakkan dan merupakan sesuatu yang pasti; kadang-kadang lambat dan tidak dapat dielakkan, bagaikan lahar menurun lereng sebuah guning-api di Indonesia; kadang-kadang cepat dan tidak terelakkan, bagikan dobrakan airbah dari balik sebuah bendungan yang dibangun tidak sempurna. Lambat dan tak terelakkan, atau cepat dan tak terelakkan, kemenangan perjuangan nasional adalah suatu kepastian.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Bila perjalanan menuju kebebasan itu sudah selesai diseluruh dunia, maka dunia kita akan menjadi suatu tempat yang lebih baik; akan merupakan suatu tempat yang lebih bersih dan jauh lebih sehat. Kita tidak boleh berhenti berjuang pada saat ini, manakala kemenangan telah menampakkan diri, sebaliknya kita harus melipat-gandakan usaha kita. Kita telah berjanji kepada masa-depan dan itu harus dipenuhi. Dalam hal ini kita tidak hanya berjuang untuk kepentingan kita sendiri, melainkan kita berjuang untuk kepentingan ummat menusia seluruhnya, ya, perjuangan kita bahkan untuk kepentingan mereka yang kita tentang.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Lima tahun yang lalu, dua puluh sembilan bangsa-bangsa Asia dan Afrika telah mengirimkan utusannya kekota Bandung Indonesia. Dua puluh sembilan bangsa Asia dan Afrika. Kini, berapakah jumlah bangsa yang merdeka disana? Saya tidak akan menghitungnya, tetapi silahkan melihat disekeliling Majelis ini sekarang! Dan katakanlah apakah saya benar, bila saya berkata bahwa kinilah saatnya pembangunan bangsa, dan saat bangkitnya bangsa-bangsa. Kemarin Asia, dan itu merupakan suatu proses yang belum selesai. Namun Selatan, itupun merupakan suatu proses ya, belum selesai.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Lagi pula, belum semua bangsa-bangsa Asia dan Afrika diwakili disini. Organisasi bangsa-bangsa ini telah dilemahkan selama masih menolak perwakilan satu bangsa, dan teristimewa suatu bangsa yang tua dan bijaksana serta kuat.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya maksudkan Tiongkok. Saya maksudkan yang sering disebut Tiongkok Komunis, yang bagi kami adalah satu-satunya Tiongkok yang sebenarnya. Organisasi bangsa-bangsa ini sangat dilemahkan justru karena ia menolak keanggautaan bangsa yan terbesar didunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Setiap tahun kami menyokong diterimanya Tiongkok kedalam Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai anggauta. Kami akan terus melakukannya. Kami tidak memberikan dukungan itu semata mata karena kami memiliki hubungan baik dengan negara tersebut. Dan pasti sokongan itu tidak kami berikan karena sesuatu alasan partisan. Tidak, pendirian kami mengenai persoalan ini di bimbing oleh realisme politik. Dengan secara picik mengecualikan suatu bangsa yang besar, bangsa agung dan kuat dalam arti kwantitet, kebudayaan, fitur-fitur suatu peradaban kuno, suatu bangsa yang penuh dengan kekuatan dan daya ekonomi, dengan mengecualikan bangsa itu kita lebih melemahkan Organisasi internasional ini, dan dengan demikian, lebih menjauhkannya dari kebutuhan dan cita-cita kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">K</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ita bertekad untuk menjadikan Perserikatan Bangsa-Bangsa kuat dan universil serta mampu untuk memenuhi fungsinya yang layak. Itulah mengapa kami senantiasa memberikan sokongann atas ikut-sertanya Tiongkok dalam lingkungan kita. Lagi pulLagi pulautan senjata merupakan suatu keperluan yang mendesak dalam dunia ini. Persoalan yang terpenting ini dari semua masalah harus dirundingkan dan dipecahkan dalam rangka Organisasi ini. Namun bagaimana dapat tercapai suatu perlucutan realistis mengenai perlucutan senjata, bila Tiongkok yang merupakan salah satu negara terkuat dalam dunia ini, tidak diturut sertakan dalam musyawarah-musyawarah itu?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Diwakilinya Tiongkok dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa akan mengikut sertakan negara itu dalam masalah dunia yang konstruktif dan dengan demikian akan betul-betul memperkuat lembaga ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ditahun sembilan belas enam puluh ini, Majelis Umum kembali berkumpul dalam sidang tahunannya. Namum Majelis Umum ini janganlah hanya dianggap sebagi suatu sidang routine lainnya, dan bila dianggap demikian, bila dianggap sebagai suatu sidang routine, maka kemungkinan besar Organisasi intemasional seluruhnya iri akan terancam dengan kehancuran.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Camkanlah kata-kata saya, itulah permohonan saya! Janganlah memperlakukan masalah-masalah yang akan Tuan-tuan perbincangkan sebagai masalah routine. Bila diperlakukan demikian, Organisasi ini yang telah memberikan kita suatu harapan untuk 'masa-depan, suatu kemungkinan-baik akan adanya persesuaian internasional, mungkin akan pecah. Ia mungkin akan lenyap perlahan-lahan dibawah gelombang pertikaian, sebagimana dialami oleh organisasi yang digantikannya. Bila hal ini terjadi, maka ummat manusia sebagai keseluruhan akan menderita, dan suatu impian yang agung, suatu cita-cita yang agung, akan hancur. Ingatlat bukanlah hanya kata-kata yang Tuan-tuan hadapi. bukanlah pion-pion diatas papan catur yang Tuan-tuan hadapi. Yang Tuan-tuan hadapi adalah manusia, impian-impian manusia, cita-cita manusia dan hari-depan semua manusia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dengan segala kesungguhan, saya katakan: kami bangsa bangsa yang baru merdeka bermaksud berjuang untuk kepentingan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami bermaksud memperjuangkan suksesnya dan menjadikannya efektif. Badan itu dapat dijadikan efektif, dan akan menjadi efektif, hanya bila anggauta-anggauta seluruhnya mengakui tiada terelakkannya jalan sejarah. Badan itu hanya dapat menjadi efektif, bila badan tersebut mengikuti jalannya sejarah, dan tidak mencoba untuk membendung atau mengalihkan ataupun menghambat jalannya itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Telah saya katakan, bahwa inilah saat pembangunan bangsa-bangsa dan runtuhnya imperium-imperium. Itulah kebenaran yang sesungguhnya. Berapa banyaknya bangsa-bangsa yang telah memperoleh kemerdekaannya sejak terciptanya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa? Berapa banyak bangsa-bangsa telah melemparkan rantai penindasan yang membelenggunya? Berapa banyaknya imperium-imperium yang dibangun atas penindasan manusia telah hacur-lebur? Kami yang tadinya tiada bersuara, tidak membisu lagi. Kami yang tadinya membisu dialam kesengsaraan imperalisme tidak membisu lagi. Kami yang perjuangan hidupnya tertutup dibawah selubung kolonialisme, tidak tersembunyikan lagi.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sejak hari bersejarah ditahun Sembilanbelas Empatpulut Lima dunia telah berobah, dan dia telah berobah kearah perbaikan. Dari zaman pembangunan bangsa-bangsa ini telah muncul kemungkinan - ya, keharusan – akan suatu dunia yang bebas dari ketakutan, bebas dari kekurangan, bebas dari penindasan-penindasan nasional. Kini, saat ini jKini di Majelis Umum ini, kita dapat mempersiapkan diri untuk menempatkan diri kita didunia masa-depan itu, dunia yang telah kita pikirkan dan impikan serta bayangkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Hal itu dapat kita lakukan, tetapi hanya bila kita tidak memperlakukan sidang ini sebagai suatu sidang routine. Kita harus mengakui, bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa menghadapai suatu penimbunan masalah-masalah, masing-masing mendesak, masing-masing mengandung kemungkinan ancaman terhadap perdamaian dan kamajuan secara damai.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">K</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ita bertekad, bahwa nasib dunia, dunia kita, tidak akan ditentukan tanpa kita. Nasib itu akan ditentukan dengan keikut-serta dan kerjasama kita. Keputusan-keputusan yang penting bagi perdamaian dan masa-depan dunia dapat ditentukan disini den sekarang ini juga. Disini berkumpul Kepala-Kepala Negara den Kepala-Kepala Pemerintah. Itulah rangka Organisasi kita. Saya sangat mengharapkan agar soal-soal protokol yang kaku serta perasaan sakit hati yang picik, – perasaaan-perasaan perorangan maupun nasional, – tidak akan menghalangi dipergunakannya kesempatan itu sebaik-baiknya. Kesempatan seperti ini tak akan sering ada. Hal itu harus dipergunakan sebaik-baiknya. Kita pada saat ini memiliki kesempatan unik untuk menggabungkan diplomasi tunggal dengan diplomasi umum. Marilah kita pergunakan kesempatan itu. Kesempatan tak akan kembali lagi!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya menyadari sedalam-dalamnya bahwa hadirnya demikian banyak Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, memenuhi harapan berjuta-juta orang. Mereka itu dapat mengambil keputusan-keputusan yang vital untuk menentukan wajah baru bagi dunia kita ini dan dengan sendirinya juga wajah baru bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Layaklah pada saat ini untuk mempertimbangkan kedudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam hubungan dengan zaman pembangunan dan bangkitnya bangsa-bangsa hari ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ini saya kemukakan: bagi suatu bangsa yang baru lahir atau suatu bangsa yang baru lahir-kembali milik yang paling berharga adalah kemerdekaan dan kedaulatan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mungkin – saya tidak tahu, tapi mungkin – bahwa rasa untuk memegang teguh permata kedaulatan dan kemerdekaan yang berharga ini, hanya terdapat dilingkungan bangsa-bangsa yang baru bangkit kembali. Mungkin setelah berlalunya beberapa generasi perasaan kebanggaan dan tercapainya cita-cita itu menjadi pudar. Mungkin demikian, tetapi saya rasa tidak.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Bahkan sekarang ini, duaratus tahun kemudian, adalah seorang Arnerika yang tidak tergetar jiwanya mendengarkan kata-kata Declaration of Independence? Adalah seorang Italia yang kini tidak menyambut panggilan Mazzini? Adalah seorang warga Amerika Latin yang tidak lagi mendengar gemahnya suara San Martin?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Benar, apakah seorang warga dunia yang tidak menyambut panggilan dan suara-suarai tu? Kita semua tergetar, kita semua menyambut, karena suara-suara itu adalah universil, baik mengengenai waktu maupun tempatnya. Suara-suara itu adalah suara ummat manusia yang menderita, suara masa depan, dan kita masih mendengarnya sepanjang zaman.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidak, saya yakin, seyakin-yakinnya bahwa didalam kedaulatan dan kemerdekaan nasional ada sesuatu yang kekal, sesuatu yang sekeras dan secerlang permata, dan jauh lebih berharga.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Banyak bangsa-bangsa didunia ini telah lama memiliki permata ini. Mereka telah biasa memilikinya, tetapi saya yakin, bahwa mereka masih tetap menganggapnya yang paling dicintai diantara milik-miliknya, dan mereka akan lebih baik mati daripada melepaskannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Bukankah begitu? Apakah bangsa saudara sendiri akan pernah bersedia melepaskan kemerdekaannya? Setiap bangsa yang patut dinamakan bangsa akan memilih mati! Setiap pemimpinya yang patut disebut pemimpin dari bangsa manapun, juga akan memilih mati!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Betapa lebih berharga hal itu bagi kami, yang pernah suatu waktu memiliki permata kemerdekaan dan kedaulatan nasional itu, dan kemudian merasakan dirampasnya dari tangan kami oleh bandit-bandit yang bersenjata lengkap, dan yang kini telah kami rebut kembali!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">P</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">erserikatan Bangsa-bangsa ini adalah suatu organisasi dari Negara-Negara Bangsa yang masing-masing menggenggam permata itu kuat-kuat sebagai sesuatu yang berharga. Kita semuanya telah berhimpun dengan sukarela, sebagai saudara dan sederajat dalam Organisasi ini. Sebagai suadara dan </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">sederajat</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">, karena kita semua memiliki kedaulatan yang sederajat dan kita semua menganggap kedaulatan yang sederajat itu sama-sama berharga.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ini adalah suatu badan international. Badan ini belumlah super-nasional ataupun supra-nasional. Badan ini merupakan suatu organisasi Negara-Negara Bangsa, dan hanya dapat bekerja sepanjang Negara-Negara Bangsa menghendakinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah kita semuanya dengan suara bulat telah menyetujui untuk menyerahkan suatu bagian dari kedaulatan kita kepada badan ini? Tidak, tidak pernah. Kita telah menerima baik Piagam dan Piagam itu telah ditandatangani oleh Negara-Negara Bangsa yang berdaulat penuh dan sederajat penuh.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ada kemungkinan, bahwa badan ini harus mempertimbangkan, apakah anggauta-anggautanya harus menyerahkan sesuatu bagian dari kedaulatan mereka kepada badan internasional ini. Tetapi jika keputusan yang semacam itu diambil, keputusan itu harus diambil secara bebas, dan dengan suara bulat, dan sederajat. Harus diuputuskan sederajat oleh semua bangsa, yang kuno dan yang baru, bangsa yang baru muncul dan yang sudah lama maju dan yang belum maju.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Hal ini bukannya sesuatu yang dapat dipaksakan pada bangsa manapun juga. Selanjutnya, dasar satu-satunya yang mungkin bagi badan semacam itu ialah persamaan yang sejati. Kedaulatan dari bangsa yang paling baru atau bangsa yang paling kecil sama berharganya, sama tidak dapat dilanggarnya, seperti kedaulatan bangsa yang paling besar atau bangsa yang paling tua. Dan selain daripada itu, sesuatu pelanggaran terhadap kedaulatan sesuatu bangsa merupakan suatu ancaman potensiil terhadap kedulatan semua bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dalam gambaran dunia inilah, kita harus melihat dunia sekarang ini. Dunia kita yang satu ini terdiri dari Negara-Negara Bangsa, masing-masing sama berdaulat dan masing-masing berketetapan hati menjaga kedaulatan itu, dan masing-masing berhak untuk menjaga kedaulatan itu. Dan sekali lagi saya katakan – dan saya ulang ini karena merupakan dasar dari pengertian terhadap dunia dewasa ini – kita hidup dalam zaman pembangunan bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kenyataan ini jauh lebih penting daripada adanya senjata-senjata nuklir, lebih eksplosif dari bom-bom hidrogin, dan mempunyai harga potensiil yang lebih besar untuk dunia daripada pemecahan atom.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Keseimbangan dunia telah berobah sejak hari itu dalam bulan Juni, limabelas tahun yang lalu, ketika Piagam ditandatangani dikota San Franciscco di Amerika, pada saat manusia sedang bangkit kembali dari neraka peperangan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Nasib umat manusia tidak dapat lagi ditentukan oleh beberapa bangsa besar dan kuat. Juga kami, bangsa-bangsa yang lebih muda, bangsa yang sedang bertunas, bangsa-bangsa yang lebil kecil, kamipun berhak bersuara dan suara itu pasti akan berkumandang disepanjang zaman.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Yah, kami insyaf akan pertaYahngan jawab kami terhadap masa-depan semua bangsa, dan kami dengan gembira menerima pertanggung-jawab itu. Bangsa saya berjanji pada diri sendiri untul bekerja mencapai suatu dunia yang lebih baik, suatu dunia yang bebas dari sengketa dan ketegangan, suatu dunia dimana anak-anak dapat tumbuh dengan bangga dan bebas, suatu dunia dimana keadilan dan kesejahteraan berlaku untuk semua orang. Adakah sesuatu bangsa akan menolak janji semacam itu?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Beberapa bulan yang lalu, sesaat sebelum pemimpin-pemimpin Negara-Negara Besar bertemu sesingkat itu di Paris, tuan Khrushchov menjadi tamu kami di Indonesia. Saya jelaskan padanya sejelas-jelasnya, bahwa kami menyambut baik Konperensi Tingkat Tertinggi, yang kami harapkan berhasil, tetapi bahwa kami skeptis.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">E</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">mpat Negara Besar itu saja, tidak dapat menentukan masalah perang dan damai. Lebih tepat, barangkali, mereka mempunyai kekuatan untuk merusak perdamaian, tetapi mereka tidak memiliki hak moril, baik secara sendirian maupun bersama-sama, untuk mencoba menentukan hari-depan dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Selama lima belas tahun ini Barat telah mengenal perdamaian, atau sekurang-kurangnnya ketiadaan perang. Tentu saja, ada ketegangan-ketegangan. Memang, ada bahaya. Tetapi tetap merupakan kenyataan, bahwa ditengah-tengah suatu revolusi yang meliputi tiga perempat dari dunia, Barat tetap dalam keadaan damai. Kedua blok besar, sebetulnya, telah berhasil mempraktekkan koeksistensi selama bertahun-tahun itu, sehingga dengan demikian membantah mereka yang menyangkal kemungkinan adanya koeksistensi.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami di Asia tidak pernah mengenal kondisi damai! Setela perdamaian datang untuk Eropa, kami merasakan akibat bom-bom atom. Kami merasai revolusi nasional kami sendiri di Indonesia. Kami merasakan penyiksaan Vietnam. Kami menderita penganiayaan Korea. Kami masih senantiasa menderita kepedihan Aljazair. Apa sekarang ini seharusnya giliran Saudara-saudara kita di Afrika? Apakah mereka harus disiksa, sedang luka-luka kami masih belum sembuh?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Toh masih saja Barat dalam keadaan damai. Herankah Tuan-tuan bahwa kami sekarang menuntut, ya, </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">menuntut</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"> batalnya siksaan terhadap kami? Herankah Tuan-tuan, bahwa kini suara saya diperdengarkan sebagai protes?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami, yang dulu tidak bersuara, mempunyai tuntutan-tuntutan dan kebutuhan-kebutuhan; kami berhak untuk didengar. Kami bukannya barang perdagangan, tetapi adalah bangsa-bangsa yang hidup dan yang perkasa, yang mempunyai peranan didunia ini, dan yang harus memberikan sumbangannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya pergunakan kata-kata yang keras, dan saya pergunakan kata-kata itu dengan sengaja, karena saya punya pendirian yang tegas mengenai soal itu. Dengan sengaja saya pergunakan kata-kata keras, karena saya bicara untuk bangsa saya dan karena saya bicara di muka pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Selain dari pada itu, saya tahu bahwa Saudara-saudara saya di Asia dan Afrika memiliki pendirian yang sama tegasnya, walaupun saya tidak berani berbicara atas nama mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Majelis Umum ini tentunya akan menghadapi banyak hal-hal yang penting. Tetapi tidaklah ada hal yang lebih penting dari pada perdamaian. Mengenai ini, saya pada saat ini tidak membicarakan soal-soal yang timbul antara Negara-Negara Besar didunia. Soal-soal demikian itu sangat vital bagi kami, dan saya nanti kembali pada soal-soal tersebut. Tapi tengoklah sekeliling dunia kita ini. Dibanyak tempat terdapat ketegangan-ketegangan dan sumber-sumber sengketa potensiil. Perhatikanlah tempat-tempat itu dan tuan akan jumpai, bahwa hampir tanpa perkecualian, imperialisme dan kolonialisme didalam salah satu dari banyak manifestasinya adalah sumber ketegangan atau sengketa itu. Imperialisme dan kolonialisme dan pemisahan terus-menerus secara paksa dari bangsa-bangsa merupakan sumber dari hampir semua kejahatan internasional yang mengacam didunia kita ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sebelum kejahatan-kejahatan dari masa-lampau yang terkutuk itu diakhiri, tidak akan ada ketenangan atau perdamaian diseluruh dunia ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Imperialisme, dan perjuangan untuk mempertahankannya, merupakan kejahatan yang besar didunia kita ini. Banyak diantara Tuan-tuan dalam Sidang ini tidak pernah mengenal imperialisme. Banyak diantara Tuan-tuan lahir merdeka dan akan mati merdeka. Beberapa diantara Tuan-tuan lahir dari bangsa-bangsa yang telah menjalankan imperialisme terhadap yang lain, tetapi tidak pernah menderitanya sendiri. Akan tetapi Saudara-saudara saya di Asia dan Afrika telah mengenal cambuk imperialisme. Mereka telah menderitanya. Mereka mengenal bahayanya dan kelicikannya serta keuletannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">K</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ami di Indonesia mengenalnya juga. Kami adalah ahli-ahli dalam soal ini! Berdasarkan pengetahuan itu dan berdasarkan pengalaman itu, saya katakan pada Tuan-tuan bahwa berlanjutnya imperialisme dalam setiap bentuknya merupakan suatu bahaya yang besar dan yang berlarut-larut.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Imperialisme belum lagi mati. Ya, sedang dalam keadaan sekarat; ya, arus sejarah sedang melanda bentengnya dan menggerogoti pondamen-pondamennya; ya, kemenangan kemerdekaan dan nasionalisme sudah pasti. Akan tetapi - dan camkanlah kata saya ini - imperialisme yang sedang sekarat itu berbahaya, sama berbahayanya dengan se-ekor harimau yang luka didalam rimba raya tropik.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ini saya tegaskan pada Tuan-tuan – dan saya sadar bahwa sekarang berbicara untuk Saudara-saudara saya di Asia dan Afrika – perjuangan untuk kemerdekaan senantiasa dibenarkan dan benar. Mereka yang menentang gerakmaju yang tidak terelakan dari kemerdekaan nasional dan hak menentukan nasib sendiri, adalah buta; mereka yang berusaha untuk mengembalikan apa yang tidak dapat dikembalikan merupakan bahaya bagi mereka sendiri dan bagi dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sebelum kenyataan-kenyataan ini – dan ini memang kenyataan-kenyataan – diakui, tidak akan ada perdamaian dunia ini, dan tidak akan lenyaplah ketegangan. Saya serukan kepada Tuan-tuan: tempatkanlah kewibawaan dan kekuatan moril dari Organisasi Negara-Negara ini dibelakang mereka yang berjuang untuk kemerdekaan. Lakukanlah itu secara jelas dan tegas. Lakukanlah itu sekarang! Lakukanlah, dan Tuan-tuan akan memperoleh dukungan bulat dan tulus-ikhlas dari semua orang yang berkemauan baik. Lakukanlah sekarang, dan generasi-generasi yang akan datang akan menghargai Tuan-tuan. Saya serukan kepada Tuan-tuan, kepada semua anggauta Perserikatan Bangsa-Bangsa : Bergeraklah bersama arusnya sejarah; janganlah mencoba membendung arus itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perserikatan Bangsa-bangsa sekarang ini juga berkesempatan untuk membangun bagi dirinya sendiri reputasi dan gengsi yang besar. Mereka yang berjuang untuk kemerdekaan akan mencari dukungan dan afiliasi dimana saja dapat diperolehnya; alangkah baiknya bilamana mereka berpaling kepada badan ini dan kepada Piagam kita daripada kepada sesuatu kelompok atau bagian dari badan ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Lenyapkanlah sebab-sebab perang, dan kita akan merasa damai. Lenyapkanlah sebab-sebab ketegangan dan kita akan merasa tenang. Jangan ditunda-tunda. Waktunya singkat. Bahayanya besar.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Umat manusia diseluruh dunia berteriak minta perdamaian dan ketenangan, dan hal-hal itu adalah dalam kekuasaan kita. Jangan mencegahnya, karena nanti badan ini akan dicemarkan namanya dan ditinggalkan. Tugas kita bukannya untuk mempertahankan dunia ini, akan tetapi untuk </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">membangun dunia kembali!</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"> Hari depan – andai-kata ada hari depan – akan menilai kita berdasarkan berhasilnya tugas kita ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya minta kepada bangsa-bangsa yang sudah lama berdiri, janganlah menganggap remeh kekuatan nasionalisme. Jika tuan menyangsikan kekuatannya, tengoklah disekitar Majelis ini dan bandingkanlah dengan San Francisco lima belas tahun yang lalu. Nasionalisme, nasionalisme yang mencapai kemenangan dengan gemilang, telah menyebabkan perobahan ini, dan ini adalah baik. Dewasa ini dunia diperkaya dan dimuliakan oleh kebijaksanaan dari para pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa berdaulat yang baru dibentuk. Untuk menyebut enam dari banyak contoh-contoh, yakni seorang Norodom Sihanouk, seorang Nasser, seorang Nehru, seorang Sekao Toure, seorang Mao Tse Tung dan seorang Nkrumah. Bukankah dunia menjadi lebih baik, jika mereka berada disini dari mereka mempergunakan seluruh hidupnya dan seluruh kekuatannya untuk menggulingkan imperialisme yang membelenggu mereka? Dan bangsa-bangsa merekapun sudah merdeka, dan bangsa saya merdeka, dan lebih banyak lagi bangsa yang merdeka. Bukankah dengan demikian dunia menjadi suatu tempat yang lebih baik dan lebih kaya?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">M</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">emang, saya tidak perlu membentangkan kepada Tuan-tuan, bahwa kami dari Asia dan Afrika menentang kolonialisme dan imperialisme. Lebih daripada itu, siapakah dalam dunia sekarang ini masih akan membela hal-hal itu? Secara universil hal-hal itu telah dikutuk, dan sudah sepantasnya, dan alasan-alasan sinis yang usang itu tidak terdengar lagi. Pertentangan sekarang berpusat pada persoalan kapankah daerah-daerah jajahan akan merdeka, dan bukan pada persoalan apakah mereka akan merdeka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tetapi saya hendak menegaskan soal ini. Oposisi kami terhadap kolonialisme dan imperialisme timbul baik dari hati maupun dari kepala kami. Kami menentangnya atas dasar kemanusiaan, dan kami menentangnya pula dengan alasan bahwa hal ini merupakan suatu ancaman yang besar dan makin besar lagi terhadap perdamaian.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tiadanya persesuaian pendapat dengan kekuatan-kekuatan kolonial berkisar pada soal-soal waktu dan keamanan, karena sekarang setidak-tidaknya mereka beromong-kosong tentang cita-cita kemerdekaan nasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Oleh karena itu renungkanlah dalam-dalam mengenai nasionalisme dan kemerdekaan, mengenai patriotisme dan mengenai imperialisme. Renungkanlah dalam-dalam, demikian permohonan saya, jangan sampai arus sejarah melanda Tuan-tuan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dewasa ini, kita banyak mendengar dan membaca mengenai perlucutan senjata. Kata itu biasanya dipakai dalam hubungan perlucutan senjata nuklir dan atom. Maafkanlah saya. Saya seorang sederhana dan seorang yang cinta damai. Saya tidak dapat bicara mengenai detail-detail perlucutan senjata. Saya tidak dapat memberikan penilaian mengenai pendapat-pendapat yang bersaing tentang pengawasan, mengenái percobaan-percobaan dibawah tanah dan mengenai catatan-catatan seismografik.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tentang persoalan-persoalan imperialisme dan nasionalisme saya seorang ahli, sesudah seumur hidup mempelajarinya dan berjuang, dan mengenai soal-soal ini saya bicara dengan kewibawaan. Tetapi mengenai persoalan-persoalan peperangan nuklir, saya hanya seorang biasa saja, mungkin seperti tetangga tuan atau seperti saudara tuan atau bahkan seperti ayah tuan. Saya ikut merasakan kengerian mereka, saya ikut merasakan ketakutan mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya ikut merasakan kengerian dan ketakutan, itu karena saya adalah bagian dari dunia ini. Saya punya anak-anak, dan hari depan mereka terancam bahaya. Saya seorang Indonesia, dan bangsa itu terancam bahaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mereka yang mempergunakan senjata penghancur masal itu sekarang harus menghadapi hati nurani mereka sendiri, dan akhirnya, mungkin dalam keadaan hangus menjadi debu radio aktif, mereka harus menghadapi Al Chaliknya. Saya tidak iri terhadap mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mereka yang mempersoalkan perlucutan senjata nuklir jangan lupa bahwa kami, yang dalam hal ini sebelumnya tidak dapat bersuara, sedang memperhatikan dan mengharap-harap.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">K</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ami sedang memperhatikan dan mengharap-harap, toh kami diliputi oleh kecemasan, karena jika perang nuklir menghancurkan dunia kita ini, kami juga ikut menderita.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidak seorang mahlukpun berhak untuk menggunakan hak hak prerogatif dari Tuhan Yang Maha Esa Kuasa. Tidak seorangpun berhak mempergunakan bom-bom hidrogin. Tidak satu bangsapun berhak untuk menyebabkan kemungkinan hancurnya semua bangsa-bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tiada suatu sistim politik, tiada suatu organisasi ekonomi yang layak untuk menyebabkan musnahnya dunia, termasuk sistem maupun organisasi itu sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jika hanya negara-negara yang bersenjata hidrogin yang tersangkut dalam persoalan ini, maka kami bangsa-bangsa Asia dan Afrika tidak akan menghiraukannya. Kami hanya akan melihat saja sambil menjauhkan diri, dengan perasaan heran mengapa negara-negara, darimana kami belajar sedemikian banyaknya itu, serta yang sangat kami kagumi itu, pada dewasa ini harus tenggelam dalam rawa immoralitet. Kami akan dapat berseru: &quot;Terkutuklah kalian!”, dan kami akan dapat kembali ke dalam dunia kami sendiri yang lebih berimbang dan damai.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tetapi kami tak dapat, berbuat demikian. Kami bangsa Asia telah menderita akibat bom atom. Kami bangsa Asia terancam lagi, dan selain itu kami merasa sebagai suatu kewajiban moral untuk memberikan bantuan dimana mungkin. Kami bukanlah musuh Timur maupun Barat. Kami merupakan suatu bagian dari dunia ini dan kami ingin membantu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ini adalah suatu jeritan dari hati-sanubari Asia. Biarkanlah kami membantu memecahkan masalah-masalah ini. Mungkin Tuan-tuan memperhatikannya terlampau lama, dan tak lagi melihatnya secara jelas. Biarkanlah kami membantu Tuan-tuan, dan dalam membantu Tuan-tuan, kami bantu diri kami sendiri, dan semua generasi yang akan datang diseluruh dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jelaslah, bahwa masalah perlucutan senjata bukan hanya perselisihan pendapat tentang dasar-dasar teknis yang sempit. Ini adalah pula persoalan saling mempercayai. Sebetulnya telah jelas, bahwa dalam bidang teknik dan dalam cara-cara berkonsultasi dan berdiplomasi, sesungguhnya antara kami dari Asia-Afrika dan kedua blok itu tidaklah banyak berbeda. Soalnya sebenarnya lebih merupakan soal saling tidak mempercayai. Ini adalah suatu masalah yang dapat dipecahkan dengan cara-cara itu. Negara-negara lain yang tidak tergabung dalam suatu blok, bisa memberi bantuan dalam hal ini! Kami tidak kurang pengalaman dan kepandaian untuk mengadakan pembicaraan-pembicaraan. Mungkin perantaraan kami dapat juga berharga. Mungkin kami dapat pula memberikan bantuan dalam mencari suatu penjelesaian. Mungkin - siapa tahu - kami dapat memperlihatkan kepada Tuan-tuan jalannya menuju kearah satu-satunya perlucutan senjata yang sesungguhnya, yaitu perlucutan senjata di dalam hati manusia, perlucutan ketidak percayaan dan kebencian manusia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidak sesuatupun lebih mendesak dari hal ini. Dan persoalan ini adalah demikian vital bagi seluruh umat manusia, sehingga seluruh ummat manusia harus dikut sertakan dalam pemecahannya. Saya kira pada saat ini kita bisa mengatakan, bahwa sebenarnya hanyalah desakan dan usaha dari negara-negara non blok akan memberikan hasil yang diperlukan seluruh dunia. Pembicaraan yang sungguh-sungguh tentang perlucutan senjata, di dalam rangka organisasi ini, dan didasarkan pada suatu harapan yang sungguh-sungguh akan suksesnya, adalah. yang essensiil sekarang ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya tekankan “dalam rangka organisasi ini”, karena hanya Majelis inilah yang mulai mendekati suatu cerminan yang sebenarnya dari dunia dimana kita hidup.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">R</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">enungkan, renungkan sejenak, apa yang mungkin terjadi jika kita dapat meletakkan suatu dasar bagi perlucutan senjata yang sejati. Ingatlah akan dana-dana yang sangat besar yang dapat digunakan untuk perbaikan dunia dimana kita hidup ini. Ingatlah akan daya gerak yang maha hebat yang dapat diberikan kepada perkembangan mereka yang kurang maju, sekalipun hanya sebagian saja dari anggaran belanja pertahanan dari Negara-Negara Besar disalurkan kearah itu. Ingatlah akan bertambahnya secara hebat kebahagiaan manusia, produktivitet manusia dan kesejahteraan manusia jika hal itu diselenggarakan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perlu saja tambahkan sesuatu lagi pada hal ini. Jika ada suatu immoralitet yang lebih besar dari memperagakan senjata-senjata hidrogin, maka hal itu adalah melakukan percobaan-percobaan dengan senjata-senjata tersebut. Saya tahu bahwa ada suatu perbedaan pendapat ilmiah tentang akibat genetik daripada percobaan-percobaan itu. Akan tetapi perbedaan ini hanya mengenai jumlah korban-korban. Tentang adanya akibat genetik yang buruk ada persesuaian pendapat. Pernakah mereka yang mengkonfirmasi percobaan-percobaan itu membayangkan akibat-akibat perbuatan mereka? Pernakah mereka melihat kepada anak-anak mereka sendiri dan merenungkan akibat-akibat itu? Pada dewasa ini percobaan-percobaan dengan senjata-senjata nuklir ditangguhkan, – perhatikan tidak dilarang, tetapi hanya ditangguhkan. Maka, marilah kita pergunakan kenyataan ini sebagai permulaan. Marilah kita pergunakan kenyataan ini sebagai dasar untuk melarang percobaan, dan kemudian untuk pelucutan senjata yang sungguh-sungguh.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sebelum meninggalkan persoalan perlucutan senjata, saya hendak memberikan suatu ulasan lagi. Berbicara tentang perlucutan senjata memang baik. Tetapi berusaha dengan sungguh-sungguh menyusun suatu persetujuan perlucutan senjata akan lebih baik. Dan yang terbaik adalah pelaksanaan daripada persetujuan perlucutan senjata itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akan tetapi marilah kita realistis. Bahkan pelaksanaan dari pada suatu perjanjian perlucutan senjatapun tidak akan merupakan jaminan bagi perdamaian dunia yang dalam kesengsaraan dan kesulitan. Perdamaian hanya akan datang, jika sebab-sebab ketegangan dan bentrokan disingkirkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jika ada suatu sebab untuk bentrokan, maka manusia akan berjuang dengan bambu runcing, jika tidak terdapat senjata lain. Saya tahu oleh karena bangsa saya sendiri melakukannya dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan. Kami telah berjuang dengan menggunakan pisau dan bambu runcing. Untuk mencapai perdamaian, kita harus menyingkirkan sebab-sebab ketegangan dan sebab-sebab bentrokan itu. Itulah sebabnya saya berbicara dari lubuk hati saya mengenai perlunya bekerja sama untuk menyebabkan matinya yang hina dari imperialisme.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dimana terdapat imperialisme, dan dimana terdapat penyusunan kekuatan bersenjata yang serentak, maka keadaan memang berbahaya, Sekali lagi saya berbicara berdasarkan pengalaman. Begitulah di Irian Barat. Begitulah keadaannya diseperlima wilayah nasional kami yang pada dewasa ini masih tetap membungkuk di bawah belenggu imperialisme.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Disanalah kami menghadapi imperialisme dan kekuatan bersenjata dari imperialisme. Diperbatasan daerah itu tentara kami berbicara di darat maupun di lautan. Kedua kekuatan bersenjata itu saling berhadapan, dan dapat saya katakan bahwa hal itu merupakan suatu keadaan yang eksplosif. Belum lama berselang tentara di Irian Barat yang masih muda serta tersesat itu dan yang membela suatu paham yang telah ketinggalan zaman, diperkuat dengan datangnya kapal induk Karel Doorman dari tanah airnya yang jauh itu. Maka saatitulah keadaan menjadi betul-betul berbahaya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia duduk dalam delegasi saya ini: Namanya Jenderal Nasution. Ia adalah prajurit profesional dan seorang prajurit yang ulung. Seperti halnya dengan anak buah yang dipimpinnya, dan seperti juga halnya dengan bangsa yang dibelanya, ia pertama-tama adalah seorang yang cinta damai. Tetapi lebih daripada itu, ia dan anak buahnya serta bangsa saya mengabdi untuk mempertahankan tanah air kami.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami telah berusaha untuk menyelesaikan masalah Irian Barat. Kami telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kesabaran dan penuh toleransi dan penuh harapan. Kami telah berusaha untuk mengadakan perundingan-perundingan bilateral. Kami telah berusaha dengan sungguh-sungguh dan bertahun-tahun. Kami telah berusaha dan tetap berusaha. Kami telah berusaha menggunakan alat-alat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Kekuatan pendapat dunia yang dinyatakan disini. Kami telah berusaha dan dalam hal inipun kami tetap berusaha.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Harapan lenyap; kesabaran hilang; bahkan toleransipun mencapai batasnya. Semuanya itu kini telah habis dan Belanda tidak memberikan alternatif lainnya kecuali memperkeras sikap kami. Jika mereka gagal untuk secara tepat menilai arus sejarah, maka kita tidaklah dapat dipersalahkan. Akan tetapi akibat dari pada kegagalan mereka ialah timbulnya ancaman terhadap perdamaian dan, sekali lagi, hal ini menyangkut pula Perserikatan Bangsa-Bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Irian Barat merupakan pedang kolonial yang diancamkan terhadap Indonesia. Pedang ini diarahkan pada jantung kami, akan tetapi disamping itu mengancam pula perdamaian dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Usaha-usaha kami dewasa ini yang sungguh-sungguh untuk mencapai solusi dengan cara-cara kami sendiri, adalah bagian dari sumbangan kami kearah terjaminnya perdamaian dunia ini. Ini adalah bagian dari usaha kami untuk mengakhiri masalah dunia ini yang merupakan kejahatan yang usang. Usaha kami adalah usaha pembedahan yang sungguh-sungguh untuk menyingkirkan kanker imperialisme dari daerah di dunia, dimana kami hidup dan berada.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya katakan dengan segala kesungguhan bahwa keadaan di Irian Barat adalah kondisi yang berbahaya, suatu keadaan yang eksplosif, suatu hal yang merupakan sebab ketegangan dan suatu ancaman bagi perdamaian. Jenderal Nasution tidak bertanggung-jawab atas hal itu. Tentara kami tidak bertanggung jawab atas hal itu. Soekarno tidak bertanggung jawab atas hal itu. Indonesia tidak bertanggung jawab atas hal itu. Tidak! Ancaman terhadap perdamaian berasal langsung dari adanya imperialisme dan kolonialisrne itulah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">S</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ingkirkan pengekangan terhadap kemerdekaan dan emansipasi, dan ancaman terhadap perdamaian akan lenyap. Tumbangkan imperialisme, dun segera dengan sendirinya dunia akan menjadi suatu tempat yang lebih bersih, suatu tempat yang lebih baik dari suatu tempat yang lebih aman.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya tahu bahwa jika saya kemukakan hal ini, banyak pikiran akan beralih kepada keadaan di Konggo. Tuan-tuan mungkin bertanya, bukankah imperialisme telah diusir dari Konggo dengan akibat bahwa didaerah itu sekarang terjadi persengketaan dan pertumpahan darah? Tidak demikian halnya! Kondisi di Konggo yang sangat disesalkan adalah langsung disebabkan oleh imperialisme, dan tidak disebabkan oleh berakhirnya imperialisme itu. Imperialisme berusaha untuk mempertahankan posisinya di Konggo; berusaha untuk dapat memutungkan dan melumpuhkan Negara baru itu. Itulah sebabnya Konggo berkobar.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ya, Di Kongo, terdapat penderitaan. Akan tetapi penderitaan itu merupakan kesakitan kelahiran dari kemajuan dan kemajuan yang eksplosif senantiasa membawa kesakitan. Mencabut sampai ke-akar-akarnya kepentingan nasional dun internasional yang sudah bercokol selalu menyebabkan kesakitan dun kegoncangan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami mengetahuinya. Kami mengetahui pula dari pengalaman-pengalaman kami sendiri bahwa perkembangan itu sendiri menimbulkan pergolakan. Suatu bangsa yang sedang bergolak membutuhkan pimpinan dan bimbingan, dan akhirnya akan menghasilkan pimpinan serta bimbingannya sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami bangsa Indonesia berbicara berdasarkan pengalaman-pengalaman yang pahit. Masalah Konggo, yang merupakan masalah kolonialisme dan imperialisme, harus diselesaikan dengan menggunakan prinsip-prinsip yang telah saya uraikan tadi. Konggo adalah Negara yang berdaulat. Hendaknya kedaulatan itu dihormati. Ingatlah kedaulatan Konggo tidak kurang dari kedaulatan setiap bangsa yang diwakili dalam Majelis ini, dan kedaulatan ini harus dihormati secara sama.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dalam soal-soal dalam negeri Konggo tidak bisa ada cumpur tangan dan sama sekali tidak bisa ada bantuan, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, untuk menghancurkan negara ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ya, memang bangsa itu akan membuat kesalahan-kesalahan, kita semua membuat kesalahan-kesalahan dan kita semua belajar dari kesalahan-kesalahan. Ya, pergolakan akan timbul, akan tetapi itupun biarlah berlangsung, karena ini merupakan tanda bagi pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Sampai mana pergolakan itu adalah soalnya bangsa itu sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Marilah kita, baik secara perseorangan, maupun secara bersama-sama, membantu disana apabila kita diminta oleh pemerintah yang sah dari bargsa itu. Akan tetapi tiap-tiap bantuan semacam itu harus jelas didasarkan atas kedaulatan Konggo yang tidak boleh diganggu-gugat.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akhirnya, taruhlah kepercayaan pada bangsa itu! Mereka sedang mengalami masa percobaan yang besar dan sedang sangat menderita. Taruhlah kepercayaan pada mereka sebagai bangsa yang baru merdeka, dan mereka akan menemukan jalannya sendiri kearah penyelesaiannya sendiri daripada masalah-masalahnya sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Disini hendak saya kemukakan peringatan yang sangat serius. Banyak anggauta organisasi ini dan banyak pejabat organisasi ini mungkin tak begitu menyadari perbuatan-perbuatan imperialisme dan kolonialisme.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mereka tak pernah mengalaminya; mereka tak mengenal keuletannya dan kebengisannya dan banyaknya mukanya, dan kejahatannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami dari Asia dan Afrika mengenalnya. Saya katakan pada Tuan-tuan: Janganlah bertindak sebagai alat yang tak tahu apa-apa dari imperialisme. Janganlah bertindak sebagai tangan kanan yang buta dari kolonialisme. Jika tuan bertindak demikian, maka tuan pasti akan membunuh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa ini, dan dengan begitu tuan akan.membunuh harapan dari berjuta-juta manusia, yang tiada terhitung itu dan mungkin tuan akan menyebabkan hari depan mati dalam kandungan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sebelum meninggalkan persoalan-persoalan ini, saya hendak, menyinggung pula suatu persoalan besar lain yang kira-kira sama sifatnya. Yang saya maksud ialah Aljazair. Disini terdapat suatu gambaran yang menyedihkan, dimana kedua belah fihak sedang berlumuran darah dan dihancurkan karena ketiadaan penyelesaian. Itu merupakan suatu tragedi!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sudah jelas sekali bahwa rakyat Aljazair menghendaki kemerdekaan. Hal itu tidak dapat dibantah lagï. Andaikata tidak demikan, maka perjuangan yang lama dan pahit dan berdarah itu sudah akan berakhir bertahun-tahun yang lalu. Kehausan akan kemerdekaan serta ketabahan untuk memperoleh kemerdekaan itu merupakan faktor-faktor pokok dalam situasi ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apa yang belum ditentukan, hanyalah betapa akrab dan selaras suatu kerjasama dihari depan dengan Perancis seharusnya. Kerjasama yang sangat akrab dan sangat selaras tidak akan sukar dicapai, bahkan pada taraf sekarang ini, meskipun barangkali ia akan bertambah sukar dicapainya dengan terus berlangsungnya perjuangan itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Maka, adakanlah suatu plebisit dMakawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Aljazair untuk menentukan kehendak rakyat akan betapa akrab dan selaras hubungan-hubungan itu seharusnya. Plebesit itu hendaknya jangan mengenai soal kemerdekaan. Kemerdekaan itu sudah ditentukan dengan darah dan air mata dan pastilah akan berdiri suatu Aljazair yang merdeka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Plebesit seperti yang saya sarankan, jika diselenggarakan dalam waktu singkat, akan merupakan jaminan yang terbaik bahwa antara Aljazair merdeka dan Perancis akan terdapat suatu kerjasama yang akrab dan baik untuk keuntungan bersama. Sekali lagi saya berbicara beSekali lagi saya berbicara berdasarkan pengalamangandung niat untuk merusak hubungan-hubungan yang erat dan selaras dengan Belanda. Akan tetapi, rupa-rupanya bahkan dewasa ini, seperti generasi-generasi yang sudah-sudah, pemerintah bangsa itu berpegang teguh pada “memberi terlalu sedikit dan meminta terlampau banyak”. Baru ketika hal itu tak tertahankan lagi, hubungan-hubungan tersebut diputuskan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ijinkanlah saya beralih kemasalah yang lebih luas tentang perang dan damai didunia kita ini. Yang pasti adalah bahwa negara-negara yang baru lahir dan yang dilahirkan kembali tidak merupakan ancaman terhadap perdamaian dunia. Kami tidak memiliki ambisi-ambisi teritorial; kamipun tidak mempunyai tujuan-tujuan ekonomi yang tidak bisa disesuaikan. Ancaman terhap perdamaian tidak datang dari kami, tetapi malahan dari fihak negara-negara yang lebih tua, yang telah lama berdiri dan stabil itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">O, ya, dinegara-negara kami terdapat pergolakan. Sebenarnya, pergolakan itu seakan-akan merupakan suatu fungsi dari jangka waktu pertama daripada kemerdekaan. Apakah itu mengherankan? Coba, marilah saya ambil contoh dari sejarah Amerika. Dalam satu generasi harus dialami Perang Kemerdekaan dan Perang Saudara antara Negara-Negara Bagian. Selanjutnya dalam generasi itu juga harus dialami timbulnya perserikatan-perserikatan buruh yang militant, - Masa Bahasa Dari Internasional Pekerja Dunia (I.W.W.), &quot;Wobblies&quot;. Harus pula dialami hijrah ke Barat. Harus pula dialami Revolusi Industri dan, ya, bahkan masa &quot;pedagang-pedagang aktentas&quot;. Harus pula diderita akibat orang-orang á la Benedict Arnold. Dan seperti sering saya katakan, kami desakkan banyak revolusi dalam satu revolusi dan banyak generasi dalam satu generasi.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Maka herankah Tuan-tuan jika ada pergolakan pada kami? Bagi kami hal itu adalah biasa dan kami telah menjadi biasa untuk menunggang angin pusar. Saya mengerti benar bahwa untuk orang luaran hal ini seringkali tampak seperti gambaran kekacauan dan kerusuhan dan rebut-merebut kekuasaan. Bagaimanapun juga pergolakan itu adalah merupakan urusan kami sendiri dan tidak merupakan suatu ancaman bagi siapapun, meskipun hal itu sering memberi kesempatan-kesempatan untuk mencampuri urusan kami.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Meskipun demikian, kepentingan-kepentingan yang bertentangan dari Negara-Negara Besar adalah soal lain: Dalam hal ini masalah-masalah dikaburkan oleh ancaman-ancaman dengan bom-bom hidrogin dan oleh diulang-ulanginya slogan-slogan lama yang telah usang.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami tak dapat mengabaikannya karena masalah-masalah itu mengancam kami. Toh; terlalu sering masalah-masalah tersebut nampak seakan-akan tidak sungguh. Dengan terus terang dan tanpa ragu-ragu hendak saya katakan kepada Tuan-tuan bahwa kami menempatkan hari-depan kami sendiri jauh di atas percekcokan-percekcokan di Eropah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ya, kami banyak belajar dari Eropah dan Amerika. Kami telah mempelajari sejarah Tuan-tuan dan penghidupan orang-orang besar dari bangsa tuan. Kami telah mengikuti contoh dari Tuan-tuan, bahkan kami telah berusaha melebihi Tuan-tuan. Kami berbicara dalam bahasa-bahasa Tuan-tuan dan membaca buku-buku tuan-tuan. Kami telah diilhami oleh Lincoln dan Lenin, oleh Cromwell di bawah Garibaldi. Dan memang masih banyak yang harus kami pelajari dari Tuan-tuan dibanyak bidang. Tetapi pada dewasa ini bidang-bidang yang kami harus pelajari lebih banyak lagi dari Tuan-tuan, adalah bidang teknik dan ilmiah, dan bukan faham-faham atau gerakan yang didiktekan oleh ideologi.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Di Asia dan Afrika pada dewasa ini masih hidup, masih berpikir, masih bertindak, mereka yang memimpin bangsanya kearah kemerdekaan, mereka yang mengembangkan teori-teori ekonomi yang agung dan membebaskan, mereka yang telah menumbangkan kelaliman, mereka yang mempersatukan bangsanya dan mereka yang menaklukkan perpecahan bangsanya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Oleh karena itu dan memang selayaknya, kami dari Asia-Afrika saling mendekati untuk memperoleh bimbingan dan inspirasi dan kami mencari pada diri sendiri pengalaman dan kebijaksanaan yang telah terhimpun pada bangsa-bangsa kami.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah Tuan-tuan tidak berpendapat bahwa Asia dan Afrika mungkin memiliki suatu amanat dan suatu cara untuk seluruh dunia?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Anggota filsafah Inggris Bertrand Russell yang ulung itulah yang pernah berkata bahwa ummat manusia sekarang terbagi dalam dua golongan. Yang satu menganut ajaran Declaration of American Independece dari Thomas Jefferson. Golongan lainnya menganut ajaran Manifesto Komunis.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Maafkan, Lord Russell, akan tetapi saya kira tuan melupakan sesuatu. Saya kira Tuan melupakan adanya lebih dari pada seribu juta rakyat, rakyat Asia dan Afrika, dan mungkin pula rakyat-rakyat Amerika Latin, yang tidak menganut ajaran Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence. Camkanlah, kami mengagumi kedua ajaran itu, dan kami telah banyak belajar dari keduanya itu dan kami telah diilhami, oleh keduanya itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">S</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">iapakah yang tidak akan dapat ilham dari kata-kata dan semangat Declaration of Independence itu! “Kami menganggap kebenaran-kebenaran ini sebagai suatu, yang tak dapat disangkal lagi : bahwa manusia diciptakan dengan hak-hak yang sama, bahwa mereka diberikan oleh AI Chalik hak-hak tertentu yang tak dapat diganggu-gugat, dan bahwa diantara hak-hak itu adalah hak untuk hidup, hak kemerdekaan dan hak mengejar kebahagiaan &quot;. Siapakah yang terlibat dalam perjuangan untuk kehidupan dan kemerdekaan nasional; tak akan diilhami! Dan sekali lagi, siapakah diantara kita, yang berjuang menegakkan suatu masyarakat, yang adil dan makmur diatas puing-puing kolonialisme, tak akan diilhami oleh bayangan kerjasarna dan perkembangan ekonomi yang dicetuskan oleh Marx dan Engels!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sekarang telah terjadi suatu konfrontasi diantara kedua pandangan itu, dan konfrontasi itu membahayakan, tidak hanya untuk mereka yang berhadapan tetapi juga untuk bagian dunia lainnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya tidak dapat berbicara atas nama negara-negara Asia dan Afrika lainnya ? saya tidak diberi kuasa untuk itu, dan bagaiamanapun juga mereka sendiri cakap untuk mengemukakan pandangannya masing?masing. Akan tetapi saya diberi kuasa ? bahkan ditugaskan ? untuk berbicara atas nama bangsa saya yang berjumlah sembilan puluh dua juta itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sepeirti saya katakan; kami telah membaca dan mernpelajari kedua dokumen yang pokok itu: Dari masing-masing dokumen itu banyak yang telah kami ambil dan kami buang apa yang tak berguna bagi kami, kami yang hidup dibenua Iain dan beberapa generasi kemudian. Kami telah mensintesekan apa yang kami perlukan dari kedua dokumen itu, dan ditinjau dari pengalaman serta dari pengetahuan kami sendiri, sintese itu telah kami saring dan kami sesuaikan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jadi, dengan minta maaf kepada Lord RusselI yang saya hormati sekali, dunia ini tidaklah seluruhnya terbagi dalam dua fihak seperti dikiranya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Meskipun kami telah mengambil sarinya, dan meskipun kami telah mencoba mensintesekan kedua dokumen yang peting itu; kami tidak dipimpin oleh keduanya itu saja. Kami tidak mengikuti konsepsi liberal ataupun konsepsi komunis. Apa gunanya? Dari pengalaman kami sendiri dan dari sejarah kami sendiri tumbuhlah sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh lebih sesuai, sesuatu yang jauh lebih cocok.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan sesuatu konsepsi dan cita-cita. Jika mereka tak memilikinya atau jika konsepsi dan cita-cita itu menjadi kabur dan usang, maka bangsa itu ada dalam bahaya. Sejarah Indonesia kami sendiri memperlihatkannya dengan jelas, dan demikian pula halnya dengan sejarah seluruh dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sesuatu &quot;itu kami namakan&quot; Panca Sila &quot;. Ya, &quot;Panca Sila&quot; atau Lima Sendi Negara kami. Lima Sendi itu tidaklah langsung berpangkal pada Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence. Memang, gagasan-gagasan dan cita?cita ITU, mungkin sudah ada sejak berabad-abad telah terkandung dalam bangsa karni. Dan memang tidak mengherankan bahwa faham-faham mengenai kekuatan yang besar dan kejantanan itu telah timbul dalam bangsa kami selama dua ribu tahun peradaban kami dan selama berabad-abad keberhasilan bangsa, sebelum imperialisme menenggelamkan kami pada suatu saat kelemahan nasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">J</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">adi berbicara tentang Panca Sila dihadapan Tuan-tuan, saya mengemukakan intisari dari peradaban kami selama dua ribu tahun.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah Lima Sendi itu? la sangat sederhana : pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, kedua Nasionalisme, ketiga Internasionalisme, ke-empat Demokrasi dan kelima Keadilan Sosial,</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perkenankanlah saya sakarang menguraikan sekedarnya tentang kelima pokok itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Bangsa saya meliputi orang-orang yang menganut berbagai macam agama. Ada yang Islam, ada yang Kristen ada yang Budha dan ada yang tidak menganut sesuatu agama. Meskipun demikian untuk delapan puluh lima persen dari sembilan puluh dua juta rakyat kami, bangsa Indonesia terdiri dari para pengikut Islam. Berpangkal pada kenyataan ini, dan mengingat akan berbeda-beda tetapi bersatunya bangsa kami, kami menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai yang paling utama dalam filsafah hidup kami. Bahkan mereka yang tidak percaya kepada Tuhanpun, karena toleransinya yang menjadi pembawaan, mengakui bahwa kepercayaan kepada Yang Maha Kuasa merupakan karakteristik dari bangsanya, sehingga mereka menerima Sila pertama ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kemudian sebagai nomor dua ialah Nasionalisme. Kekuatan yang membakar dari nasionalisme dan hasrat akan kemerdekaan mempertahankan hidup kami dan memberi kekuatan kepada kami sepanjang kegelapan penjajahan yang lama, dan selama berkobarnya pejuangan kemerdekaan. Dewasa ini kekuatan yang membakar itu masih tetap menyala-nyala didada kami dan tetap memberi kekuatan hidup kepada kami! Akan tetapi nasionalisme kami sekali-kali bukanlah Chauvinisme. Kami sekali-kali tidak menganggap diri kami lebih unggul dari bangsa-bangsa lain. Kami sekali-kali tidak pula berusaha untuk memaksakan kehendak kami kepada bangsa-bangsa lain. Saya mengetahui benar-benar bahwa istilah “nasionalisme” dicurigai, bahkan tidak terpercaya di negara-negara Barat. Hal ini disebabkan karena Barat telah memperkosa dan memutar balikan nasionalisme. Padahal nasionalisme yang sejati masih tetap berkobar-kobar di negara-negara Barat. Jika tidak demikian, rnaka Barat tidak akan menantang dengan senjata chauvinisme Hitler yang agresif.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidakkah nasionalisme ? sebutlah jika mau, patriotisme - mempertahankan kelangsungan hidup semua bangsa? Siapa yang berani menyangkal bangsa, yang melahirkan dia? Siapa yang berani berpaling dari bangsa, yang menjadikan dia? Nasionalisme adalah mesin besar yang menggerakkan dan mengawasi semua kegiatan internasional kita; nasionalisme adalah sumber besar dan inspirasi agung dari kemerdekaan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Nasionalisme kami di Asia dan Afrika tidaklah sama dengan yang ada pada sistem Negara-negara Barat. Di Barat, nasionalisme berkembang sebagai kekuatan yang agresif yang mencari ekspansi serta keuntungan bagi ekonomi nasionalnya. Nasionalisme di Barat adalah kakek dari imperialisme, yang bapaknya adalah Kapitalisme. Di Asia dan Afrika dan saya kira juga di Amerrka Latin, nasionalisme adalah gerakan pembebasan, suatu gerakan protes terhadap imperialisme dan kolonialisme, dan suatu jawaban terhadap penindasan nasionalisme-chauvinis yang bersumber di Eropah. Nasionalisme Asia dan Afrika serta Nasionalisme Amerika Latin tidak dapat ditinjau tanpa memperhatikan inti sosialnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Di Indonesia kami menganggap inti sosial itu sebagai pendorong untuk mencapai keadilan dan kemakmuran. Bukankah itu tujuan yang baik yang dapat diterima oleh semua orang? Saya tidak berbicara hanya tentang kami sendiri di Indonesia, juga tidak hanya tentang Saudara-saudara saya di Asia dan Afrika serta Amerika Latin. Saya berbicara tentang seluruh dunia. Masyarakat adil dan makmur dapat merupakan cita-cita dan tujuan semua orang.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mahatma Gandhi pernah berkata: “Saya seorang nasionalis, akan tetapi nasionalisme saya adalah perikemanusiaan”. Kamipun berkata demikian. Kami nasionalis, kami cinta kepada bangsa kami dan kepada semua bangsa. Kami nasionalis karena kami percaya bahwa bangsa-bangsa adalah sangat penting bagi dunia dimasa sekarang ini, dan kami tetap demikian, sejauh mata dapat memandang kemasa depan. Karena kami nasionalis, maka kami mendukung dan menganjurkan nasionalisme dimana saja kami jumpainya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" dataSmce-mark="1">S</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ila ketiga kami adalah Internasionalisme. Antara Nasionalisme dan Internasionalisme tidak ada perselisihan atau pertentangan. Memang benar, bahwa internasionalisme tidak akan dapat tumbuh dan berkembang selain diatas tanah yang subur dari nasionalisme. Bukankah Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa itu merupakan bukti yang nyata dari hal ini? Dahulu ada Liga Bangsa-Bangsa. Kini ada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Nama-nama itu sendiri menunjukan bahwa bangsa-bangsa mengingini dan membutuhkan suatu badan internasional, dimana setiap bangsa mempunyai kedudukan yang sederajat. Internasionalisme sama sekali bukan kosmopolitanisme, yang merupakan penyangkalan terhadap nasionalisme, yang anti-nasional dan memang bertentangan dengan kenyataan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Harap keempat adalah Demokrasi. Demokrasi bukanlah monopoli atau penemuan dari aturan sosial Barat. Lebih tegas, demokrasi tampaknya merupakan keadilan asli dari manusia, meskipun diubah untuk disesuaikan dengan kondisi-kondisi sosial yang khusus.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Selama ribuan tahun dari peradaban Indonesia, kami telah mengembangkan bentuk-bentuk demokrasi Indonesia. Kami percaya bahwa bentuk-bentuk ini memiliki pertalian dan arti internasional. Ini adalah soal saya bicarakan kemudian.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akhirnya, Silahkan yang penghabisan dan yang terutama adalah Keadilan Sosial. Pada Keadilan Sosial ini kami rangkaikan kemakmuran sosial, karena kami menganggap kedua hal ini tidak dapat dipisah-pisahkan. Benar, hanya suatu masyarakat yang makmur dapat merupakan masyarakat yang adil, meskipun kemakmuran itu sendiri bisa bersemayam dalam ketidak-adilan sosial.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Demikianlah Panca Sila kami. Ketuhanan Yang Maha Esa, Nasionalisme, Internasionalisme, Demokrasi dan Keadilan Sosial.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidaklah termasuk tugas saya hari ini untuk menguraikan bagaimana kami berusaha, dalam kehidupan dan urusan nasional kami, menggunakan dan melaksanakan Panca Sila. Jika saya menguraikan hal ini, maka ini akan mengganggu keramah-tamahan badan internasional ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akan tetapi saya sungguh-sungguh percaya bahwa Panca Sila mengandung lebih banyak daripada arti nasional saja. Panca Sila mempunyai arti universal dan dapat digunakan secara internasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">T</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">idak sorangpun akan membantah unsur kebenaran dalam pandangan yang dikemukakan oleh Bertrand Russell itu. Sebagian besar dari dunia telah terbagi menjadi golongan yang menerima gagasan dan prinsip-prinsip Declaration of American Independence dan golongan yang menerima gagasan dan prinsip-prinsip Manifesto Komunis. Mereka yang menerima gagasan yang satu menolak gagasan yang lain, dan terdapatlah bentrokan atas dasar ideologis maupun praktis.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kita semuanya terancam oleh bentrokan ini dan kita merasa khawatir karena bentrokan ini. Apakah tidak ada sesuatu tindakan yang dapat diambil terhadap ancaman ini? Apakah hal ini harus berlangsung terus dari generasi ke generasi, dengan kemungkinan pada akhirnya akan meletus menjadi lautan api yang akan menelan kita semuanya? Apakah tidak ada suatu jalan keluar?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jalan keluar harus ada. Jika tidak ada, maka semua musyawarah kita, semua harapan kita, semua perjuangan kita akan sia-sia belaka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami bangsa Indonesia tidak bersedia bertopang dagu, sedangkan dunia menuju kejurang keruntuhannya. Kami tidak bersedia bahwa fajar cerah dari kemerdekaan kami diliputi oleh awan radio-aktif. Tidak satupun diantara bangsa-bangsa Asia atau Afrika akan bersedia menerima hal ini. Kami memikul pertanggungan jawab terhadap dunia, dan kami siap menerima serta memenuhi pertanggungan jawab itu. Jika itu berarti turut-campur dalam apa yang tadinya merupakan urusanurusan Negara-Negara Besar yang dijauhkan dari kami, maka kami akan bersedia melakukannya. Tidak ada bangsa Asia dan Afrika manapun juga yang akan menyingkiri tugas itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Bukankah jelas, bahwa bentrokan itu timbul terutama karena ketidak-samaan? Di dalam suatu bangsa, adanya yang kaya dan miskin, dan dihisap dan yang menghisap, menimbulkan bentrokan. Hilangkan penghisapan, dan bentrokan itu akan lenyap, karena sebab yang menimbulkan bentrokan itu telah tidak ada,</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Diantara bangsa-bangsa, jika ada yang kaya dan yang miskin, yang menghisap dan dihisap, akan pula ada bentrokan. Hilangkan sebab yang menimbulkan bentrokan, dan bentrokan itu akan lenyap. Hal ini berlaku, baik internasional maupun didalam suatu bangsa. Dilenyapkannya imperialisme dan kolonialisme meniadakan penghisapan demikian daripada bangsa oleh bangsa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya percaya, bahwa ada jalan keluar daripada konfrontasi ideologi-ideologi ini. Saya percaya bahwa jalan keluar itu terletak pada dipakainya Panca Sila secara universil !</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Siapakah diantara Tuan-Tuan menolak Panca Sila? Apakah wakil-wakil yang terhormat dari Bangsa Amerika yang besar menolaknya? Apakah wakil-wakil yang terhormat dari bangsa Rusia yang besar menolaknya? Ataukan wakil-wakil yang terhormat dari Inggris atau Polandia, atau Perancis atau Cekoslowakia? Ataukah memang ada diantara mereka yang agaknya telah mengambil posisi yang statis dalam Perang Dingin antara gagasan-gagasan dan praktek-paktek, dan yang berusaha tetap berakar sedalam-dalamnya sedangkan dunia menghadapi kekacauan-kekacauan?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Lihatlah, lihatlah delegasi yang mendukung saya ! Delegasi itu bukan terdiri dari pegawai-pegawai negeri atau politikus-politikus profesional. Delegasi ini mewakili bangsa Indonesia. Dalam delegasi ini ada prajurit-prajurit. Mereka menerima Panca Sila, ada seorang ulama islam yang besar, yang merupakan soko guru bagi agamanya. Ia menerima Panca Sila. Selanjutnya da pemimpin Partai Komunis Indonesia yang kuat. Ia menerima Panca Sila. Selanjutnya ada perwakilan dari Kelompok-kelompok Katolik dan Protestan, dari Partai Nasionalis dan organisasi-organisasi buruh dan tani, ada pula wanita-wanita, kaum cendekiawan dan kantor-kantor pemerintahan. Semuanya ya menerima Panca Sila.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">M</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ereka bukannya menerima Panca Sila semata-mata sebagai konsepsi ideologi belaka, melainkan sebagai suatu pedoman yang praktis sekali untuk bertindak. Mereka diantara bangsa saya yang berusaha menjadi pepmimpin tetapi menolak Panca Sila, ditolak pula oleh bangsa Indonesia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Bagaimana penggunaan secara internasional dari Panca Sila? Bagaimana Panca Sila itu dapat dipraktekan? Marilah kita tinjau kelima pokok itu satu demi satu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa. Tidak seorangpun yang menerima Declaration Of American Independence sebagai pedoman untuk hidup dan bertindak, akan menyangkalnya. Begitu pula tidak ada seorang pengikutpun dari Manifesto Komunis, dalam forum internasional ini akan menyangkal hak dan untuk percaya kepada Yang Maha Kuasa. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, saya persilahkan Tuan-tuan yang terhormat bertanya kepada tuan Aidit, Besi cor komuni Parfait Indonesia, yang duduk dalam Delegasi saya yang menerima sepenuhnya baik Manifesto Komunis mapun Panca Sila.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kedua : Nasionalisme. Kita semua adalah wakil-wakil bangsa-bangsa. Bagaimana kita akan dapat menolak nasionalisme? Jika kita menolak nasionalisme, maka kita harus menolak kebangsaan kita sendiri dan menolak pengorbanan-pengorbanan yang telah diberikan oleh generasi-generasi. Akan tetapi saya peringatkan Tuan-tuan : jika Tuan-tuan menerima prinsip nasionalisme, maka Tuan-tuan harus menolak imperialisme. Tetapi pada peringatan itu saya ingin menambahkan peringatan lagi : Jika Tuan-tuan menolak imperialisme, maka secara otomatis dan dengan segera Tuan-tuan lenyapkan dari dunia yang dalam kesukaran ini sebab terbesar yang menimbulkan ketegangan dan bentrokan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ketiga : Internasionalisme. Apakah perlu untuk berbicara dengan panjang lebar mengenai internasionalisme dalam badan in ternasional ini? Tentu tidak ! Jika bangsa-bangsa kita tidak &quot;Internationally minded&quot;, maka bangsa-bangsa itu tidak akan menjadi anggauta organisasi ini. Akan tetapi, internasionalisme yang sejati tidak selalu terdapat disini. Saya menyesal harus mengatakan demikian, akan tetapi hal ini adalah suatu kenyataan. Terlalu sering perserikatan bangsa-bangsa dipergunakan sebagai forum untuk tujuan-tujuan nasional yang sempit atau tujuan-tujuan golongan saja. Terlalu sering pula tujuan-tujuan yang agung dan cita-cita yang luhur dari piagam kita dikaburkan oleh usaha untuk mencari keuntungan nasional atau prestige nasional. Internasionalisme yang sejati harus didasarkan atas persamaan kehormatan, persamaan penghargaan dan atas dasar penggunaan secara praktis dari pada kebenaran, bahwa semua orang adalah saudara. Untuk mengutip piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa – dokumen yang sering kali dilupakan orang itu – internasionalisme itu harus “meneguhkan kembali keyakinan ……berdasarkan hak-hak-yang sama bagi …… bangsa-bangsa, baik besar maupun kecil”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akhirnya, dan sekali lagi, internasionalisme akan berarti berakhirnya imperialisme dan kolonialisme, sehingga dengan demikian berakhirnya banyak bahaya dan ketegangan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Keempat : Demokrasi. Bagi kami bangsa Indonesia, demokrasi mengandung tiga unsur yang pkok. Demokrasi mengandung pertama-tama prinsip yang kami sebut </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mufakat</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"> yakni : kebulatan pendapat. Kedua, demokrasi mengandung prinsip </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perwakilan</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akhirnya demokrasi mengandung, bagi kami, prinsip </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">musyawarah</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">. Ya, demokrasi Indonesia mengandung ketiga prinsip itu, yakni : mufakat, perwakilan dan musyawarah antara wakil-wakil.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">P</span></em><span style="font-size: large;P data-mce-mark="1">erhatikanlah. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa ini adalah organisasi dari bangsa-bangsa yang sederajat, organisasi dari negara-negara yang merupakan kedaulatn yang sederajat, kemerdekaan yang sederajat dan rasa bangga yang sederajat tentang kedaulatan serta kemerdekaan. Satu-satunya cara untuk organisasi ini untuk dapat menjalankan fungsinya secara memuaskan, ialah dengan jalan </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"mufakatt</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"> yang diperoleh dalam </span><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">musyawarah.</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"> Musyawarah harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga, tidak ada saingan antara pendapat-pendapat yang bertentangan, tïdak ada resolusi-resolusi dan resolusi-resolusi balasan, tidak ada pemihakan-pemihakan, melainkan hanya usaha yang teguh untuk mencari dasar umum dalarn memecahkan sesuatu masalah. Dari musyawarah semacam ini timbullah permufakatan, suatu kebulatan pendapat, yang lebih kuat dari pada suatu resolusi yang dipaksakan melalui jumlah suara mayoritet, suatu resolusi yang mungkin tidak diterima, atau yang mungkin tidak disukai oleh minoritet.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah saya berbicara idealistis? Apakah saya memimpikan dunia yang ideal dan romantis?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidak ! Kedua kaki saya dengan teguh berpijak ditanah ! Betul saya menengadah kelangit untuk mendapatkan inspirasi akan tetapi pikiran saya tidak berada diawang-awang. Saya tegaskan bahwa cara-cara musyawarah demikian ini dapat dilaksanakan. Cara-cara itu untuk kami dapat dijalankan. Cara-cara itu dapat dijalankan dalam D.P.R. kami, cara-cara itu dapat dijalankan dalam D.P.A. kami, cara-cara itu dapat dijalankan dalam Kabinet kami.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Cara musyawarah ini dapat dijalankan, karena wakil-wakil bangsa kami berkeinginan agar cara-cara itu dapat berjalan. Kaum Komunis menginginkannya, kaum nasionalïs menginginkannya, golongan Islam menginginkannya, dan golongan Kristen menginginkannya. Tentara menginginkannya, baik warga kota maupun rakyat di desa-desa yang terpencil menginginkannya, kaum cendekiawan menginginkannya dan orang yang berusaha dengan sekuat tenaga memberantas buta huruf menginginkannya. Semua menginginkannya, karena semuanya menginginkannya tercapainya tujuan jelas dari Panca Sila, dan tujuan yang jelas itu ialah masyarakat adil dan makmur.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tuan-tuan boleh berkata: &quot;Saya, kita akan menerima kata-kata Presiden Soekaro dan kita akan menerima bukti-bukti yang kita lihat dalam susunan delegasinya di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari ini, akan tetapi kita adalah kaum realis dalam dunia yang kejam. Cara satu-satunya untuk menyelenggarakan pertemuan internasional ialah cara yang dipergunakan dalam menyelenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu dengan resolusi-resolusi, amandemen-amandemen, suara-suara mayoritet dan minoritet”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perkenankanlah saya menegaskan sesuatu. Kami tahu dari pengalaman yang sama pahitnya, sama praktisnya dan sama realistisnya, bahwa cara-cara musyawarah kami dapat pula diselenggarakan dibidang intrnmasional. Dibidang itu cara-cara itu berjalan sama baiknya seperti dibidang nasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Seperti Tuan-tuan ketahui, belum begitu lama berselang, perwakilan dari dua puluh sembilan bangsa-bangsa dari Asia dan Afrika berkumpul di Bandung. Pemimpin-pemimpin bangsa-bangsa itu bukan pemimpin pengelamun yang tidak praktis. Jauh dari itu! Mereka adalah pemimpin-pemimpin yang keras dan realistïs dari rakyat dan bangsa-bangsa, sebagian besar diantara mereka lulus dari perjuangan kemerdekaan nasional, semuanya mengetahui benar akan realitet-realitet dari pada kehidupan serta kepemimpinan baik politik maupun internasional.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mereka memiliki pandangan politik yang berbeda-beda, dari ekstrim kanan sampai ekstrim kiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">B</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"Banyak orang dinegara-negara barat tidak dapat percaya bahwa konperensi semacam itu dapat menghasilkan sesuatu yang berguna. Banyak orang bahkan berpendapat bahwa konperensi itu akan bubar dalam keadaan kacau dan saling tuduh-menuduh, terpecah-belah di atas karang perbedaan faham politik.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Konperensi Asia-Afrika diselenggarakan dengan cara-cara musyawarah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dalam konperensi itu tidak ada mayoritet dan minoritet. Tidak pula diadakan pemungutan suara. Dalam konperensi itu hanya terdapat musyawarah dan keinginan umum untuk mencapai persetujuan. Konperensi itu menghasilkan komunike yang dibuat dengan suara bulat, komunike yang merupakan salah suatu yang terpenting dalam windu ini atau mungkin salah satu dokumen yang terpenting dalam sejarah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah Tuan-tuan masih sangsi terhadap manfaat dan efisiensi dari cara musyawarah semacam itu?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya yakin bahwa pemakaian dengan tulus ikhlas dari cara-cara musyawarah demikian ini, akan mempermudah pekerjaan organisasi internasional ini. Ya, berangkali cara ini akan memungkinkan peSudahrjaan yang sebenarnya dari organisasi ini. Cara musyawarah ini akan menunjukkan jalan untuk menyelesaikan banyak masalah-masalah yang makin bertumpuk-tumpuk bertahun-tahun. Cara musyawarah ini akan memungkinkan terselesaikannya masalah-masalah yang tampaknya tidak terpecahkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dan saya minta dengan hormat, hendaknya Tuan-tuan ingat bahwa sejarah memperlakukan mereka yang gagal tanpa mengenal ampun.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Siapakah yang sekarang ini ingat kepada mereka yang membanting-tulang dalam Liga Bangsa-Bangsa? Kita hanya ingat kepada mereka yang telah menghancurkan suatu organisasi negara-negara dari sebagian dunia saja. Kita tidak bersedia bertopang dagu dan melihat organisasi ini, organisasi kita sendiri, dihancurkan karena tidak flexible, atau karena lambat menyambut keadaan dunia yang berobah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah tidak patut dicoba? Jika Tuan-tuan berpendapat tidak, maka Tuan-tuan harus bersedia untuk mempertanggung jawabkan keputusan Tuan-tuan dihadapan mahkamah sejarah.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Akhirnya, di dalam Panca Sila terkandung Keadilan Sosial. Untuk dapat dilaksanakan di bidang internasional, mungkin hal ini akan menjadi keadilan sosial internasional. Sekali lagi, menerima prinsip ini akan berarti menolak kolonialisme dan imperialisme.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Selanjutnya, diterimanya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa keadilan sosial sebagai suatu tujuan, akan berarti diterimanya pertanggungan jawab dan kewajiban-kewajiban tertentu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ini akan berarti usaha yang tegas dan berpadu untuk mengakhiri banyak dari kejahatan-kejahatan sosial, yang menyusahkan dunia kita. Ini akan berarti bahwa bantuan kepada negara-negara yang belum maju dan bangsa-bangsa yang kurang beruntung akan disingkirkan dari suasana Perang Dingin. Ini akan berarti pula pengakuan yang praktis bahwa semua orang adalah saudara dan bahwa sernua orang mempunyai tanggung-jawab terhadap saudaranya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Apakah ini bukan tujuan yang mulia! Apakah ada yang berani menyangkal kemuliaan dan keadilan daripada tujuan ini? Jika ada yang berani menyangkalnya, maka suruhlah ia menghadapi kenyataan! Suruh ia menghadapi si-lapar, suruh ia mengalami sibuta huruf, suruh ia mengahapi si-sakit dan suruhlah ia kemudian membenarkan sangkalannya!</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perkenankanlan saya sekali lagi mengulangi lima sila itu. Ketuhanan Yang Maha Esa; Nasionalisme; Internasionalisme; Demokrasi; Keadilan Sosial.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">M</span></em><span stylM="font-size: large;" data-mce-mark="1">arilah kita selidiki apakah hal-hal itu sebenarnya merupakan suatu sintese yang dapat diterima oleh kita semua. Marilah kita bertanya pada diri sendiri, apakah penerimaan prinsip-prinsip itu akan memberikan suatu pemecahan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh organisasi ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Benar, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak hanya terdiri dari pada piagam Perserikatan BangMeskipun demikianeskipun demikian, dokumen yang bersejarah itu tetap merupakan bintang pembimbing dan ilham organisasi ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dalam banyak hal piagam mencerrninkan konstelasi politik dan kekuatan dari pada saat dilahirkannya. Dalam banyak hal piagam itu tidak mencerminkan kenyataan?kenyataan masa sekarang.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Oleh karena itu rnarilah kita pertimbangkan apakah lima sila yang telah saya kemukakan, dapat memperkuat dan memperbaiki piagam kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya yakin, ya, saya yakin seyakin-yakinnya bahwa diterimanya kelima prinsip itsudahdan dicantumkannya dalam piagam, akan sangat memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saja yakin, bahwa Panca Sila akan menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejajar dengan perkembangan terakhir dari dunia. Saya yakin bahwa Panca Sila akan memungkinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghadapi hari kemudian dengan kesegaran dan kepercayaan. Akhirnya, saya yakin bahwa diterimanya Panca Sila sebagai dasar piagam, akan menyebabkan piagam ini dapat diterima lebih ikhlas oleh semua anggauta, baik yang lama maupun yang baru.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya akan ajukan satu soal lagi dalam hubungan ini. Adalah suatu kehormatan besar bagi suatu negara bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa berkedudukan di dalam wilayahnya. Kita semua benar-benar bersyukur bahwa Amerika Serikat telah memberi tempat yang tetap bagi Orgasisasi kita. Tetapi, mungkin dapat dipersoalkan apakah itu memang tepat.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dengan segala hormat, saya kemukakan bahwa ia mungkin tidak tepat. Bahwasanya kedudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa berada dalam wilayah salah satu negara yang terkemuka dalam Perang Dingin, berarti Perang Dingin telah merembes bahkan sampai kepekerjaan dan administrasi serta rumah-tangga Organisasi kita ini. Sedemikian luasnya sekresi itu, sehingga hadirnya pemimpin bangsa yang besar dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa ini saja sudah menjadi persoalan Perang Dingin dan senjata Perang Dingin, serta alat untuk mempertajam cara kehidupan yang berbahaya serta yang sia-sia itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Marilah kita tinjau apakah tempat kedudukan Organisasi kita tidak perlu dipindahkan dari suasana Perang Dingin. Marilah kita tinjau apakah Asia atau Afrika atau Jenewa akan dapat memberi tempat yang permanen kepada kita, yang jauh dari Perang Dingin, tidak terikat pada salah suatu blok dan dimana para Delegasi dapat bergerak dengan leluasa dan bebas sekehendak mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dengan demikian, mungkin akan diperoleh pengertian yang lebih luas tentang dunia dan masalah-masalahnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya yakin, bahwa suatu negara Asia atau Afrika, mengingat akan keyakinan dan kepercayaannya, dengan senang akan mengunjukkan kemurahan hatinya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa, mungkin dengan menyediakan suatu daerah yang cukup luas, dimana Organisasi itu sendiri akan berdaulat dan dimana perundirgan-perundingan yang penting bagi pekerjaan vital itu dapat dilaksanakan secara aman dan dalam suasana persaudaraan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak lagi merupakan badan seperti yang menandatangani Piagam lima belas tahun yang lalu. Dunia inipun tidak sama dengan yang dahulu. Mereka yang dengan kebijaksanaan berjerih-payah untuk menghasilkan Piagam Organisasi ini, tidak dapat menyangka akan terjelmanya bentuk yang sekarang ini. Diantara orang-orang yang bijaksana dan jauh pandangannya itu, hanya beberapa yang sadar, bahwa akhir imperialisme sudah tampak dan bahwa bila Organisasi ini harus hidup terus, maka ia mesti memberi kemungkinan kepada bangsa-bangsa yang lahir kembali untuk masuk beramai-ramai, berduyun-duyun dan bersemangat.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">T</span></em><spTn style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa seharusnya memecahkan masalah-masalah. Untuk menggunakannya sebagai forum perdebatan belaka, atau sebagai saluran propaganda, atau sebagai sambungan dari politik dalam negeri, berarti memutar-balikkan cita-cita mulia yang seharusnya meresap di dalam badan ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Pergolakan-pergolakan kolonial, perkembangan yang cepat dari daerah-daerah yang belum maju di lapangan teknis, dan masalah perlucutan senjata, semuanya merupakan masalah-masalah yang tepat dan mendesak untuk kita pertimbangkan dan musyawarahkan. Akan tetapi, telah menjadi jelas, bahwa masalah-masalah yang vital ini tidak dapatAkan tetapin secara memuaskan oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang sekarang ini. Sejarah badan ini menunjukkan kebenaran yang menyedihkan dan yang jelas daripada apa yang telah saya katakan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sungguh tidak mengherankan bahwa demikianlah jadinya. Intinya adalah bahwa Organisasi kita mencerminkan dunia tahun Sembilanbelas empatpuluh lima, dan bukan dunia zaman sekarang. Demikianlah halnya dengan semua badan-badannya – kecuali satu-satunya Majelis yang agung ini – dan dengan semua Lembaga-lembaganya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Organisasi dan keanggautaan Dewan Keamanan – badan yang terpenting itu – mencerminkan peta ekonomi, militer dan kekuatan dari dunia tahun Sembilanbelas empatpuluh lima, ketika Organisasi ini dilahirkan dari inspirasi dan angan-angan yang besar. Demikian pula halnya dengan sebagian besar daripada Lembaga-lembaga lainya. Mereka itu tidak mencerminkan bangkitnya negara-negara Sosialis ataupun berkembangnya dengan cepat kemerdekaan Asia dan Afrika.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Untuk memodernisir dan membuat efisien Organisasi kita, barangkali juga Sekretariat di bawah pimpinan Sekretaris jenderalnya, mungkin membutuhkan peninjauan kembali. Dengan mengatakan demikian, saya tidak – sama sekali tidak – mengeritik atau mencela dengan cara apapun Sekretaris Jenderal yang sekarang, yang senantiasa berusaha, dalam kondisi-kondisi yang tak dapat diterima lagi, melakukan tugasnya dengan baik, yang kadang-kadang tampaknya tidak mungkin dilaksanakan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jadi, bagaimanakah mereka bisa efisien? Bagaimanakah anggauta-anggauta kedua golongan dalam dunia ini – yakni golongan-golongan yang merupakan suatu kenyataan dan yang harus diterima – bagaimanakah anggauta-anggauta kedua golongan itu bisa merasa tenang di dalam Organisasi ini dan mempunyai kepercayaan penuh yang diperlukan terhadapnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sejak perang kita telah menyaksikan tiga gejala-gejala besar yang permanen.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Pertama ialah bangkitnya negara-negara sosialis. Hal ini tidak disangka dalam tahun Sembilanbelas empatpuluh lima. Kedua adalah gelombang besar dari emisi nasional dan emansipasi ekonomi yang melanda Asia dan Afrika serta Saudara-saudara kita di Amerika Latin. Saya kira bahwa hanya kita, yang langsung terlibat di dalamnya, dapat menduganya. Ketiga ialah kemajuan ilmiah besar, yang semua bergerak dilapangan persenjataan dan peperangan, akan tetapi yang dewasa ini berpindah kelapangan rintangan dan perbatasan ruang angkasa. Siapakah yang dapat meramalkannya ketika itu?</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Benar, Piagam kita dapat dirubah. Saya menyadari, bahwa ada prosedure untuk melakukan hal ini dan akan tiba waktunya ini dapat dilakukan. Akan tetapi persoalan ini mendesak. Hal ini mungkin merupakan persoalan mati atau hidup bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Janganlah sampai pandangan legalistik yang picik dapat menghalangi dikerjakannya usaha itu dengan segera.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Adalah sama pentingnya bahwa pembagian kursi dalam Dewan Keamanan dan badan-badan serta lembaga-lembaga lainnya harus dirobah. Dalam hal ini saya tidak berpikir dalam istilah blok-blokan, tetapi saya memikirkan betapa sangat perlunya Piagam dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dari badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sekretariat Perserikauan Bangsa-Bangsa, semuanya itu mencerminkan keadaan yang sebenarnya dari dunia kita sekarang ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">K</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ami dan Indonesia memandang organisasi ini dengan harapan yang besar, tetapi juga dengan kekhawatiran yang besar. Kami memandangnya dengan harapan besar, karena pernah berfaedah bagi kami dalam perjuangan untuk kehidupan nasional kami. Kami memandanginya dengan harapan besar, karena kami percaya bahwa hanya organisasi semacam inilah dapat memberikan rangka bagi dunia yang sehat dan aman sebagaimana kami rindukan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami memandanginya dengan kekhawatiran besar, karena kami telah mengajukan suatu masalah nasional yang besar, masalah Irian Barat, kehadapan Majelis ini, dan tiada suatu penyelesaian dapat dicapai. Kami memandanginya dengan kekhawatiran, karena Negara-Negara Besar di dunia telah memasukkan permainan Perang Dingin mereka yang berbahaya itu ke dalam ruangan-ruangannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami memandanginya, dengan kekhawatiran, kalau-kalau Majelis ini akan menemui kegagalan dan akan mengikuti jejak organisasi yang digantikannya, dan dengan demikian melenyapnya dari pandangan mata ummat manusia suatu gambaran daripada suatu masa depan yang aman dan bersatu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Marilah kita hadapi kenyataan bahwa Qrganisasi ini, dengan cara-cara yang dipergunakannya sekarang in dan dalam bentuknya sekarang, adalah suatu hasil sistem Negara Barat. Maafkan saya, tetapi saya tidak dapat menjunjung tinggi sistim itu. Bahkan saya tidak dapat memandanginya dengan rasa kasih, meskipun saya sangat menghargainya.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Imperialisme dan kolonialisme adalah buah dari sistem negara Barat itu, dan seperasaan dengan mayoriteit yang luas dari pada Organisasi ini, saya benci pada imperialisme, saya jijik pada kolonialisme, dan saya khawatir akan akibat-akibat perjuangan hidupnya yang terakhir yang dilakukan dengan sengitnya. Dua kali didalam masa hidup saya sendiri sistim Negara Barat itu telah merobek-robek dirinya sendiri dan pernah hampir saja menghancurkan dunia dalam suatu bentrokan yang sengit.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Herankah Tuan-tuan, bahwa banyak diantara kami memandang Organisasi yang jugHerankah Tuan-tuansistim Negara Barat itu dengan penuh pertanyaan? Janganlah Tuan-tuan salah mengerti. Kami menghormati dan mengagumi sistim telah di-ilhami oleh kata-kata Lincoln dan Lenin, oleh perbuatan-perbuatan Washington dan oleh perbuatan-perbuatan Garibaldi. Bahkan, mungkin, kami melihat dengan irihati kepada beberapa diantara hasil-hasil fisik yang dicapai oleh Barat. Tetapi kami bertekad bahwa bangsa-bangsa kami, dan dunia sebagai keseluruhan, tidak akan menjadi permainan dari satu bagian kecil dari dunia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami tidak berusaha mempertahankan dunia yang kami kenal, kami berusaha membangun suatu dunia yang baru, yang lebih baik !</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Kami berusaha membangun suatu dunia yang sehat dan aman. Kami berusaha membangun suatu dunia, dimana setiap orang dapat hidup dalam suasana damai. Kami berusaha membangun suatu dunia, dimana terdapat keadilan dan kemakmuran untuk semua orang. Kami berusaha membangun suatu dunia, dimana kemanusiaan dapat mencapai kejayaannya yang penuh.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Telah dikatakan bahwa kita hidup di tengah-tengah suatu Revolusi Harapan Yang Meningkat. Ini tidak benar ! Kita hidup di tengah-tengah Revolusi Tuntutan Yang Meningkat. Mereka yang dahulunya tanpa kemerdekaan, kini menuntut kemerdekaan. Mereka yang dahulunya tanpa suara, kini menuntut, agar suaranya di dengar.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Mereka yang dahulunya kelaparan, kini menuntut beras, banyak-banyak dan setiap hari. Mereka yang sebelumnya buta huruf, kini menuntut pendidikan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Seluruh dunia ini merupakan suatu sumber-sumber tenaga Revolusi yang besar, suatu gudang mesiu revolusioner yang besar.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidak kurang dari tiga-perempat ummat manusia terlibat di dalam Revolusi Tuntutan Yang Meningkat, dan inï adalah Revolusi Maha hebat sejak manusia untuk pertama kalinya berjalan dengan tegak disuatu dunia yang murni dan menyenangkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Berhasil atau gagalnya Organisasi ini akan dinilai dari hubungannya dengan Revolusi Tuntutan Yang Meningkat itu. Generasi-generasi yang akan datang akan memuji atau mengutuk kita atas jawaban kita terhadap tantangan ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">K</span></em><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">ita tidak berani gagal. Kita tidak beraKi membelakangi sejarah. Jika kita berani, kita sungguh tidak akan tertolong lagi. Bangsa saya bertekad tidak akan gagal. Saya tidak berbicara kepada Tuan-tuan karena lemah, saya berbicara karena kuat. Saya sampaikan kepada Tuan-tuan dalam dari sembilan puluhdua juta rakyat dan saya sampaikan kepada Tuan-tuan tuntutan bangsa itu. Kita mempunyai kesempatan untuk bersama-sama membangun suatu dunia yang lebih baik, suatu dunia yang lebih aman. Kesempatan ini mungkin tidak akan ada lagi. Maka peganglah, genggamlah kuat-kuat, dan pergunakanlah kesempatan itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tidak seorangpun yang mempunyai kemauan baik dan kepribadian, akan menolak harapan-harapan dan keyakinan-keyakinan yang telah saya kemukakan atas nama bangsa saya, dan sesungguhnya atas nama seluruh ummat manusia. Maka marilah kita berusaha, sekarang juga dengan tidak menunda lagi, mewujudkan harapan-harapan itu menjadi kenyataan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Sebagai suatu langkah yang praktis kearah ini, maka merupakan kehormatan dan tugas bagi saya untuk menyampaikan suatu Rancangan Resolusi kepada Majelis Umum ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Atas nama-Delegasi Delegasi Ghana, India, Republik Persatuan Arab, Yugoslavia dan Indonesia, saya sampaikan dengan ini resolusi sebagai berikut :</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">MAJELIS UMUM,</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">MERASA SANGAT CEMAS berkenaan dengan memburuknya hubungan-hubungan internasional akhir-akhir ini, yang mengancam dunia dengan konsekwensi-konsekwensi berat;</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">MENYADARI harapan besar dari dunia ini bahwa Majelis ini akan membantu dalam menolong mempersiapkan jalan kearah keredaan ketegangan dunia;</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">MENYADARI tanggung jawab yang berat dan mendesak yang terletak di atas bahu Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengambil inisiatif dalam usaha-usaha yang dapat membantu;</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">“<span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"&quot;nta sebagai langkah pertama yang mendesak, agar Presiden Amerika Seríkat dan Ketua Dewan Menteri Republik-Republik Sovyet Sosialis memulai kembali kontak-kontak mereka yang telah terputus baru-baru ini, sehingga kesediaan yang telah mereka nyatakan untuk mencari dengan perundingan-perundingan pemecahan masalah-masalah yang terkatung-katung dapat dilaksanakan secara progresif”.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Tuan Ketua, perkenankanlah saya memohon, atas nama Delegasi-Delegasi kelima negara tersebut di aTuan Ketuaa resolusi ini mendapat pertimbangan Tuan yang segera. Sepucuk surat dengan maksud itu, ditandatangani oleh para Ketua Delegasi-Delegasi dari Ghana, India, Republik Persatuan Arab, Yugoslavia Indonesia Dan, telah disampaikan kepada Sekretariat.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya sampaikan Rancangan Resolusi ini atas nama kelima Delegasi itu dan atas nama jutaan rakyat yang hidup di negara-negara itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Menerima Resolusi ini merupakan suatu langkah yang mungkin dan langsung dapat diselenggarakan. Maka hendaknya Majelis Umum ini menerima Resolusi ini secepat-cepatnya. Marilah kita mengambil langkah praktis itu kearah peredaan ketegangan dunia yang membahayakan. Marilah kita menerima Resolusi ini dengan suara bulat, sehingga segenap tekanan dari kepentingan dunia dapat dirasakan. Marilah kita mengambil langkah pertama ini, dan marilah kita bertekad untuk melanjutkan kegiatan dan desakan kita sampai tercapainya dunia yang lebih baik dan lebih aman seperti yang kita bayangkan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Ingatlah apa yang telah terjadi sebelumnya. Ingatlah akan perjuangan dan pengorbanan yang dialami oleh kami, anggauta-anggauta baru dari Organisasi ini. Ingatlah bahwa usaha keras kita telah disebabkan dan diperpanjang oleh penolakan dasar-dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami bertekad agar hal ini tidak akan terjadi lagi.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Bangunlah dunia ini kembali! Bangunlah dunia ini kokoh dan kuat dan sehat! Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam dunia damai dan persaudaraan. Bangunlah dunia yang sesuai dengan impian dan cita-cita ummat manusia. Putuskan sekarang hubungan dengan masa lampau, karena fajar sedang menyingsing. Putuskan sekarang hubungan dengan masa-lampau, sehingga kita bisa mempertanggung jawabkan diri terhadap masa depan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Saya memanjatkan do’a hendaknya Yang Maha Kuasa memberi Rachmat dan Bimbingan kepada permusyawaratan Majelis ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Terima kasih!</span></p>
<p style="text-align: justify;">================================================ </p>
<p style="text-align: justify;">Menterjemahkan : Google (Tidak diedit BELUM)</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pidato Presiden Majelis Umum Republik Indonesia ke Prabayar &#8211; XV tanggal 30 September 1960</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mr. Pembicara, Anda Honor, Utusan dan Wakil terhormat,<br />
Today, dalam pSeptember 1960ajelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Saya merasa tertekan oleh rasa tanggung jawab yang besar. Saya kagum untuk berbicara sebelum pertemuan terlebih kuat dari pada sebagai negarawan yang bijaksana dan berpengalaman dari timur dan barat, from the north and from the south, from the nations of the old and the young nations of the new natdari utara dan dari selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya telah berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa lidah saya bisa menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaan hati saya, and I also pray that these words will resonate in their hearts to hear it.<br />
Saya senang untuk mengucapkan selamat kepada Mr. Ketua atas pengangkatannya ke jabatan tinggi dan konstruktif. I also feel delighted to convey on behalf of the nation I extend a very cordial welcome to the new member of the Armed sixteenth Perserikata Nations.</p>
<p style="text-align: justify;">Islam suci mandat sesuatu kepada kita pada saat ini. Alquran mengatakan: &#8220;O, semua orang, sebenarnya saya telah membuat Anda semua pria dan wanita, bahwa Anda bangsa-bangsa dan suku-suku sehingga Anda semua tahu-tahu satu sama lain. Lihatlah lebih mulia di antara kamu sekalian, adalah lebih saleh untuk Me &#8220;.<br />
Dan juga Alkitab Kristen beramanat pada kita. &#8220;Semua kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara mereka yang diperkenanNya&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya benar-benar merasa sangat tersentuh mata saya dari Majelis. Berikut adalah bukti kebenaran perjuangan yang berjalan generasi. Here is the proof,bahwa pengorbanan dan penderitaan telah mencapai tujuannyan. Berikut adalah bukbahwa keadilan mulai berlakuo force, and that some great evil is to be removed.<br />
Furthesambil melepaskan pandangan saya kepada Majelis inissembly, hati saya dipenuhi dengan sukacita yang besar dan besar. Terlihat jelas di mata saya fajar hari yang baru, dan matahari kebebasan dan emansipasi, matahari lama kita impikan, has been published in Asia and Africa.</p>
<p style="text-align: juhari ini;">Now, today, hanya berbicara di depan para pemimpin bangsa, dan pembangun bangsa. However, tidak langsung, Saya juga berbicara dengan tuan-tuan mewakili, kepada mereka yang mengutus pria di sini, kepada mereka yang memiliki pria mempercayakan tangan masa depan mereka. Saya benar-benar berharap bahwa kata-kata saya akan bergema di hati mereka, dalam hati nurani umat manusia, dalam hati begitu banyak yang telah memicu teriakan sukacita, begitu banyak teriakan penderitaan dan patah-harapan, and so much love and laughter .<br />
Hari ini Presiden Soekarno yang berbiSoekarnoelum tuan-tuan. But more than that, dia adalah seorang manusia, Soekarno, Saya berbicara kepada Tuan-tuan atas nama rakyat sayaluarga umat manusia. I spoke to the gentlemen on behalf of my people, those 92 juta nomor disuatu kepulauan jauh dan luas, 92 juta orang yang mengalami hidup penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, 92 million people who have built up a state on the ruins of an empire.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka melakukan, dan orang-orang Asia dan Afrika, rakyat benua Amerika dan benua Eropa serta rakyat benua Australia, adalah menonton dan mendengarkan dan berharap-harap cemas. Organization of the United Nations is to them a hope for the future and a possible fine for today.<br />
Keputusan untuk menghadiri Majelis Umum bukanlah keputusan yang mudah bagi saya. Orang saya sendiri menghadapi banyak masalah, sedangkan waktu untuk memecahkan masalah itu selalu sangat terbatas. However, this trial may be the most important Assembly ever held and we all have a responsibility to the world as a whole in addition to the nations of each of us.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak seorang pun dari kita dapat menghindari tanggung jawab itu, dan tentu tidak ada yang mau untuk menghindari. Saya dengan tegas percaya bahwa para pemimpin negara-negara negara-negara yang lebih muda dan dilahirkan kembali dapat memberikan kontribusi yang sangat positif untuk memecahkan begitu banyak masalah yang dihadapi organisasi dan dunia pada umumnya. Indeed, Saya percaya bahwa orang akan mengatakan sekali lagi bahwa: &#8220;Dunia barKolonialisme memiliki hubungan dengan keamananangan dunia lama.&#8221;<br />
Hal ini jelas bahwa dalam dunia sekarang ini kita semua saling berhubungan masalah. Colonialism has ties with security; keamanan memiliki hubungan dengan masalah perdamaian dan perlucutan senjata; perlucutan senjata secara damai terkait dengan perkembangan negara-negara yang belum berkembang. Well, semua yang ada hubungannya dengan satu sama lain-bersangkut. Ketika kita akhirnya berhasil memecahkan satu masalah, itu membuka jalan bagi penyelesaian isu-isu lain. Jika kita berhasil memecahkan masalah seperti perlucutan senjata, it will tersedialah funds needed to help nations that are in need of assistance.</p>
<p style="text-align: justify;">However, apa yang dibutuhkan adalah bahwa semua masalah harus diselesaikan dengan menggunakan prinsip-prinsip yang telah disetujui. Setiap usaha untuk memecahkannya dengan menggunakan kekerasan, atau ancaman kekerasan, atau memiliki kekuatan, itu akan gagal bahkan akan mengakibatkan masalah ldan semua bangsa harus menerima dasar iturus diikuti adalah prinsip kesetaraan kedaulatan semua negara, yang pasti tidak selain, adalah penggunaan hak asasi manusia. dan hak-hak nasional. Untuk semua bangsa akan ada: dasar satu, and all nations must accept that basis, for the protection of himself and the salvation of mankind.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika boleh saya katakan, kami dari memperhatikan Indonesia khusus untuk semua PBB. Kami memiliki keinginan yang sangat khusus bahwa organisasi ini tumbuh dan berkembang. Karena tindakannya, perjuangan untuk kemerdekaan nasional dan kehidupan kita sendiri telah dipersingkat. Saya katakan dengan keyakinan penuh, bahwa kami perjuangan, namubahwa perjuangan kami akan berhasil baikundengan atau tanpa kegiatan Perserikatan Bangsa-Bangsangan yang efisien dan telah mencegah banyak pengorbanan dan penderitaan dan kehancuran, both on our part and on the part of our opponents.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa saya percaya, that our struggle will succeed either, with or without the activities of the UnitedKita semuans? Saya yakin akan hal itu karena mereka adalah dua alasan. First, Saya tahu orang-orangku: Saya tahu haus yang tiada terhingga akan kemerdekaan nasional mereka, dan saya sadar tekad. Secondly, I am sure of that because the course of historySekali lagi saya katakanyle="text-align: justify;">We all, di mana saja di dunia ini, hidup di zaman pembangunan bangsa-bangsa dan runtuhnya kerajaan, Ini adalah waktu munculnya bangsa dan agitasi nasionalisme. Menutup mata terhadap fakta itu buta terhadap sejarah, takdir dan menolak untuk mengabaikan kenyataanLambat dan tak terelakkanivatau cepat dan tak terelakkannations.<br />
Proses ini tidak bisa dihindari dan merupakan hal yang pasti-kadang lambat dan tak terelakkan, seperti lava menuruni lereng guning api-di Indonesia, kadang-kadang cepat dan tak terelakkan, berbagi terobosan airbah dari belakang bendungan yang dibangun tidak sempurna . Slow and inevitable, or a rapid and inevitable, the victory of the national struggle is a certainty.</p>
<p style="text-aliDalam hal ini kita tidak hanya berjuang untuk kepentingan kita sendirikan di seluruh dunia, maka dunia kita akan menjadi tempat yang lebih baik; akan menjadi tempat yang lebih bersih dan sehat. KitaLima tahun yang laluerhenti berjuang saat ini, ketika kemenangan sudah muncul, sebaliknya kita harus melipatgandakan usaha kita. Kami membuat janji untuk masa depan dan itu harus dipenuhiSaya tidak akan menghitungnyanot only fighting for our own interests, tetapi kita berjuang untuk kepentingan keluarga umat manusia seluruh, yes, we struggle even for those we are about.<br />
Five yeaKemarin Asialuh sembilan negara Asia dan Afrika telah mengirim utusan kekota Bandung Indonesia. Dua puluh sembilan negara Asia dan Afrika. Now, berapa banyak negara merdeka ada? I would not count them, tapi tolong Lewat Majelis sekarang! Dan mari kita mengatakan jika aku benar, ketika saya mengatakan sudah waktunya pembangunan bangsa, dan sekarang munculnya negara. Yesterday Asia, dan itu adalah proses yang belum selesai. Now, Afrika, dan bahkan kemudian adalah proses, yes, not finished.<br />
After all, tidak semua bangsa Asia dan Afrika diwakili di sini. Organisasi bangsa-bangsa telah melemah selama bangsa masih menolak representasi, and especially a nation that was old and wise and strongKami akan terus melakukannyan: justify;">Maksudku Cina. Maksudku apa yang sering disebut Tiongkok Komunis, yang bagi kita adalah Cina hanya benar. Organization of nations greatly weakened precisely because he rejected membership in the world&#8217;s largest nation yan.<br />
Setiap tahun kami mendukung penerimaan Cina ke PBB sebagai anggota. We will continue to do so. Kami tidak memberikan dukungan itu hanya karena kami memiliki hubungan yang baik dengan negara itu. Dan tentu saja tidak menyetujui hal idan dengan demikiana kita memberikan sesuatu alasan partisan. No, kami berdiri pada masalah ini dipandu oleh realisme politik. Dengan picik yang mengecualikan bangsa yang besar, besar dan kuat bangsa dalam pengertian kwantitet, budaya karakter dari peradaban kuno, penuh kekuasaan dan kekuatan ekonomi orang, dengan mengesampingkan orang-orang, kami akan melemahkan organisasi internasional, and thus , better keep him away from the needs and our ideals.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami bertekad untuk membuat PBB yang kuat dan universal dan mampu memenuhi fungsi yang layak. Itulah sebabnya kami selalu memberikan partisipasi tindak sokongann Cina di masyarakat kita. After all, perlucutan senjata merupakan kebutuhan mendesak di dunia ini. Isu yang paling penting dari semua masalah yang harus dinegosiasikan dan diselesaikan dalam rangka organisasi. Tapi bagaimana untuk mencapai perlucutan senjata perlucutan senjata yang realistis, jika Cina, yang merupakan salah satu negara terkuat di dunia, tidak diikuti untuk memasukkan dalam pembahasan Anda yang?<br />
Represented China in the United Nations would be to involve the country in a constructive world problems and thus will actually strengthen the institution.<br />
Tahun 1960, Majelis Umum kembali berkumpul dalam sidang tahunan. Namun Majelis Umum ini seharusnya tidak hanya dianggap Seperti dengan beberapa sidang rutin lainnya, dan jika demikian dianggap, bila dianggap sebagai sidang rutin, then most likely jealous of the whole international organizations threatened with destruction.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingat kata-kata saya, itu permohonanku! Jangan memperlakukan masalah yang akan pria yang mengatakan sebagai masalah rutin. Jika Anda melakukan, organisasi ini telah memberi kita harapan untuk 'masa depan, kemungkinan-baik adanya persesuaian internasional, mungkin rusak. Ia mungkin akan lenyap di bawah gelombang lambat sengketa, sebagimana dialami pendahulunya. Jika hal ini terjadi, maka umat manusia secara keseluruhan akan menderita, dan mimpi besar, cita-cita mulia, akan dihancurkan. Ingatlat bukan hanya kata-kata wajah pria. tidak bidak pada papan catur pria menghadapi. Bahwa pria adalah wajah manusia, manusia mimpi, human ideals and the future of all mankind.<br />
Dengan segala ketulusan, Saya katakan: Bangsa Bangsa kita baru merdeka bermaksud berjuang untuk kepentingan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami berniat untuk berjuang untuk sukses dan membuatnya efektif. Badan ini dapat efektif, dan itu akan efektif, hanya ketika fakultas fakultas sepenuhnya jalan mengakui tidak ada keniscayaan sejarah. Badan ini hanya dapat efektif, jika agen mengikuti jalannya sejarah, and not try to stem or divert or obstruct the course of it.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sudah mengatakan, bahwa itu adalah perkembangan bangsa dan runtuhnya kerajaan. Itulah kebenaran. Berapa banyak negara yang telah merdeka sejak penciptaan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa? Berapa banyak negara telah melemparkan rantai penindasan terikat? Berapa banyak kerajaan dibangun di atas penindasan orangSekarangmiliki hacur-leleh? Kita yang tidak memiliki suara, tidak lagi diam. Kami yang tadinya diam di alam kesengsaraan imperialisme tidak lagi diam. Kami meliput perjuangan hidup di bawah penutup dari kolonialisme, no longer concealed.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak hari yang menentukan Empatpulut Lima Sembilan belas tahun dunia telah berubah, dan ia telah berubah ke arah perbaikan. Dari waktu perkembangan bangsa-bangsa telah muncul kemungkinan &#8211; yes, harus &#8211; menjadi dunia yang bebas dari rasa takut, bebas dari inginkan, bebas dari dunia kitan tidak akan ditentukan tanpa kita Majelis Umum, kita dapat mempersiapkan diri untuk menempatkan diri kita di dunia masa depan, the world that we have thought and dreamed and imagined.<br />
Hal ini dapat dilakukan, tetapi hanya jika kita tidak memperlakukan ini sebagai rutinitas pengadilan. Kami harus mengakui, bahwa PBB menghadapi masalah penimbunan, masing-masing menekan, each containing a possible threat to the peace and peaceful kamajuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami menetapkan bahwa nasib dunia, our world, will not be determined without us. Takdir akan ditentukan oleh partisipasi dan kerjasama-serta kita. Keputusan yang penting bagi perdamaian dan masa depan dunia dapat ditentukan disini den sekarang. Berikut dirakit Chiefs Chiefs den Negara Pemerintah. Itu agar organisasi kami. Saya sangat berharap bahwa masalah protokol kaku dan pelanggaran kecil, &#8211; perasaan-perasaan pribadi dan nasional &#8211; will not Hinder dipergunakannya best chance. Peluang seperti ini tidak akan sering ada. Ini harus digunakan sebaik mungkin. Saat ini kami memiliki kesempatan unik untuk menggabungkan diplomasi pribadi dengan diplomasi publik. Mari kita gunakan kesempatan itu. Kesempatan tidak akan kembali lagi!</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat menyadari bahwa kehadiran Kepala begitu banyak Negara dan Pemerintah, memenuhi harapan jutaan orang. They were able to take decisions that are vital to determine a new face for our world and itself a new face for the United Nations.<br />
It is worth at this point to consider the position of the United Nations in relation to the time of development and the rise of nations today.<br />
Saya menyarankan ini: for a nation newborn or a newly born nation-back most valuable possession is the independence and sovereignty.</p>
<p style="text-align: justify;">Maybe &#8211; Saya tidak tahu, tapi mungkin &#8211; yang kira untuk menegakkan kedaulatan dan kekayaan kemerdekaan permata, hanya ada di dalam negara-negara yang baru bakita semua menyambut Mungkin setelah berlalunya beberapa generasi perasaan kebanggaan dan pencapaian cita-cita memudar. Mungkin begitu, suara masa depanBahkaSaya yakina ratus tahun kemudian, merupakan Arnerika jiwa tidak senang mendengar kata-kata dari Deklarasi Kemerdekaan? Adalah seorang Italia yang kini tidak menyambut penggilan Mazzini? Amerika Latin adalah warga negara yang tidak lagi mendengar suara gemahnya San Martin?<br />
Benar-benar, apakah ada warga dunia yang tidak menyambut panggilan dan suara-suarai tu? Kami semua senang, we all welcome, karena suara bersifat universal, baik mengengenai waktu dan tempat. Suara-suara adalah suara penderitaan kemanusiaan, the voice of the future, and we still hear it all the time.<br />
No, I am convinced, benar-benar yakin bahwa dalam kemerdekaan kedaulatan dan nasional ada sesuatu yang kejuga akan memilih mati dan permata secerlang, and much more valuable.<br />
Banyak bangsa di dunia ini telah lama memiliki permata ini. Mereka telah digunakan memilikinya, tapi saya percaya bahwa mereka masih dianggap yang paling dicintai di antara milik mereka, and they would rather die than let her go.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan? Apakah bangsa sendiri Anda tidak akan bersedia menyerahkan kemerdekaannya? Setiap bangsa yang harus disebut bangsa akan memilih untuk mati! Setiap pemimpinya yang pantas untuk disebut seorang pemimpin bangsa manapun, will also choose to die!<br />
Berapa banyak lebih berharga itu adalah untuk kita, yang pernah suatu waktu memiliki permata kemerdekaan dan kedaulatan nasional, dan kemudian merasa mengambil dari kami dengan tangan bandit bersenjata lengkap, dan sekarang kami telah memenangkan lagi!</p>
<p style="text-align: justify;">PBB adalah organisasi menyatakan bahwa setiap bangsa memegang teguh permata sebagai berharga. Kita semua telah berkumpul secara sukarela, sebagai saudara dan sama dalam organisasi ini. The suadara dan sederajat, because we all have an equal sovereignty and we all assume equal sovereignty was equally valuable.<br />
Ini merupakan suatu badan internasional. Badan ini belum super-nasional atau supra-nasional. Badan ini adalah organisasi Serikat Bangsa, and can only work along Countries Nation wills.<br />
Apakah kita semua sepakat untuk menyerahkan sebagian kedaulatan kami untuk tubuh? No, tak pernah. We have received both the Charter and the Charter was signed by the States are sovereign nation and equal full.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini dimungkinkan, bahwa badan tersebut harus mempertimbangkan apakah fakultas-anggautanya harus menyerahkan setiap bagian dari kedaulatan mereka kepada badan internasional. Tetapi jika keputusan seperti itu diambil, keputusan harus diambil secara bebas, dan secara bulat, dan sama. Haruskah diuputuskan sama oleh semua bangsa, kuno dan baru, emerging nations and the long-developed and undeveloped.<br />
Ini bukan sesuatu yang dapat dipaksakan pada bangsa manapun juga. Furthermore, satu-satunya dasar bagi kemungkinan hilangnya semacam persamaan benar. Kedaulatan negara bangsa yang paling baru atau yang paling kecil sama berharganya, yang sama tidak dapat dilanggar, sebagai bangsa yang berdaulat terbesar atau bangsa tertua. Dan, tambahan, any violation of the sovereignty of a nation is a potential threat to all nations kedulatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam gambar ini dunia, kita harus melihat dunia saat ini. Dunia kita terdiri dari salah satu Negara harus, masing-masing sebagai berdaulat dan masing-masing memutuskan untuk menjaga kedaulatan dan kedaulatan individu berhak untuk tetap. Dan sekali lagi saya katakan &#8211; dan saya mengulanginya karena itu adalah dasar pemahaman dunia saat ini &#8211; we live in an age of nation-building.<br />
Kenyataannya adalah jauh lebih penting daripada adanya senjata nuklir, lebih eksplosif daripada bom hidrogin, and prices have a greater potential for the world rather tBaiksplitting the atom.<br />
Keseimbangan dunia telah berubah sejak hari itu pada bulan Juni, lima belas tahun yang lalu, when the Charter was signed in the city of San Franciscco in America when men were bounced back from the hell of war.<br />
Nasib umat manusiaBeberapa bulan yang lalui ditentukan oleh sebuah bangsa yang besar dan kuat beberapa. Juga kita, bangsa-bangsa yang orang-orang muda yang tumbuh, negara lebil kecil, we also are entitled to a voice and that voice will surely reverberate throughout the ages.<br />
Well, kami yakin akan pertangungamungkin kami terhadap masa depan semua bangsa, dan kami senang untuk menerima akuntabilitas dan menjawabnya. Bangsa saya berjanji pada diri sendiri untul bekerja menuju dunia yang lebih baik, bebas dunia perselisihan dan ketegangan, sebuah dunia di mana anak-anak dapat tumbuh dengan bangga dan bebas, dunia di mana keadilaTentu sajaejahteraan berlaku untuk semuaada bahayaa sesuatu yang orang akan menolak janji seperti itu?</p>
<p style="text-align: justify;">A few months ago, sebelum para pemimpin Amerika mKedua blok besarsesingkat itu di Paris, Mr. Khrushchov menjadi tamu kami di Indonesia. Saya menjelaskan kepadanya sangat jelas, bahwa kita menyambut Konferensi Tingkat Tinggi, yang kita mengharapkan sukses, but that we were skeptical.<br />
Empat Besar Negara sendiri, tidak dapat menentukan masalah perang dan perdamaian. Lebih tepatnya, perhaps, mereka memiliki kekuatan untuk menghanKami menderita penganiayaan Koreaereka tidak memiliki hak moral, baik sendiri atau bersama-sama, to try to determine the future ofApakah mereka harus disiksama belas tahun Barat telah dikenal perdamaian, atau setidaknya kurangnnya ketiadaan perang. Of course, ada ketegangan. Indeed, there is a danger. Tapi itu tetap fakta bahwa di tengah-tengah suatu revolusi yang meliputi bahwa kini suara saya diperdengarkan sebagai protesstill in a state of peace. The two large blocks, sebenarnya, telah berhasil dipraktekkankami berhak untuk didengarhun, thus contradicting those who deny the possibility of coexistence.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami di Asia tidak pernah mengenal keadaan damai! Setela kedamaian datang ke Eropa, kami mencicipi hasil dari bom atom. Kami mencicipi revolusi nasional kita sendiri di Indonesia. Kami mencicipi penyiksaan Vietnam. We suffer persecution Korea. Kami masih terus menderita sakit Aljazair. Apa yang sekarang harus beralih ke saudara-saudara kita di Afrika? Do they have to be tortured, sedangkan lukBarat masih dalam keadaan damai
After all, the West is still in a state of peace. Gentlemen mengherankan bahwa kita sekarang menuntut, yes, menuntut pembatalan penyiksaan terhadap kami? Apakah Anda bertanya-tanya Pak, that now my voice is raised in protest?</p>
<p style="text-align: justify;">Kita, yang tidak memiliki suara, memiliki tuntutan dan kebutuhan: we reserve the right to be heard. Kami tidak merchandise, tetapi bangsa-bangsa yang hidup dan kuat, yang memiliki peran dalam dunia ini, and that should make a contribution.<br />
Saya menggunakan kata-kata kasar, dan saya menggunakan kata itu sengaja, karena saya memiliki sikap tegas pada subjek. Saya sengaja menggunakan kata-kata keras, because I talk to my people and because I speak in front of the leaders of nations.<br />
Apart from that, Saya tahu bahwa saudara-saudara saya di Asia dan Afrika memiliki sikap yang sama katanya, even though I do Imperialisme sdan perjuangan untuk mempertahankannyayle="text-align: justify;">Majelis Umum ini tentunya akan menghadapi banyak hal yang penting. Namun tidak ada sesuatu yang lebih penting daripada perdamaian. Dalam hal ini, Saya saat ini tidak membahas hal-hal yang timbul antara Negara utama di dunia. Pertanyaan semacam ini penting untuk kita, dan aku akan kembali ke pertanyaan-pertanyaan. Tapi lihat di seluruh dunia kita. Di banyak tempat terdapat ketegangan dan sumber potensi konflik. Perhatikan tempat dan host akan menghadapi, bahwa hampir tanpa kecuali, imperialisme dan kolonialisme di salah satu dari banyak manifestasi adalah sumber ketegangan atau konflik. Imperialism and colonialism and the continued force of nations is the source of almost all international crimes that threaten our world.<br />
Sebelum kejahatan masa lalu yang terkutuk-end, there will be no tranquility or peace throughout the world.</p>
<p style="text-align: justify;">Imperialism, and the struggle to maintain it, adalah kejahatan besar dari dunia kita. Banyak pria dalam uji coba ini tidak pernah tentang imperialisme. Banyak pria independen lahir dan akan mati bebas. Beberapa pria lahir dari negara-negara yang telah menjalankan imperialisme terhadap yang lain, tetapi tidak pernah menderita sendirian. However, saudara-saudara saya di Asia dan Afrika telah dikenal imperialisme cambuk. Mereka telah menderita. They know the danger and treachery and tenacity.<br />
Kita tahu dengan baik di Indonesia. Kami adalah ahli dalam hal ini! Berdasarkan pengetahuan yang, dan berdasarkan pengalaman yang, I tell gentlemen that continued imperialism in any form is a danger that large and protracted.</p>
<p style="text-align: justify;">Imperialisme belum mati. Yes, berada dalam keadaan sekarat; yes, gelombang sejarah menyapu benteng dan mengikis pondamen-pondamennya; yes, Kemenangan adalah kemandirian tertentu dan nasionalisme. However &#8211; dan tetap dalam pikiran saya mengatakan ini &#8211; sebuah imperialisme sekarat itu berbahaya, as dangerous as a wounded tiger&#8217;s tail in the tropical jungle.<br />
Saya katakan tuan-tuan &#8211; dan saya menyadari bahwa sekarang berbicara dengan saudara-saudara saya di Asia dan Afrika &#8211; perjuangan kemerdekaan selalu dibenarkan dan benar. Mereka yang menentang gerakmaju tak terelakkan kemerdekaan nasional dan penentuan nasib sendiri, buta: they are trying to restore what can not be returned are a dangedan kita akan merasa damai the world.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum realitas &#Waktunya singkat memang fakta &#8211; memang, tidak akan ada perdamaian dunia, dan tidak akan hilang ketegangan. I appealed to the gentlemen: menempatkan wewenang dan kekuatan moral dari Organisasi Negara berada di belakang orang-orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Lakukan dengan jelas dan tegas. Do it now! Lakukan itu, dan tuan-tuan akan menerima dukungan bulat dan tulus dari semua orang yang baik akan. DLakukan sekarang dan generasi yang akan datang Saya mengimbau kepada priaI appealed to the gentlemen, kepada semua anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa: Bergerak dengan arus sejarah, and do not try to stem the flow of it.</p>
<p style="text-align: justify;">PBB kini juga merudan ini adalah baik untuk membangun bagi dirinya sendiri reputasi besar dan prestise. Mereka yang berjuang untuk kemerdekaan akan mencari dukungan dan sekutu dapat diperoleh di mana saja; would be nice if they turn to this body and to the Charter of us than to Bukankah dunia menjadi lebih baiky.<br />
Lenyapkanlah penyebab perang, and we will feel peace. Lenyapkanlah menyebabkan ketegangan dan kita akan merasa tenang. Jangan menunda. Time is short. The danger is great.<br />
Umat ​​manusia di seluruh dunia berteriak minta perdamaian dan ketenangan, dan hal-hal yang berada dalam kekuasaan kita. Jangan berhenti, karena maka tubuh akan memfitnah namanya dan meninggalkan. Tugas kita bukanlah untuk membela dunia ini, tetapi untuk membangun dunia lagi! Masa depan &#8211; jika ada masa depan-kata &#8211; will judge us based on the success of our task.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya meminta negara-negara lama, jangan meremehkan kekuatan nasionalisme. Jika ragu listrik utama, Lewat Kamar ini dan bandingkan dengan San Francisco lima belas tahun yang lalu. Nationalism, nasionalisme mencapai kemenangan geKami menentangnya atas dasar kemanusiaanand this is good. Hari ini dunia diperkaya dan dimuliakan oleh kebijaksanaan para pemimpin bangsa-bangsa berdaulat yang baru dibentuk. Untuk mengutip enam dari banyak contoh, yaitu Norodom Sihanouk, a Nasser, a Nehru, a Sekao Toure, Mao Tse Tung dan Nkrumah. Would not the world be better, jika mereka di sini daripada mereka gunakan sepanjang hidupnya dan semua kekuasaannya unHari inienggulingkan imperialisme, chaining mereka? Dan negara mereka juga bebas, dan saya oranSelain itu dan bangsa lebih mandiri. Apakah itu dunia menjadi tempat yang lebih baik dan lebih kaya?</p>
<p style="text-align: justify;">Granted, Saya tidak perlu menyebarkan pria, bahwa kita berasal dari Asia dan Afrika menentang kolonialisme dan imperialisme. Moreover, di dunia saat ini yang masih akan membela hal-hal? Apakah hal-hal universal yang telah dikutuk, dan benar, dan alasan sinis usang itu tidak terdengar lagi. Konflik sekarang berpusat pada pertanyaan tentang kapan koloni akan merdeka, and not on whether they can be free.<br />
Tapi aku ingin mengkonfirmasi masalah ini. Oposisi kami terhadap kolonialisme dan imperialisme timbul baik dari hati dan dari kepala. We are against it on humanitarian grounds, and we oppose it anyway on thitu karena saya adalah bagian dari dunia iniing threat to peace big again.<br />
Kurangnya kesesuaian pendapat dengan kekuatan-kekuatan kolonial berkisar pada masalah waktu dan keamanan, setidaknya untuk saat ini, they ramble-blandan akhirnyaeals of national independence.<br />
Oleh karena itu mencmereka harus menghadapi Al Chaliknyang nasionalisme dan kemerdekaan, tentang patriotisme dan mengenai imperialisme. Berpikir secara mendalam, sehingga permintaan saya, lest the tide of history swept gentlemen.<br />
Today, kita mendengar dan membaca banyak tentang perlucutan senjata. Kata ini biasanya digunakan dalam hubungannya dengan perlucutan senjata nuklir dan atom. Forgive me. Saya seorang pria sederhana dan orang yang cinta damai. Saya tidak bisa bicara tentang rincian perlucutan senjata. Saya tidak bisa menghakimi pendapat bersaing pada pengawasan, of the underground experiments and the seismographic records.<br />
Mengenai masalah imperialisme dan nasionalisme saya seorang ahli, setelah seumur hidup studi dan perjuangan, dan tentang hal ini saya berbicara dengan otoritas. Namun isu-isu perang nuklir, Aku hanya seorang biasa, mungkin sebagai tetangga seperti saudara master atau tuan atau bahkan Sir ayah. Saya berbdengan perasaan heran mengapa negara-negaraear.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berbagi kengerian dan ketakutan, it is because I am a part of this world. Kami akan dapat berserudepan mereka dalam bahaya. Saya orang Indonesia, and the nation was in danger.<br />
Mereka yang menggunakan senjata pemusnah massal yang sekarang harus menghadapi hati nurani merekKami bangsa Asia terancam lagiadaan hangus menjadi debu radioaktif, they have to face Al Chaliknya. I do not envy them.<br />
Mereka yang mempertanyakan perlucutan senjata nuklir jangan lupa bahwa kita, yang dalam hal ini telah mampu berbicara, was watching and hoping against hope.<br />
Kami menonton dan berharap-harap cemas, namun kami kewalahan oleh kecemasan, seolah-olah perang nuklir menghancurkan dunia kita, we also suffer.<br />
Tidak ada orang yang berhak untuk melaksanakan hak prerogatif mahlukpun kanan Mahakuasa Tuhan Yang Maha Esa. Tidak seorang pun berhak untuk bom hidrogin. No one has the right to cause the possibility heathen destruction all nations.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada suatu sistem politik, bukan sebuah organisasi ekonomi yang layak untuk menyebabkan kehancuran dunia, including the system and the organization itself.<br />
Jika hanya negara-negara yang terlibat dalam hidrogin bersenjata masalah ini, maka kita bangsa-bangsa Asia dan Afrika tidak akan diabaikan. Kami hanya akan melihatnya sebagai ia menjauhkan diri, with a feeling of wonder why countries, di mana kita belajar begitu banyak itu, dan kami sangat mengaguminya, dewasa harus tenggelam dalam rawa immoralitet. We will be able to exclaim: &#8220;Sialan kau!&#8221;, And we will be back into our own world a more balanced and peaceful.<br />
Tapi kita tidak bisa, melakukannya. Kami bangsa Asia telah menderita bom atom. We the peoples of Asia are threatened again, dan di samping itu kami merasa sebagai suatu kewajiban moral untuk memberikan bantuan dimana mungkin. Kami bukan musuh baik Timur dan Barat. We are a part of this world and we want to help.<br />
Ini adalah seruan dari hati-batin Asia. Mari kita meMungkinu memecahkan masalah ini. Mungkin pria menonton terlalu lama, dan tidak lagi melihat dengan jelas. Mari kita membantu pria, dan dalam membantu tuan-tuan, we help ourselves and all future generations around the world.</p>
<p style="text-align: justify;">Jelas, masalah perlucutan senjata bukan hanya perselisihan tentang dasar-dasar teknis yang sempit. Ini adalah pertanyaan saling percaya. Bahkan jelas, bahwa dalam bidang teknik dan dalam cara-cara negosiasi dan diplomasi, pada kenyataannya antara kami dari Asia dan Afrika dan blok kedua tidak jauh berbeda. Masalahnya sebenarnya lebih merupakan masalah saling percaya. Ini adalah masalah yang bisa diselesaikan dengan cara itu. Negara-negara lain yang tidak termasuk dalam blok, dapat memberikan bantuan dalam hal ini! Kami tidak kekurangan pengalaman dan keterampilan untuk mengadakan pembicaraan. Mungkin kita bisa layak mediasi. Mungkin kita juga dapat memberikan bantuan dalam mencari suatu penyelesaian. Maybe &#8211; entah &#8211; kita dapat menunjukkan jalan menuju tuan-tuan terhadap pelucutan senjata-satunya, perlucutan senjata dari hati manusia, disarmament distrust and hatred of men.<br />
Tidak ada yang lebih mendesak dari ini. Dan masalah ini sangat penting bagi seluruh umat manusia, sehingga seluruh umat manusia harus dikut dimasukkan dalam larutan. Saya pikir pada saat ini kita dapat mengatakan, yang benar-benar hanya tekanan dan upaya negara-negara non-blok akan metetapi hanya ditangguhkanuh dunia. Earnest percakapan tentang perlucutan senjata, in the framework of this organization, dan didasarkan pada suatu harapan yang benar-benar akan sukses, sekarang. the essensiil now.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menekadalam rangka organisasi iniorganization&#8221;, because only this Assembly that begins to approach a true reflection of the world in which we live.<br />
Merenungkan, merenungkan sejenak, apa yang mungkin terjadi jika kita dapat meletakkan dasar untuk pelucutan senjata asli. Ingat dana saya yang sangat besar yang dapat digunakan untuk mempPerdamaian hanya akan datanga kita hidup. Ingat kekuatan maha besar gerak yang dapat diberikan kepada perkembangan dunia kurang berkembang, bahkan jika hanya sebagian dari anggaran pertahanan Negara Mayor disalurkan ke arah itu. Pikirkan peningkatan besar dalam kebahagiaan manusia, human productivity and human welfare if it is organized.</p>
<p sUntuk mencapai perdamaian: justify;">Hanya perlu menambahkan sesuatu yang lain untuk itu. Jika ada yang lebih besar dari immoralitet hidrogin senjata menunjukkan, maka melakukan percobaan dengan senjata-senjata. Saya tahu bahwa ada perbedaan pendapat ilmiah tentang hasil percobaan genetik dari itu. However, perbedaannya hanya tentang jumlah korban. Pada hasil genetika buruk adalah kesesuaian pendapat. Pernah terbangun memvalidasi percobaan mereka adalah membayangkan konsekuensi dari tindakan mereka? Pernah terbangun mereka melihat anak-anak mereka sendiri dan merenungkan konsekuensi dari itu? Pada percobaan ini dengan senjata nuklir ditangguhkan, &#8211; perhatikan tidak dilarang, but only suspended. So, mari kita menggunakan fakta ini sebagai permulaan. Mari kita menggunakan fakta ini sebagai dasar untuk melarang percobaan, and then for the disarmament seriously.<br />
Sebelum meninggalkan pertanyaan tentang perlucutan senjata, Saya ingin memberikan review lagi. Berbicara tentang perlucutan senjata yang baik. Tapi mencoba dengan sungguh-sungguh uNamanya Jenderal Nasutionlucutan senjata akan lebih baik. And the best part is the implementation of the disarmament agreement than that.<br />
Tapi mari kita bersikap realistis. Bahkan pelaksanaan perjanjian perlucutan senjata senjatapun tidak menjadi jaminan bagi perdamaian di dunia berada dalamKami telah berusaha untuk menyelesaikan masalah Irian Baratf the causes of tension and conflict are removed.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika ada alasan untuk bentrokan, maka orang akan bertarung dengan bambu runcing, jika tidak ada senjata lain. Saya tahu karena saya sendiri orang lakukan dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan. Kami telah berjuang dengan pisau dan bambu runcing. To Harapan lenyap, kesabaran hilangngkirkan penyebab penyebab ketegangan dan bentrokan. That is why I spoke from my heart about the need to work together to cause the death of a vile of imperialism.<br />
Dimana ada imperialisme, dan di mana ada persiapan simultan dari angkatan bersenjata, situasi berbahaya, Once again I speak from experience. sekali lagiuasi di Papua Barat. That&#8217;s how it diseperlima our national territory which today still bending under the shackles of imperialism.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sana kami menghadapi imperialisme dan kekuatan bersenjata dari imperialisme. Pasukan kami di wilayah perbatasan berbicara di darat dan di laut. Kedua angkatan bersenjata saling berhadapan, dan saya dapat mengatakan bahwa itu adalah situasi yang eksplosif. Tidak begitu lama tentara di New Guinea dan kehilangan ideologi muda dan membela usang yang telah diperkuat dengan kedatangan Karel Doorman dari tanah air jauh. So saatitulah matters really dangerous.<br />
Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia duduk dalam delegasi saya: His name is General Nasution. Dia adalah seorang prajurit profesional dan seorang prajurit dicapai. Seperti orang-orang yang dipimpinnya, dan serta bangsa membela, ia pertama-tama orang yang cinta damai. But more than that, he and his men and the people I serve to defend our homeland.</p>
<p style="text-align: justify;">We hdan ancaman terhadap perdamaian akan lenyapue of West Irian. Kami telah mencoba dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kesabaran dan toleransi dan berharap. Kami telah berusaha untuk mengadakan pembicaraan bilateral. Kami telah mencoba di tahun sungguh-sungguh dan banyak. Kami telah mencoba dan terus mencoba. Kami telah berusaha untuk menggunakan alat-alat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan opini dunia menyatakan Kekuatan sini. We have sought and in this also we keep trying.<br />
Hope vanished; patience is lost; toleransipun bahkan mencapai batasnya. Semuanya kini telah habis dan Belanda tidak memberikan alternatif lain kecuali mengeras sikap kami. Jika mereka gagal untuk secara akurat menilai aliran sejarah, maka kita tidak bisa disalahkan. However, karena kegagalan mereka adalah munculnya ancaman bagi perdamaian dan, once again, it also involves the United Nations.<br />
Irian Barat merupakan pedang yang mengancam Indonesia kolonial. Pedang ini diarahkan pada hati kita, but besides that it also threatens world peace.<br />
Upaya kami saat ini sungguh-sungguh untuk mencapai penyelesaian dengan cara kita sendiri, adalah bagian dari kontribusi kita terhadap perdamaian dunia dijamin. Ini adalah bagian dari upayang merupakan masalah kolonialisme dan imperialismeng. Upaya kami adalah upaya bedah sungguh-sungguh untuk menyingkirkan kanker imperialisme dari daerah di dunia, where we live and exist.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya katakan dengan serius bahwa situasi di Papua Barat adalah situasi yang berbahaya, situasi yang eksplosif, satu hal adalah penyebab ketegangan dan ancaman bagi perdamaian. Jenderal Nasution tidak bertanggung jawab untuk itu. Tentara kami tidak bertanggung jawab untuk itu. Sukarno tidak bertanggung jawab untuk itu. Indonesia tidak bertanggung jawab untuk itu. No! The threat to peace comes directly from the imperialism and kolonialisrne that.<br />
Hapus pembatasan pada kebebasan dan emansipasi, and threats to peace will vanish. Tumbangkan imperialism, dun sendiri segera dunia akan menjadi tempat yang lebih bersih, a better place than a safer place.<br />
Saya tahu bahwa jika saya sebutkan ini, banyak pikiran akan beralih ke situasi di Kongo. Gentlemen mungkin bertanya, tidak imperialisme telah diusir dari Kongo dengan hasil bahwa daerah itu sekarang terjadi perselisihan dan pertumpahan darah? Tidak begitu! Situasi di Kongo sangat disesalkan langsung disebabkan oleh imperialisme, dan tidak disebabkan oleh berakhirnya imperialisme. Imperialisme berusaha untuk mempertahankan posisinya di Kongo; berusaha untuk menjadi memutungkan dan melumpuhkan negara baru. That is why Congo flared.<br />
Yes, di Kongo, ada penderitaan. Tapi penderitaan yang sakit kelahiran dari kemajuan peledak dan kemajuan selalu membawa rasa sakit. Repeal to the roots of national interest that has been entrenched international dun always cause pain dun shock.<br />
Kami tahu itu. Kita juga tahu dari pengalaman kita sendiri bahwa perkembangan itu sendiri menimbulkan pergolakan. Sebuah bangsa yang membutuhkan kepemimpinan yang bergejolak dan bimbingan, and eventually will produce its own leadership and guidance.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami bangsa Indonesia berbicara dari pengalaman pahit. Kongo Masalah, which is the problem of colonialism and imperialism, harus diselesaikan dengan menggunakan prinsip yang saya telah dijelaskan sebelumnya. Kongo adalah negara berdaulat. Kedaulatan harus dihormati. Ingat aturan Kongo tidak kurang dari kedaulatan setiap bangsa yang diwakili dalam Majelis ini, and sovereignty should be respected equally.<br />
Dalam urusan rumah tangga Kongo seharusnya tidak ada sama sekali tangan cumpur dan harus ada bantuan tidak ada, baik terang-terangan dan sembunyi, to destroy this country.</p>
<p style="text-align: justify;">Yes, memang orang akan membuat kesalahan,Apa yang belum ditentukann dan kita semua belajar dari kesalahan. Yes, pertempuran akan terjadi, tetapi bahkan kemudian membiarkannya pergi, karena ini adalah tanda dari pertumbuhan yang cepat dan pembangunan. How much upheaval it is because the nation itself.<br />
Mari kita, baik secara individual, atau bersama-sama, untuk membantu di sana ketika kita diminta oleh pemerintah yang sah dari bargsa itu. However, each such assistance must be clearly based on the sovereignty of the Congo were not questioning that.<br />
Finally, menaruh kepercayaan Anda pada bangsa! Mereka memiliki time trial yang besar dan sangat menyedihkan. Menaruh kepercayaan pada mereka sebagai bangsa yaPlebesit seperti yang saya sarankanthey will find their own way towards the solution itself rather than the problems themselves.</p>
<p style="text-align: justify;">Di sini saya ingin menunjukkan peringatan yang sangat serius. Many faculties of these organizations and many officials of this organization may not be so aware of the deeds of imperialism and colonialism.<br />
Mereka tidak pernah mengalaminya, mereka tidak mengakui kegigihan dan kekejaman dan banyak wajah, and crime.<br />
Kami tahu dari Asia dan Afrika. Saya mengatakan kepada tuan-tuan: Jangan bertindak sebagai alat yang tidak tahu apa-apa imperialisme. Jangan bertindak sebagai tangan kanan buta kolonialisme. Jika Tuhan melakukannya, itu pasti akan membunuh tuan rumah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan dengan demikian menguasai akan.membunuh berharap jutaan orang, bahwa tidak ada akuntansi untuk itu, and probably will lead to a future master died in the womb.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum mItuninggalkan isu-isu, Saya ingin, disinggung terlalu besar masalah yang lain tentang karakter yang sama. Yang saya maksud adalah Aljazair. Berikut ada gambar menyedihkan, di mana kedua belah pihak yang berlumuran darah dan dihancurkan karena kurangnya kemajuan. Itu adalah tragedi!<br />
Ini jelas bahwa rakyat Aljazair menginginkan kemerdekaan. Hal ini tidak dapat dipungkiri lagi. Kalau bukan kasus, kemudian berjuang panjang dan pahit dan berdarah itu akan berakhir bertahun-tahun yang lalu. The thirst for independence and fortitude to gain independence are fundamental factors in this situation.<br />
What is yet to be determined, adalah bagaimana akrab dan konsisten pada hari kerjasama masa depan dengan Perancis harus. Kerjasama ini sangat akrab dan sangat selaras tidak akan sulit untuk mendapatkan, bahkan pada tahap ini, although he probably would have increased difficulty reached the continuing struggle.</p>
<p style="text-align: justify;">Thus, EngkaSekali lagi saya berbicara dari pengalamanerserikatan Bangsa-Bangsa di Aljazair untuk menentukan kehendak rakyat akan betapa hubungan intim dan harmonis harus. Plebesit seharusnya tidak menjadi masalah kemerdekaan. Yang telah ditentukan dalam darah dan air mata, and there certainly will be an independent Algeria.<br />
Plebesit as I suggest, jika dilakukan dalam waktu yang singkat, akan menjadi jaminan terbaik bahwa Aljazair merdeka dan Perancis akan ada kerjasama yang erat dan baik untuk saling menguntungkan. Again I spTohexperience. Indonesia sedang walkin niat kmengandung untuk merusak hubungan yang erat dan selaras dengan Belanda. However, rupanya bahkan hari ini, sebagai generasi yang telah dilakukan sebelumnya, pemerintah bangsa itu berpegang pada &#8220;memberi terlalu sedikit dan meminta terlalu banyak&#8221;. Hanya ketika itu tak tertahankan, relationships are decided.<br />
Biarkan saya beralih kemasalah perang yang lebih luas dan perdamaian di dunia kita. Yang pasti adalah bahwa negara-negara yang baru lahir dan dilahirkan kembali bukan merupakan ancaman bagi perdamaian dunia. Kami tidak memiliki ambisi teritorial; kami juga tidak memiliki tujuan ekonomi yang tidak bisa disesuaikan. Ancaman perdamaian terhap tidak datang dari kami, melainkan bagian dari negara-negara yang lebih tua, long-standing and stable it is.</p>
<p style="text-align: justifmasih berpikirtamasih bertindakm pergolakan negara. Actually, itu seolah-olah turbulensi adalah fungsi dari periode pertama daripada kemerdekaan. Apakah itu mengejutkan? Cobalah, biarkan aku mengambil contoh dari sejarah Amerika. Dalam satu generasi telah mengalami Perang Kemerdekaan dan Perang Saudara antara Negara. Furthermore, generasi juga harus mengalami timbulnya asosiasi buruh militan, &#8211; saat Pekerja Internasional Dunia (IWW), &#8220;Wobblies&#8221;. Kita harus bermigrasi ke Barat. Kita harus memiliki Revolusi Industri dan, yes, bahkan istilah &#8220;pedagang tas&#8221;. Hal ini juga harus menderita karena orang-orang á la Benedict Arnold. Dan seperti yang saya sering mengatakan, we Push many revolutions in one revolution and many generations in one generation.<br />
Jadi adalah mengherankan pria jika ada turbulensi di AS? Bagi kami itu adalah normal dan kita telah mLord Russellakan untuk naik pusar angin. Saya mengerti sepenuhnya bahwa untuk hasil sering terlihat seperti gambar kekacauan dan kerusuhan dan menang-menang listrik. Setelah semua itu adalah pergolakan urusan kita sendiri dan bukan ancaman bagi siapa pun, although it is often given opportunities to meddle in our affairs.<br />
Nevertheless, kepentingan yang bertentangan Perserikatan Bangsa Besar adalah masalah lain: In this case the problems are obscured by threats with bombs hidrogin repeat it and by repeated slogans that have been worn long.<br />
Kita tidak bisa mengabaikannya karena masalah yang mengancam kita. After all; terlalu sering masalah ini muncul seolah-olah tidak ada yang benar-benar. Frankly and without hesitation I wanted to say to the gentlemen that we put our own future is far above the strife-strife in Europe.</p>
<p style="text-align: justify;">Yes, kami beDan sekali lagiari Eropa dan Amerika. Kami telah mempelajari pria sejarah dan kehidupan rakyat dari negara tuan rumah. Kami telah mengikuti contoh dari pria, kami telah mencoba untuk melebihi bahkan pria. Kami berbicara dalam bahasa pria dan membaca buku gentlemen. Kami telah terinspirasi oleh Lincoln dan Lenin, oleh Cromwell dan Garibaldi. Dan masih banyak belajar dari pria di berbagai bidang. Tapi di daerah hari ini bahwa kita harus belajar lebih banyak daripada pria, adalah bidang teknik dan ilmu pengetahuan, not ideology-ideology or movement dictated by ideology.<br />
Di Asia dan Afrika saat ini masih hidup, still thinking, still abahkan ditugaskan yang memimpin bangsa menuju kemerdekaan, mereka yang mengembangkan teori-teori yang besar dan membebaskan ekonomi, mereka yang telah tumbang despotisme, those who unite the nation and those who conquer division nation.<br />
Karena itu, dan memang harus, kami dari Asia-Afrika dekat satu sama lain untuk bimbingan dan inspirasi, and we look at ourselves and the wisdom of experience that has been accumulated in our nations.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah Gentlemen ditemukan di Asia dan Afrika mungkin memiliki pesan dan cara bagi seluruh dunia?<br />
Ahli filsafat Bertrand Russell dicapai Inggris yang pernah berkata bahwa manusia sekarang dibagi menjadi dua kelompok. Yang memegang doktrin Deklarasi Amerika Independece of Thomas Jefferson. Other classes held the doctrine of the Communist Manifesto.<br Apa gunanyard Russell, tapi saya pikir tuan rumah lupa sesuatu. Saya kira Tuhan lupa keberadaan lebih dari seribu juta orang, bangsa Asia dan Afrika, dan mungkin juga orang-orang dari Amerika Latin, yang tidak mematuhi ajaran Manifesto Komunis atau Deklarasi Kemerdekaan. Ingat, kita kagumi baik pengajaran, and we have much to learn from both of them and we have been inspired by two.<br />
Siapa yang tidak akan terinspirasi oleh kata-kata dan semangat Deklarasi Kemerdekaan! &#8220;Kami pertimbangkan kebenaran sebagai, yang tak terbantahkan: bahwa manusia diciptakan dengan hak-hak yang samaMemang mereka diberikan oleh AI Chalik hak-hak tertentu yangitudak dapat dirusak dengan, dan bahwa di antara hak-hak tersebut ada hak untuk hidup, hak atas kebebasan dan hak untuk mengejar kebahagiaan. &#8221; Siapa yang terlibat dalam perjuangan untuk hidup dan kemerdekaan nasional; tidak pernah terinspirasi! And once again, siapa di antara kita, yang berjuang untuk menegakkan masyarakat, adil dan makmur atas puing-puing kolonialisme, tidak akan terinspirasi oleh bayangan kerjasarna dan perkembangan ekonomi yang dicetuskan oleh Marx dan Engels!<br />
Sekarang telah terjadi konfrontasi antara dua pandangan, dan konfrontasi itu berbahaya, not only for those who are facing but also for other parts of the world.</p>
<pkedua Nasionalisme: justify;">Saya tidak dapat berbicara atas nama negara-negara Asia dan Afrika? Aku tidak diberi kuasa untuk itu, dan juga bagaiamanapun mereka sendiri kompeten untuk mengekspresikan pandangan mereka? masing-masing. However, Saya diberi kekuatan? even assigned? untuk berbicara atas nama bangsa saya, amounting to ninety-two million.<br />
Sepeirti I say: kita telah membaca dan dua mernpelajari dokubangsa Indonesia terdiri dari para pengikut Islamng kita telah diambil dan kita membuang apa yang tidak berguna bagi kita, kita yang tinggal benua Iain dan beberapa generasi kemudian. Kami memiliki mensintesekan apa yang kita butuhkan dari kedua dokumen, dan dalam hal pengalaman dan pengetahuan kita sendiri, a synthesis that we have our filter and adjust.<br />
So, dengan permintaan maaf kepada Tuhan RusselI Saya menghormati semua, the world is not completely divided into two parties as he thought.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun kami telah mengambil jus, dan meskipun kami telah mencoba kedua dokumen itu peting mensintesekan: kita tidak dipimpin oleh mereka sendiri. Kami tidak mengikuti konsepsi liberal atau konsepsi komunisme. What&#8217;s the point? Dari pengalaman kami sendiri dan dari sejarah kami sendiri tumbuh sesuatu yang lain, jauh lebih tepat sesuatu, something that is much more suitable.<br />
Arus sejarah menunjukkan dengan jelas bahwa semua bangsa memerlukan sesuatu konsepsi dan cita-cita. Jika mereka tidak memilikinya atau jika konsep dan cita-cita menjadi kabur dan usang, maka bangsa dalam bahaya. Indonesia sejarah kita sendiri menunjukkan dengan jelas, and so is the history of the whole world.<br />
&#8220;Sesuatu&#8221; yang kita sebut &#8220;Five Precepts&#8221;. Yes, theSiapa yang berani menyangkal bangsau Rukun negara kita. Lima Pilar tidak langsung berasal dari Manifesto Komunis atau Deklarasi Kemerdekaan. Indeed, ide-ide dan cita-cita? Cita-cita yang mungkin telah ada selama berabad-abad telah diwujudkan di negara karni. Dan tidak mengherankan bahwa sekolah-sekolah dari kekuatan besar dan maskulinitas yang muncul di negara kitDi Barata ribu tahun terakhir peradaban kami dan selama berabad-abad kemuliaan bangsa, before we drown imperialiNasionalisme di Barat adalah kakek dari imperialismeentang Panca Sila sebelum gentlemen, I bring up the essence of our civilization for tnasionalisme adalah gerakan pembebasant-align: justify;">Apakah Lima Pilar? Dia sangat sederhana: Ketuhanan Yang Maha Esa pertama, second Nationalism, Internasionalisme ketiga, keempat dan kelima Keadilan Sosial Demokrasi,<br />
Let me elaborate sakarang modest about it five points.<br />
First: Belief in God Almighty. Orang saya termasuk orang yang memegang berbagai agama. Ada Muslim, ada orang Kristen ada Buddha dan beberapa tidak mematuhi agama. Namun unSaya tidak berbicara hanya tentang kami sendiri di Indonesiauta rakyat kami, the Indonesian nation made up of followers of Islam. Berasal dari fakta ini, dan diberikan akan bervariasi tetapi bangsa bersatu, kami menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai yaMahatma Gandhi pernah berkatafilsafat hidup kita. Bahkan mereka yang tidak percaya pada Tuhan, karena toleransi bawaan, mengakui bahwa kepercayaan Mahakuasa merupakan karakteristik dari orang, so that they receive the first precepts.<br />
Kemudian sebagai nomor dua adalah nasiodan kami tetap demikiann nasionalisme dan keinginan membara untuk kebebKarena kami nasionalisita dan memberdayakan kita semua kegelapan yang lama kolonialisme, dan menyalakan kembali perjuangan kemerdekaan. Hari ini kekuatan luka bakar itu masih menyala dada dan masih memberi kita kekuatan untuk hidup bMemang benari! Tetapi nasionalisme kami sekali-kali tidak chauvinisme. Kami tidak pernah menganggap diri kita lebih unggul ke negara-negara lain. Kami tidak pernah mencoba untuk memaksakan kehendak kita kepada bangsa-bangsa lain. Saya tahu benar-benar bahwa istilah &#8220;nasionalisme&#8221; diduga, bahkan tidak percaya pada negara-negara Barat. Hal ini karena Barat telah diperkosa dan nasionalisme memutar. Meskipun nasionalisme sejati masih menyala di negara-negara Barat. Jika tidak, the West rnaka will not challenge the chauvinism of HitleDemokrasi bukanlah monopoli atau penemuan dari aturan sosial Barat>Bukankah nasionalisme? menyebutnya jika Anda suka, patriotisme &#8211; untuk mempertahankan kelangsungan hidup semua bangsa? Who dares to deny the nation, yang melahirkan kepadanya? Siapa yang berani berpaling dari orang-orang, yang membuatnya? Nasionalisme adalah mesin besar yang menggerakkan dan mengendalikan semua kegiatan internasional kami; nationalism is a source of great and lofty inspiration of freedom.<br />
Nasionalisme di Asia dan Afrika tidak sama seperti yang ditemukan dalam sistem negara-negara Barat. In the West, nasionalisme tumbuh sebagai kekuatan untuk agresif mencari ekspansi dan keuntungan bagi perekonomian nasional. Nationalism in the West is the grandfather of imperialism, yang ayahnya adalah Kapitalisme. Di Asia dan Afrika, dan saya pikir juga di Latin Amerrka, nationalism is a liberation movement, sebuah gerakan protes terhadap imperialisme dan kolonialisme, dan respon terhadap penindasan nasionalis-chauvinis yang bersumber di Eropa. Nationalism in Asia and Africa as well as Latin American Nationalism can not be reviewed without reference to its social implications.<br />
Di Indonesia, kami menganggap itu sebagai inti sosial memacu untuk mencapai keadilan dan kemakmuran. Bukankah itu tujuan baik yang dapat diterima oleh semua orang? I&#8217;m not talking only about ourselves in Indonesia, juga tidak hanya tentang saudara-saudara saya di Asia dan Afrika dan Amerika Latin. Saya sedang berbicara tentang seluruh dunia. Just and prosperous society can be the ideals and objectives of all people.<br />
Mahatma Gandhi once said: &#8220;Saya seorang nasionalis, tetapi nasionalisme saya adalah kemanusiaan&#8221;. Kami kemudian berkata begitu. Kami adalah nasionalis, kami cinta untuk bangsa kita dan untuk semua bangsa. Kami nasionalis karena kami percaya bahwa bangsa-bangsa di dunia sangat penting bagi hari sekarang, and we remain so, sejauh mata dapat berharap mundur. Because we are nationalists, we sJika tidak adat and encourage nationalism wherever we jumpainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sila ketiga kami adalah internasionalisme. Antara Nasionalisme dan Internasionalisme ada konflik atau kontradiksi. It is true, internasionalisme yang tidak akan dapat tumbuh dan berkembang selain diatas tanah yang subur dari nasionalisme. Bukankah Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah bukti ini? Sebelumnya ada Liga Bangsa-Bangsa. Sekarang ada PBB. Nama-nama itu sendiri menunjukkan bahwa bangsa-bangsa mengingini dan membutuhkan suatu badan internasional, di mana setiap bangsa memiliki pijakan yang sama. Internasionalisme bukanlah kosmopolitanisme, yang merupakan negasi nasionalisme, anti-nasional, and indeed contrary to reality.<br />
Fourthly, ada demokrasi. Democracy is not a monopoly or findings of Western social orders. Agak, demokrasi tampaknya menjadi keadilan manusia, although modified to suit the social conditionsjika ada yang kaya dan yang miskinn tahun peradaban Indonesia, kami telah mengembangkan bentuk-bentuk demokrasi di Indonesia. Kami percaya bahwa bentuk memiliki kekerabatan dan signifikansi internasional. This is a matter I&#8217;m talking about then.</p>
<p style="text-align: justify;">Finally, Sila akhir dan terpenting adalah Keadilan Sosial. Saat ini kami Weave Keadilan Sosial kesejahteraan sosial, seperti kita menganggap keduanya tidak dapat dipisahkan. True, hanya masyarakat yang sejahtera bisa menjadi masyarakat yang adil, despite prosperity itself can reside in social injustice.<br />
Jadi kita Panca Sila. Belief in God Almighty, Nationalism, Internationalism, Democracy and Social Justice.<br />
Belum termasuk tugas saya hari ini uatau Perancis atau Cekoslowakiakita mencoba, dalam kehidupan dan urusan nasional kita, menggunakan dan menerapkan Lima Sila. Jika saya menguraikan ini, then this will interfere with the hospitality of this international body.<br />
Tapi saya benar-benar percaya bahwa Sila Panca berisi lebih dari nasional berarti. Panca Sila has universal meaning and can be used internationally.<br />
Sorangpun tidak akan menyangkal unsur kebenaran dalam pandangan yang dinyatakan oleh Bertrand Russell bahwa. Sebagian besar dunia telah dibagi menjadi kelompok-kelompok yang menerima ideSelanjutnya da pemimpin Partai Komunis Indonesia yang kuatmpok yang menerima ide-ide dan prinsip-prinsip Manifesto Komunis. Mereka yang menerima gagasan yang satu menolak gagasan orang lain, and there exists a clash on the basis of ideological and practical.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita semuanya terancam oleh bentrokan ini dan kita prihatin karena bentrokan ini. Apakah tidak ada sesuatu yang dapat diambil tindakan terhadap ancaman ini? Apakah itu harus pergi dari generasi ke generasi, dengan kemungkinan pada akhirnya akan meletus menjadi lautan api yang akan menelan kita semua? Apakah tidak ada jalan keluar?<br />
Harus ada jalaPertamauar. If no, maka semua kami musyawarah, semua harapan kami, all our struggle will vain.<br />
Kami rakyat Indonesia tidak mau bermalas-malasan sambil dunia menuju kejurang kehancuran. Kami tidak bersedia bahwa fajar cerah kebebasan kita dipenuhi oleh radio-aktif awan. Tidak ada di antara bangsa Asia atau Afrika akan bersedia menerima hal ini. Kami bertanggung jawab atas dunia, dan kami siap untuk menerima dan memenuhi tanggung jawab tersebut. Jika itu berarti campur tangan dalam apa yang dulunya Negara urusanurusan Besar yang jauh dari kita, maka kita akan bersedia untuk melakukannya. No nation anywhere in Asia and Africa which will avoid the task.<br />
Bukankah jelas bahwa konflik muncul terutama karena ketidaksetJika kita menolak nasionalismesa, yang kaya dan yang miskin, dan dieksploitasi dan itu menyebalkan, menyebabkan bentrokan. Menghilangkan eksploitasi, and clashes will disappear, karena alasan yang menyebabkan bentrokan itu tidak ada,<br />
Di antara negara-negara, if there are the rich and the poor, yang merokok dan menghirup, akan juga tidak ada bentrokan. Menghilangkan penyebab yandan bentrokan akan hilangnd clashes will disappear. Ini benar, baik internasional dan dalam suatu negara. PenghaKetiga imperialisme dan kolonialisme, eksploitasi, thus negating rather than nation by nation.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya percaya bahwa ada jalan keluar daripada konfrontasi, ideologi-ideologi. Saya percaya bahwa solusinya terletak pada Panca Sila mengenakan bersifat universal!<br />
Siapa di antara pria menolak Panca Sila? Adalah wakil terhormat dari Amerika besar menolaknya? Apakah wakil terhormat bangsa besar Rusia untuk menolaknya? Atau melakukan perwakilan terhormat dari Inggris atau Polandia, or France or Czechoslovakia? Atau apakah salah satu dari mereka tampaknya telah mengambil posisi statis dalam Perang Dingin antara gagasan dan praktek paktek, dan berusaha untuk tetap berabahwa semua orang adalah saudaraadapi gangguan?<br />
Lihat, melihat delegasi yang mendukung saya! Delegasi tidak dibuat dari pegawai negeri atau politisi profesional. Delegasi yang mewakili bangsa Indonesia. Dalam delegasi ada tentara. Mereka menerima Lima Sila, ada ulama bdan sekali laginginternasionalisme akan berarti berakhirnya imperialisme dan kolonialismeore da leader of the Communist Party of Indonesia&#8217;s strong. Dia menerima Lima SilaKeempat ada perwakilan dari Bagian dari Katolik dan PrKeduan, dari Partai Nasionalis dan organisasi-organisasi buruh dan petani, ada juga wanita, intelektual dan pejabat pemerintah. Everything ya received the Five Precepts.<br />
Mereka bukannya menerima Lima Sila semata-mata sebagai konsepsi ideologi, tetapi sebagai panduan praktis untuk bertindak. Mereka adalah di antara bangsa saya yang mencoba untuk pepmimpin tetapi menolak Panca Sila, also rejected by the people of Indonesia.<br />
Bagaimana penggunaan internasional dari Panca Sila? Bagaimana Panca Sila itu dapat dipraktekkan? Let us review the five points one by one.</p>
<p style="text-align: justify;">First: Belief in God Almighty. Tak seorang pun yang menerima Declaration Of American Independence sebagai pedoman untuk hidup dan bertindak,Musyawarah harus dilakukan sedemikian rupagikutpun salah Manifesto Komunis, dalam forum internasional ini akan menyangkal hak dan untuk percaya pada Yang Maha Kuasa. Untuk informasi lebih lanjut mengenai hal ini, Saya mengundang pria terhormat meminta Aidit lord, Ketua Partai Komusuatu kebulatan pendapatits in my delegation fully accepted both the Communist Manifesto mapun Panca Sila.</p>
<p style="text-align: justify;">Second: Nationalism. Kita semua perwakilan dari neApakah Tidakya berbicara idealistiskita akan menolak nasionalisme? If we reject nationalism, maka kita harus menolak kebangsaan kita sendiri dan menolak pengorbanan yang telah diberikan oleh generasi. Tapi aku memperingatkan kalian: jika pria menerima prinsip nasionalisme, tuan-tuan harus menolak imperialisme. Tapi peringatan saya akan menambahkan peringatan lain: Jika pria untuk menentang imperialisme, it is automatically and immediately eliminate gentlemen of the world this troubled biggest cause of tension and conflict.</p>
<p style="text-align: justify;">Third: Internationalism. Apakah perlu untuk berbicara panjang lebar mengenai intTentara menginginkannyae dalam tubuh lembaga-lembaga internasional? Tentu saja tidak! Jika negara tidak &#8220;internasional berpikiran&#8221;, maka negara tidak akan menjadi anggota dari organisasi Bersenjata. However, itu tidak selalu benar adalah internasionalisme sini. Aku benci untuk mengatakan ini, tapi ini adalah fakta. Terlalu sering persatuan negara digunakan sebagai forum untuk tujuan nasional atau tujuan sekte sempit. Terlalu sering tujuan adalah cita-cita luhur dan mulia dari piagam tersebut dikaburkan oleh untuk-keuntungan nasional atau nasional prestise. Internasionalisme kehormatan sejati harus didasarkan pada kesetaraan, hormat dan kesetaraan atas dasar penggunaan praktis dari kebenaran, that all men are brothers. Untuk mengutip Piagam PBB &#8211; dokumen yang sering dilupakan &#8211; internasionalisme yang harus &#8220;menegaskan kembali iman &#8230;&#8230; oleh hak-&#8230;&#8230; sama untuk semua bangsa, besar dan kecil&#8221;.<br />
Finally, and once again, internationalism would mean the end of imperialism and colonialism, and thus the end of a lot of danger and suspense.</p>
<p style="text-align: justify;">Fourth: Democracy. Bagi kita bangsa Indonesia, pkok demokrasi mengandung tiga unsur. Demokrasi mengandung prinsip pertama yang kita sebut Konsensus: bulat pendapat. Second, it contains the principle of representative democracy.</p>
<p style="text-align: justify;">Finally, demokrasi mengandung, bagi kami, prinsip konsultasi. Yes, demokrasi di Indonesia mengandung tiga prinsip, yaitu: konsensus, representation and deliberation among representatives.<br />
Memperhatikan. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah organisasi negara-negara yang sama, organisasi dari negara yang sama kedaulatn, sama kebebasan dan kebanggaan yang sama kedaulatan dan kemerdekaan. Satu-satunya cara bagi organisasi ini untuk dapat berfungsi memuaskan, dengan konsensus umum diperoleh dalam musyawarah. Deliberation must be done in such a way, sehingga tidak ada persaingan antara pendapat kepada bertentangan, tidak ada resolusi-resolusi dan kontra, pro-pro, tetapi hanya upaya tegas untuk menemukan landasan bersama untuk memecahkan masalah dalarn. Diskusi semacam ini muncul kesepakatan, a unanimity of opinion, yang lebih kuat dari pada resolusi apapun dikenakan oleh jumlah suara mayoritet, resolusi tidak dapat diterima, or that may not be favored by the minority.<br />
Am I talking idealistic? Apakah saya bermimpi suatu dunia yang ideal dan romantis?<br />
No! Kedua kakiku tegas berdiri tanah! Ya Aku mendongak ke langit untuk inspirasi tapi saya tidak keberatan diawang udara. Saya tegaskan bahwa cara musyawarah semacam ini dapat dilaksanakan. Berarti bahwa bagi kita unDan saya minta dengan hormatdapat dijalankan di D.P.R. us, dengan cara-cara yang dapat dijalakitaan di D.P.A. us, in ways that can be run in our Cabinet.</p>
<p style="text-align: justify;">Cara diskusi ini dapat dijalankan, sebagai wakil bangsa kami berkeinginan untuk cara itu bisa pergi. Kaum Komunis ingin, kaum nasionalis ingin, Kelompok Islam menginginkannya, dan organisasi kita sendirit, baik kota penduduk dan orang-orang di desa-desa terpencil yang menginginkannya, menginginkannya dan orang-orang intelektual yang berusaha untuk memberantas buta huruf sangat ingin. Semua ingin, karena semua orang ingin mencapai tujuan yang jelas dari Lima Sila, and clear goals that are just and prosperous sSelanjutnya/>
Gentlemen mungkin mengatakan: &#8220;Yes, kita akan menerima kata-kata Presiden Soekaro Sekali lagian menerima bukti-bukti yang kita lihat dalam komposisi delegasinya di PBB hari ini, tapi kami realis dalam dunia yang kejam. Satu-satunya cara untuk mengatur sebuah pertemuan internasional yang akan digunakan dalam melaksanakan PBB, oleh resolusi, amandemen, mayoritet suara dan minoritas &#8220;.<br />
Biarkan saya mengkonfirmasi sesuatu. Kita tahu dari pengalaman pahit yang sama, sama praktis dan serealistis, itu berarti kita juga bisa musyawarah lapangan intrnmasional terorganisir. In the field it means it runs as good as the national field.</p>
<p style="text-align: justify;">Gentlemen ingin tahu, tidak begitu lama, perwakilan 20-9 bangsa Asia dan Afrika berkumpul di Bandung. Para pemimpin dari negara-negara tersebut tidakJika ada yang berani menyangkalnyak praktis. Sama sekali tidak! Mereka adalah pemimpin dari orang-orang yang keras dan realistis dan bangsa, kebanyakan dari mereka lulus dari perjuangan kemerdekaanNasionalismealKetuhanan Yang Maha Esaeality-reality of the Internasionalismehip of both political aDemokrasiational.<br />
They have political views different from the extreme right to the extreme left.<br />
Banyak orang di negara-negara barat tidak bisa percaya bahwa konferensi tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Banyak orang bahkan berpendapat bahwa konferensi akan putus berantakan dan saling tuduh, is fragmented over the reef differences in political ideology.<br />
Asian-African Conference held by means of deliberation.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada konferensi tidak ada mayoritet dan minoritas. Juga diadakan voting. Pada konferensi hanya ada musyawarah dan keinginan umum untuk mencapai kesepakatan. Konferensi ini menghasilkan komunike yang dibuat dengan suara bulat, the communique which was one of the most important in a tiger or perhaps one of the most important Saya percaya in history.<br />
Apakah tuan-tuan masih meragukan utilitas dan efisiensi daripada cara musyawarah tersebut?<br />
Saya percaya dengan tulus bahakan sangat memperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa itu akan memudahkan pekerjaan ini organisasi internasional. Yes, cara berangkali ini akan memungkinkan pekerjaan yang sebenarnyAkhirnyaorganisasi ini. Cara diskusi ini akan menunjukkan jalan untuk memecahkan banyak masalah mendapatkan rim tahun. The way this consultation will allow the yapletion of the problems that seem insoluble.<br />
And I ask respectfully, gentlemen should remember that history treats those who fail without ruthlessly.</p>
<p style="text-align: justify;">Siapa yang hari ini mengingat orang-orang yang membanting keras di Liga Bangsa-Bangsa? Kami hanya mengingat mereka yang telah menghancurkan organisasi dari sebagian besar negara di dunia saja. Kami tidak beDengan segala hormathat organisasi ini, the organization of our own, hancur karena tidak fleksibel, or as slow welcomed the changed state of the world.<br />
Bukankah patut dicoba? Jika pria tidak ditemukan, then the gentlemen should be willing to take responsibility for the decision in the courts Gentlemen history.<br />
Finally, di Sila Panca terkandung Keadilan Sosial. Untuk diterapkan dalam bidang internasional, mungkin ini akan menjadi keadilan sosial internasional. Once again, accept this principle would be to reject colonialism and imperialism.<br />
Furthermore, penerimaan oleh PBB keadilan sosial sebagai tujuan, would mean acceptance of responsibility and specific duties.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini akan berarti upaya yang tegas dan kohesif untuk mengakhiri banyak dari kejahatan-kejahatan sosial yang menyusahkan dunia kita. Ini akan berarti bahwa bantuan kepada negara-negara yang belum berkembang dan negara-negara yang kurang beruntung akan disingkirkan dari suasana Perang Dingin. It would mean also a practical recognition that all men are brothers and that sernua people have responsibilities towards his brother.<br />
Apakah ini bukan sebuah tujuan mulia! Apakah ada yang berani menyangkal kemuliaan dan keadilan dari tujuan ini? If anyone dare to deny it, kemudian meneruskannya ke menghadapi kenyataan! Biarkan dia menghadapi-lapar, katanya kepada surat menghadapi sibuta, mengirim dia mengahapi the-sakit dan ia kemudian dikonfirmasi sangkalannya pengiriman!<br />
Perkenankanlan Saya sekali lagi menegaskan bahwa lima sila. Belief in God Almighty; Nationalism; Internationalism; Democracy; Social Justice.<br />
Mari kita memeriksa apakah hal-hal ini sebenarnya merupakan sintesis yang dapat diterima oleh kita semua. Mari kita bertanya pada diri sendiri, whether the acceptance of these principles will provide a solution to the problems faced by this organization.</p>
<p style="text-align: juatau sebagai saluran propagandanyatau sebagai sambungan dari politik dalam negeri-Bangsa saja. Nonetheless, historical documents remains a guiding star and inspiration of this organization.<br /Namun banyak konstelasi mencerrninkan politik dan piagam kekuatan pada saat melahirkan. Dalam banyak hal piagam tersebut tidak mencerminkan realitas? Reality of the present.<br />
Rnarilah Oleh karena itu kami mempertimbangkan apakah lima sila saya katakan, to strengthen and improve our charter.</p>
<p style="text-align: justify;">I believe, yes, Saya benar-benar yakin bahwa penerimaan dan inklusi dari lima prinsip dalam Piagam, would greatly strengthen the United Nations. Yakin, bahwa Sila Panca akan menempatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa secara paralel dengan perkembangan terbaru dari dunia. Saya percaya bahwa Sila Panca akan memungkinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghadapi hari kemudian dengan kesegaran dan kepercayaan diri. Finally, Saya percaya bahwa penerimaan Panca Sila sebagai dasar piagam, Piagam tersebut akan menyebabkan lebih rela diterima oleh semua anggota, both old and new.<br />
Saya akan mengajukan pertanyaan lagi dalam hubungan ini. Ini adalah kehormatan besar bagi suatuDemikianara bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berbasis di wilayahnya. Kita semua benar-benar bersyukur bahwa Amerika Serikat memiliki tempat permanen untuk Orgasisasi us. However, it may be questioned whether it was appropriate.<br />
With all due respect, Saya menyarankan agar dia tidak mungkin cocok. Bahwa posisi Perserikatan Bangsa-Bangsa berada dalam wilayah salah satu negara terkemuka dalam Perang Dingin, Perang Dingin telah merembes bahkJadi kepekerjaan dan administrasi dan rumah tangga dari organisasi kami. Sedemikian rupa infiltrasi, sehingga kehadiran seorang pemimpin besar bangsa di ruang sidang PBB sudah soal Perang Dingin dan senjata Perang Dingin, as well as a tool to sharpen a dangerous way of life and wasted it.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita meninjau apakah lokus organisasi kita tidak harus dihapus dari suasana Perang Dingin. Mari kita meninjau apakah Asia atau Afrika atau Jenewa akan dapat memberi kita tempat permanen, jauh dari Perang Dingin, not tied to any of the blocks and where the delegates can move freely and freely as they please.<br />
Thus, it may be obtained by a larger sense of the world and its problems.<br />
Saya yakin bahwa beberapa negara di Asia atau Afrika, diberi kepercayaan dan keyakinan, dengan senang hati menunjukkan kemurahan hati untuk PBB, mungkin denganBenaryediakan area yang cukup luas, where the organization itself will be sovereign and where perundirgan-important negotiations for the vital work that can be performed safely and in an atmosphere of brotherhood.</p>
<p style="text-align: justify;">PBB tidak lagi merupakan entitas yang menandatangani Piagam lima belas tahun yang lalu. Bahkan dunia ini tidak sama dengan yang pertama. Mereka yang buang-payah kebijaksanaan untuk Organisasi Perjanjian, tidak bisa berharap untuk membentuk terjelmanya hari. Di antara orang-orang yang bijaksana dan visi yang jauh, hanya sedikit yang menyadari, akhir imperialisme terlihat, dan bahwa setiap organisasi harus hidup, jadi dia harus memberikan kemungkinan kepada bangsa-bangsa yang sudah dilahirkan kembali untuk masuk geng, flock- flock and vibrant.<br />
Tujuan dari PBB seharusnya untuk memecahkan masalah. Untuk menggunakannya sebatetapi juga dengan kekhawatiran yang besar, or as a propaganda channel, or as a connection from domestic politics, meaning twisting the noble ideals which should be pervasive in this body.<br />
Kolonial gejolak, perkembangan pesat dari daerah yang belum maju di bidang teknis, dan isu-isu perlucutan senjata, yang semuanya adalah masalah yang tepat dan mendesak bagi kita untuk mempermasalah Irian Baratahkan. However, telah menjadi jelas bahwa isu-isu penting tidak dapat dibahas secara memuaskan oleh Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa hari ini. The history of this body shows the sad truth and clear than what I have said.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal ini tidak mengherankan bahwa demikianlah jadinya. Faktanya adalah bahwDemikian pulaasi kami mencerminkan dunia dalam Nineteen Empat-Lima, dan bukan dunia saat ini. Seperti halnya dengan semua agen-agennya &#8211; tapi hanya untuk ini Majelis besar &#8211; and with all the institutions-institutions.<br />
Organisasi dan keanggotaan Dewan Keamanan &#8211; tubuh yang paling penting yang &#8211; peta mencerminkan ekonomi, militer dan kekuatan daripada dunia dalam Nineteen Empat puluh Lima, ketika organisasi itu lahir dari inspirasi dan delusi besar. Similarly, sebagian besar lembaga daripada yang lain. They do not reflect the rise of the Socialist countries or rapidly growing Asian and African independence.<br />
Untuk memodernisasi dan membuat efisien organisasi kami, mungkin di bawah pimpinan Sekretariat Sekretaris Jenderal, mungkin memerlukan pertimbangan ulang. Dengan mengatakan bahwa, Saya tidak &#8211; sama sekali tidak &#8211; mengkritik atau mencela cara apapun Sekretaris Jenderal saat ini, yang selalu berusaha untuk,Sebenarnyakeadaan tidak lagi diterima, melakukan pekerjaan yang baik, which sometimes seems impossible.<br />
So, bagaimana bisa mereka efisien? Bagaimana fakultas-fakultas dari kedua kelas dunia &#8211; yaitu faksi yang menjadi kenyataan dan harus diterima &#8211; how faculties-faculties of both groups can feel at ease in the organization and have full confidence that needed him.</p>
<p style="text-align: justify;">Since Kami berusaha membangun suatu dunia yang sehat dan amanmanent.<br />
Yang pertama adalah munculnya negara-negara sosialis. Hal ini tidak diduga dalam Sembilan belas tahun Empat-Lima. Keduanya lebih besar dari gMaafkan akuasan nasional dan emansipasi ekonomi yang melanda Asia dan Afrika serta saudara dan saudari di Amerika Latin. Saya berpikir bahwa Ini tidak benar secara langsung terlibat di dalamnya, bisa melihatnya datang. Yang ketiga adalah kemajuan ilmiah besar, yang semuanya bergerak di bidang persenjataan dan perang, tapi langkah hambatan kelapangan yang saat ini dan ruang perbatasan. Siapa yang bisa meramalkan saat itu?<br />
True, kita dapat mengubah Piagam. Saya menyadari bahwa ada prosedur untuk melakukan hal ini dan akan tiba saatnya untuk melakukan hal ini. Tapi masalahnya sangat mendesak. Ini mungkin menjadi masalah hidup dan mati untuk PBB. Jangan kecil, legalistic view can hinder doing business immediately.<br />
Hal ini sama pentingnya bahwa pembagian kursi dalam Dewan Keamanan dan badan-badan dan lembaga lainnya harus diubah. Dalam hal ini saya tidak berpikir dalam hal blok-blokan, tapi aku benar-benar harus berpikir tentang bagaimana Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dari badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sekretariat Perserikauan Bangsa, all of which reflect the actual state of our world today this.</p>
Jika kita beranialign: justify;">Kami dan Indonesia memandang organisasi ini dengan harapan besar, buSaya tidak berbicara kepada Tuan-tuan karena lemahn besar, yang telah berguna bagi kita dalam perjuangan untuk kehidupan nasional kita. Kami menyaksikan dengan harapan besar, because we believe that this is the only such organization can provide the framewoKesempatan ini mungkin tidak akan ada lagie.<br />
Kami menyaksikan dengan keprihatinan besar, karena kami telah mengajukan isu nasional utama, the issue of West Irian, disampaikan kepada Majelis ini, dan bukan penyelesaian dapat dicapai. Kami menatapnya dengan keprihatinan, because of the Great Nations of the world have put their games are dangerous Cold War into the room-office.<br />
Kami memandangnya, dengan ketakutan, agar Majelis akan akan gagal dan akan mengikuti pendahulunya, and thus the disappearance of the human eye than a picture of a future that is safe and united.</p>
<p style="text-align: justify;">Mari kita menghadapi kenyataan bahwa ini Qrganisasi, dengan cara-cara yang digunakaMAJELIS UMUMalam bentuk yang sekarang, adalah hasil dari sistem Negara Barat. I&#8217;m sorry, tapi aku tidak bisa menghormati sistem yang. Aku bahkan tidak bisa memandangnya dengan kasih sayang, although I appreciate it.<br />
Imperialisme dan kolonialisme adalah buah dari sistem negara Barat, dan berempati dengan mayoriteit luas organisasi, Aku benci imperialisme, kolonialisme muak saya, dan saya prihatin tentang konsekuensi dari laga terakhirnya keras berkomitmen. Two times in my own life Western State system that had torn itself and once almost destroyed the world in a fierce clash.<br />
Gentlemen mengherankan bahwa banyak dari kita melihat organisasi juga merupakan sistem Negara Barat dengan hasil pertanyaan penuh? Gentlemen Jangan salaMrpaham. Kami menghormati dan mengagumi sistem telah terinspirasi oleh kata-kata Lincoln dan Lenin, oleh perbuatan Washington dan oleh perbuatan Garibaldi. In fact, mungkin kita melihat dengan perasaan iri beberapa hasil fisik yang dicapai oleh Barat. Tapi kami bertekad bahwa bangsaIndia, Republik Persatuan Arabuhan, would not be a game of one small part of the world.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami tidak mencoba untuk membela dunia yang kita tahu, kita berusaha untuk membangun sebuah dunia baru, lebih baik!<br />
We seek to build a world that is healthy and safe. Kami berusaha untuk membangun sebuah dunia di mana setiap orang dapat hidup dalam damai. Kami berusaha membangun suatu dunia dimana ada keadilan dan kemakmuran bagi semua orang. We seek to build a world in which humanity can achieve full glory.<br />
Telah dikatakan bahwa kita hidup di tengah-tengah Revolusi Harapan Meningkatnya. This is not true! Kita hidup di tengah-tengah Tuntutan Meningkatnya RevolusiIngatlah apa yang telah terjadi sebelumnya, sekarang menuntut kemerdekaan. Mereka sebelumnya tanpa suara, now demanding that his voice be heard.<br />
Mereka yang terbiasa kelaparan, sekarang menuntut padi, banyak dan setiap hari. Mereka sebelumnya buta huruf, are now demanding education.</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh dunia adalah sumber Revolusi energi besar, a great revolutionary powder magazine.<br />
Tidak kurang dari tiga-perempat dari umat manusia yang terlibat dalam Revolusi Meningkatnya permintaan, and this is a great Supreme Revolution for the first time since man walked upright sector in the world that is pure and fun.<br />
Keberhasilan atau kegagalan organisasi ini akan dinilai dari hubungannya dengan Revolusi Meningkatnya permintaan itu. GeneratSoekarno onlinell Digital Library Presiden pertama Indonesiaallenge.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami tidak berani gagal. Kami tidak berani kembali ke sejarah. If we are brave, kita benar-benar tidak akan membantu lagi. Bangsa saya bertekad untuk tidak gagal. I&#8217;m not talking to the gentlemen for being weak, Saya berbicara sebagai kuat. Saya mengatakan kepada tuan-tuan di puluhdua sembilan juta orang, dan saya mengatakan kepada tuan-tuan bangsa menuntut hal itu. Kami memiliki kesempatan untuk bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih baik, dunia yang lebih aman. This opportunity might not be there anymore. Jadi terus, gesper erat, and redeeming the occasion.<br />
Tak seorang pun yang memiliki kemauan baik dan kepribadian, akan menolak harapan dan keyakinan saya telah mengatakan atas nama bangsa saya, dan memang atas nama seluruh umat manusia. Jadi marilah kita mencoba, sekarang tanpa penundaan lebih lanjut, realizing those hopes into reality.<br />
Sebagai langkah praktis ke arah ini, it is an honor and a duty for me to submit a draft resolution to the General Assembly this.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas nama delegasi-delegasi Ghana, India, the United Arab Republic, Yugoslavia and Indonesia, Dengan ini saya mengajukan resolusi berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;GENERAL ASSEMBLY,<br />
&#8220;Merasa sangat cemas mengenai memburuknya hubungan internasional akhir-akhir ini, yang mengancam dunia dengan konsekuensi berat;<br />
&#8220;BE AWARE harapan besar dunia bahwa Majelis ini akan membantu dalam membantu mempersiapkan jalan menuju ketegangan dunia ketenangan;<br />
&#8220;BE AWARE tanggung jawab yang berat dan mendesak yang terletak di atas bahu Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengambil inisiatif dalam upaya yang dapat membantu;<br />
&#8220;Tanyakan sebagai langkah pertama yang mendesak, sehingga A.S. Presiden dan Ketua Dewan Menteri dari Republik Soviet Sosialis melanjutkan kontak mereka yang telah kehilangan baru-baru ini, sehingga mereka telah menyatakan kesediaannya untuk mencari negosiasi dengan pemecahan masalah masalah yang bisa berlama-lama diterapkan secara progresif &#8220;.<br />
Mr. Ketua, mungkin saya memohon, atas nama delegasi-delegasi lima negara yang disebutkan di atas, bahwa resolusi ini mendapat pertimbangan sir langsung. Surat untuk efek itu, ditandatangani oleh Kepala Delegasi-delegaYugoslavia dan Indonesiae United Arab Republic, Yugoslavia and Indonesia, have been submitted to the Secretariat.<br />
I submit draft resolution on behalf of the five Delegates and on behalf of the millions of people who live in those countries.<br />
Resolusi Menerima langkah yang mungkin dan langsung dapat diselenggarakan. Jadi ini Majelis Umum harus menerima resolusi ini secepat mungkin. Mari kita mengambil langkah praktis terhadap pelonggaran ketegangan mengancam dunia. Mari kita menerima resolusi ini dengan suara bulat, sehingga semua tekanan dari kepentingan dunia dapat dirasakan. Mari kita mengambil langkah pertama, and let us resolve to continue and we are urging the world to achieve a better and more secure as we might think.<br />
Remember what has happened previously. Ingat perjuangan dan pengorbanan yang dialami oleh fakultas-fakultas baru organisasi. Ingat bahwa upaya kami telah disebabkan dan diperpanjang oleh penolakan dasar-dasar Perserikatan Bangsa-Bangsa. We are determined that this will not happen again.<br />
Membangun dunia kembali! Membangun dunia yang kokoh dan kuat dan sehat! Membangun sebuah dunia di mana semua orang hidup dalam damai dan persaudaraan. Membangun dunia sesuai dengan impian dan aspirasi umat manusia. Putuskan sekarang hubungan dengan masa lalu, sebagai fajar melanggar. Putuskan sekarang hubungan dengan masa lalu waktu, so that we can take responsibility for themselves for the future.</p>
<p style="text-align: justify;">I should say a prayer of the Almighty gives Rachmat and guidance to the Council&#8217;s deliberations.</p>
<p style="text-align: justify;">Thank you!</p>

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/pidato-presiden-republik-indonesia-dimuka-sidang-umum-p-b-b-ke-xv-tanggal-30-september-1960/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</title>
		<link>https://soekarno.net/id/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 13:36:42 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=238-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia DISIARKAN RRI pada tanggal 3 Oktober 1965 pukul 1.33 dinihari dan dimuat di harian Berita Yudha tanggal 4 Oktober. Dalam pidato pertama kepada publik ini, Bung Karno menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan selamat dan tetap memegang pucuk pimpinan negara. Tanggal 2 Oktober Bung Karno [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Disiarkan RRI pada tanggal 3 Oktober 1965 pukul 1.33 dinihari dan dimuat di harian Berita Yudha tanggal 4 Oktober.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Dalam pidato pertama kepada publik ini, Bung Karno menyatakan bahwa dirinya dalam keadaan selamat dan tetap memegang pucuk pimpinan negara.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Tanggal 2 Oktober Bung Karno mengumpulkan semua pemimpin Angkatan Bersenjata dan Waperdam II Dr. Leimena. Bung Karno telah menetapkan Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro sebagai pengganti Panglima Angkatan Darat Jenderal Ahmad Yani. Sementara Mayor Jendera Suharto diberi tugas memulihkan keamanan dan ketertiban pasca G30S.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Pidato pertama Bung Karno pasca G30S ini diperoleh dari Cornell University.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;"><span id="more-238"></span>Brothers, mengulangi pesanan saya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata / Pemimpin Besar Revolusi yang diumumkan pada bulan Oktober 1, 1965, and to eliminate all uncertainty among the people, dengan ini saya sekali lagi menyatakan bahwa saya aman dan baik dan terus memegang kepemimpinan atas negara dan atas [kepemimpinan] of the government and the Indonesian Revolution.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Today, October 2, 1965, Saya memanggil semua Panglima Angkatan Bersenjata, together with Second Deputy Prime MLeimena, Dr. Leimena, dan pejabat penting lainnya dengan cepat menyelesaikan masalah September sehingga 30 Peristiwa. To be able to settle this problem I have ordered the prompt creation of a calm and orderly atmosphere and for this purpose it is necessary to prevent any possibility of armed conflict.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Pada tahap sekarang perjuangan ditentukan rakyat Indonesia, I command the entire population continuously to increase vigilance and preparedness in the framework of intensifying the implementation of Dwikora.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">I appeal to all the Indonesian people to continue to remain calm and to all ministers and other officials continuously to carry out their respective duties as before.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">At present the leadership of the Army is directly in my hands, dan untuk debit sehari-hari tugas dalam Angkatan Darat, Saya telah ditunjuk sementara Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro, Third Assistant to the Minister/Commander of the Army.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan Affair 30 September, Saya telah menunjuk Mayor Jenderal Suharto, Komandan pedoman diet, sesuai dengan kebijakan saya telah digariskan.Kakak beradiks, mari kita bertahan dalam memelihara semangat persatuan nasional dan harmoni. Let us steadfastly kindle the anti-Nekolim spirit. God be with us all.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><strong><i><span style="font-size: large;">Salam Revolusi</span></i></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menterjemahkan : Google</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara, mengulangi pesan saya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata / Pemimpin Besar Revolusi yang diumumkan pada tanggal 1 Oktober 19dan untuk menghilangkan semua ketidakpastian di kalangan masyarakatakat, dengan ini saya sekali lagi menyatakan bahwa saya aman dan baik dan terus memegang pucuk pimpinan negara dan kepemimpinan atas pemerintah dan Revolusi Indonesia.</p>
<p style="text-align: justOktoberini ini, 2 Oktober 1965, saya memanggil semua Panglima Angkatan Bersenjata, bersama-sama dengan Wakil II Perdana Menteri, Dr Leimena, dan pejabat penting lainnya dengan cepat menyelesaikan masalah tersebut sehingga permasalahan 30 September. Untuk dapat menyelesaikan masalah ini saya telah memerintahkan penciptaan cepat dari suasana tenang dan tertib dan untuk tujuan ini perlu untuk mencegah kemungkinan konflik bersenjata.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahap sekarang perjuangan ditentukan dari rakyat Indonesia, saya perintahkan seluruh penduduk terus menerus untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka mengintensifkan pelaksanaan Dwikora.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus tetap tenang dan kepada semua menteri dan pejabat lainnya terus menerus untuk melaksanakan tugas masing-masing seperti sebelumnya.</p>
<p style="text-align: jusSaat ini pimpinan Angkatan Darat secara langsung di tangan sayaan saya, dan untuk melaksanakan sehari-hari tugas dalam Angkatan Darat, saya telah ditunjuk sementara Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro, Asisten III kepada Menteri / Panglima Angkatan Darat.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban sehubungan dengan Affair 30 September, saya telah menunjuk Mayor Jenderal Soeharto, Panglima KOSTRAD, sesuai dengan kebijakan saya sudah digariskan. Saudara-saudara, marilah kita bertahan dalam memelihara semangat persatuan nasional dan harmMari kita tabah menyalakan semangat anti-Nekolimkolim. Tuhan menyertai kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;"><stronSalam Revolusiolusi</i></strong></p>

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<dSoekarno onliner">Digital Library Presiden pertama Indonesiaident of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadi, hanya Pidato Malaysia</title>
		<link>https://soekarno.net/id/pidato-ganyang-malaysia/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/pidato-ganyang-malaysia/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 13:31:30 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[urusan luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=236-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia Pidato Ganyang Malaysia SAUDARA-SAUDARA, kita mengatakan bahwa Malaysia adalah proyek neo-kolonialis. Aku berkata, Malaysia adalah suatu proyek neokolonialis, dan aku berkata, Malaysia adalah juga suatu proyek imperialis. Neo-kolonialis karena Inggris mengkonsolir, menjajah Malaysia itu, atau lebih tegasnya Malaya, Singapore, Brunei, Serawak, Sabah dengan cara-cara [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Spektakuler Presiden Soekarno</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><strong><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Jadi, hanya Pidato Malaysia</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">SAUDARA-SAUDARA, kita mengatakan bahwa Malaysia adalah proyek neo-kolonialis. Aku berkata, Malaysia adalah suatu proyek neokolonialis, dan aku berkata, Malaysia adalah juga suatu proyek imperialis.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Neo-kolonialis karena Inggris mengkonsolir, menjajah Malaysia itu, atau lebih tegasnya Malaya, Singapore, Brunei, Serawak, Sabah dengan cara-cara baru, dengan cara neo—neo itu artinya baru—bukan dengan cara terang-terangan seperti dulu Belanda disini mengatakan bahwa Hindia adalah Hindia-Nederland, mengatakan bahwa semua pemerintahan disini, Suami dari Indonesia, adalah di dalam tangan negeri Belanda.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1"><span id="more-236"></span>Tidak, Inggris mengatakan bahwa Malaya, Singapore, Sabah, Awal Brunei, oo, untuk mereka sendiri. Pemerintahannya dalam bentuk baru. Tetapi pada hakikatnya masih Inggris yang memegang tampuk pemerintahannya, oleh karena itu dinamakan neo-kolonialisme baru, bukan kolonialisme biasa.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Terus terang saja, Saudara-saudara, di kalangan utusan dari Dasawarsa AA ini masih ada lho, masih ada yang mengatakan: Wah, Malaysia adalah satu negara yang sovereign. Sovereign artinya berdaulat penuh. Saya berkata kepada mereka: Bukan Bung, bukan negara sovereign, tetapi adalah suatu neo colonialist project, satu koloni, tetapi koloni macam baru, macam neo. Oleh karena itu janganlah berkata bahwa Malaysia itu adalah satu sovereign state, tetapi adalah satu negara neo colonialist project.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Dan kita menentang ini, oleh karena kita mengetahui bahwa baik kolonialisme maupun imperialisme adalah anak daripada kapitalisme, kapitalisme yang kita tentang. Tidak memungkinkan sesuatu manusia mengeksploitir kepada manusia yang lain, atau tidak bolehnya suatu bangsa mengeksploitir kepada bangsa yang lain.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><strong><i><span style="font-size: large;" data-mce-mark="1">Salam Revolusi</span></i></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bahasa Inggris menerjemahkan (melalui Google menerjemahkan dan tidak diedit belum)</p>
<p style="text-align: justify;">Kami mengatakan bahwa MalaysAku berkatalah proyek neo-kolonialis. I said, Malaysdan aku berkataproyek neo-kolonialis, and I said, Malaysia is also an imperialist project.<br />
Neo-kolonialisme Inggris mengkonsolir, Malaysia dijajah, atau lebih khusus Malaya, SingapSabah dengan cara-cara baruk, Sabah with new ways, oleh neo-neo yang berarti bukan hanya secara terang-terangan seperti sebelumnya di sini untuk mengatakan bahwa Belanda Hindia-Hindia Belanda, mengatakan bahwa semua pemerintah di sini, di Indonesia, is in the hands ofTidakhe NetheSingaporep>
<p styBruneixtPagi-pagin: justify;LtdNo, Inggris mengatakan bebas, Singapore, Sabah, Brunei, oo, untuk diri mereka sendiri. Pemerintahan dalam bentuk baru. Tapi esensinya masih pemerintah Inggris mengambil alih kekuasaan, oleh karena itu disebut baru neo-kolonialisme, colonialism is not unusual.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebetulnya, wanita dan pria, antara utusan daripada dekade AA masih ada Anda tahu, ada orang-orang yang mengatakan: Baik, Malaysia adalah sebuah negara berdaulat. Sovereign berarti berdaulat. Aku berkata kepada mereka: Tidak seorang pria, bukan negara berdaulat, tetapi merupakan proyek neo-kolonialis, koloni, tapi koloni dari jenis baru, jenis neo. Karena itu, tidak mengatakan bahwa Malaysia adalah negara berdaulat, but it is a neo colonialist project.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan kami menentang ini, karena kita tahu bahwa kedua kolonialisme dan imperialisme adalah anak daripada kapitalisme, kapitalisme kita tentang. Bukan sesuatu yang manusia untuk mengeksploitasi manusia lain, or not a nation to exploit another nation.</p>
<p style="text-align:Soekarno onlinem,<Digital Library Presiden pertama Indonesians.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Spektakuler Presiden Soekarno</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/pidato-ganyang-malaysia/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</title>
		<link>https://soekarno.net/id/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 13:26:05 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Partia politisi]]></category>
		<category><![CDATA[pki]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=234-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia Yo Sana, Yo Kadang malah yen mati Aku Sing Kelangan Saudara-saudara sekalian, Merdeka ! (sambutan gemuruh ” Merdeka ! &quot;, tepuk tangan lama). Saudara-saudara sekalian, Pada awal bulan Juli yang lalu, sdr. Aidit di ruang Istana Negara bertanya kepada saya : – ” Bung [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: large;">Sana I, Yo Kadang malah yen mati Aku Sing kelangan</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Saudara-saudara sekalian,</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Merdeka !</span></p>
<p style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: large;">(sambutan gemuruh ” Merdeka ! “, tepuk tangan lama)</span></em><span style="font-size: large;">.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Saudara-saudara sekalian,</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Pada awal bulan Juli yang lalu, sdr. Aidit di ruang Istana Negara bertanya kepada saya : –</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">” <span style="font-size: large;">Bung Karno, sekarang ini sedang berjalan pelarangan kegiatan politik. Apakah kiranya Partai Komunis Indonesia dalam waktu yang singkat bisa mengadakan Kongres di Jakarta ? “</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Pada waktu itu saya berkata kepada saudara Aidit : -/span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span id="more-234"></span>“<span style="font-size: large;">Adakan kongres itu &quot; </span><em><span style="font-size: large;">(tepuk tangan dan sorak lama, terdengar pekik : “Hidup Bung Karno !”).</span></em><span style="font-size: large;"> &quot;Adakan Kongres itu lewat tanggal 1 Agustus yang akan datang”. Dan dalam pada akhir bulan Juli sebelum tanggal 1 Agustus, pada satu pagi saya memanggil KMKB Jakarta Raya, Overste Umar, minum kopi dengan saya pagi-pagi </span><em><span style="font-size: large;">(tawa)</span></em><span style="font-size: large;">. Dan saya berkata kepada Overste Umar :-</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">” <span style="font-size: large;">Overste Umar, nanti lewat tanggal 1 Agustin Parfait komuni Indonesia akan</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">mengadakan Kongres, jagalah agar supaya Kongres itu berjalan baik, sebab Republik Indonesia adalah Republik Demokrasi. </span><em><span style="font-size: large;">(tepuk tangan lama)</span></em><span style="font-size: large;">.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Saudara-saudara, maka sekarang telah terang langsunglah Kongres itu. Dan sedianya saya, diminta oleh sdr. Aidit untuk menghadiri salah satu konferensi resepsi dari Kongres ini pada tanggal 15 September atau sebelum 15 September. Tapi pada waktu itu saya berkata kepada sdr. Aidit : –Sayang, maaf, sebelum tanggal 15 September tak mungkin saya dapat menghadiri suatu resepasi oleh karena saya hendak mengadakan perjalanan ke Aceh, ke Riau, ke Kalimantan, tetapi insya Allah, lewat 15 September saya akan dapat menghadiri resepsi penutupan dari Kongres PKI &quot;. Dan oleh sdr ; Aidit dijadikan resepsi penutupan Kongres itu terjadi pada tanggal 16 SSeptember Dan, saudara-saudara, syukur alhamdulmlilah pada ini malam saya hadir dikalangan saudara-saudara. </span><em><span style="font-size: large;">(tepuk tangan)</span></em><span style="font-size: large;">. Hadir dikalangan saudara-saudara, diterima oleh saudara-saudara dengan rasa kawan, dengan rasa cinta, yang atasnya saya mengiucapkan banyak-banyak terimakasih. Diterima oleh saudara-saudara didalam ruangan, yang … saya kira ini orang-orang Komunis yang membuat ruangan yang lebih indah,</span><em><span style="font-size: large;"> (tepuk tangan lama) </span></em><span style="font-size: large;">dengan ruangan yang indah dengan hiasan-hiasan yang indah dan dinamis. Maka teringatlah kepada saya salah satu Kongres PKI … hampir 40 tahun yang lalu, yaitu di Bandung kira-kira tahun 1922 atau 23. Saya tidak ingat lagi Kongres PKI yang nomor berapa, tapi yang jauh daripada yang indah ini. Pada waktu itu Kongres diadakan disatu sekolah, namanya sekolah partikulir di jalan pungkur, Bandung. Sangat sederhana. Jumlah Kongresis jauh lebih kurang dari yang sekarang dan saya ingat dibagian pimpinan, yang pada waktu itu dinamakan &quot;Hoofdbestuur&quot; ada berderet 15 kursi tetapi 9 daripada kursi itu kosong oleh karena mereka yang harus duduk di situ meringkuk didalam penjara. Kongres ITU, jadi, hanya dipimpin oleh 6 orang pemimpin saja. Jauh perbedaan dengan kondisi yang sekarang yang kita melihat sdr. Aidit gagah perwira, </span><em><span style="font-size: large;">(tepuk tangan lama) </span></em><span style="font-size: large;">sdr.Lukman,sdrr. Nyoto, sdr.Sudisman, sdr.Sakirman, disampingnya ada kandidat Politbiro sdr. Nyono, dan kita melihat disana ada dua orang wanita, disana satu orang wanita, dan disana lagi dua orang wanita, berbedaan dengan kondisi hampir 40 tahun yang lalu itu,saudara-saudaraa. Dan pada waktu itu saya duduk nonton ikutserta dalam Kongres di Bandung itu yang setengah sebagai</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY">” &quot;an style="font-size: large;">penyelundup “, pemuda. </span><em><span style="font-size: large;">(tawa dan tepuk tangan)</span></em><span style="font-size: large;">. Berbeda dengan sekarang yang saya hadir didalam Kongres ini sebagai Presiden Republik Indonesia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><em><span style="font-size: large;">(teputepuk tangan lamapan></em><span style="font-size: large;">.</span></p>

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">SoSoekarno online DiDigital Library Presiden pertama Indonesia</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PIDATO Presiden Soekarno &quot;Nawaksara&quot;</title>
		<link>https://soekarno.net/id/pidato-presiden-soekarno-nawaksara/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/pidato-presiden-soekarno-nawaksara/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 13:22:55 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=232-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia PIDATO PRESIDEN SOEKARNO “NAWAKSARA” Di depan Sidang Umum ke-IV MPRS pada tanggal 22 Juni 1966 Saudara-saudara sekalian, Saya. RETROSPEKSI Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah, maka pagi ini saya berada di muka Sidang Umum MPRS yang ke-lV. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No.I/1960 yang memberikan kepada diri [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/amanat-presiden-soekarno-pembukaan-sidang-pertama-m-p-r-s/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT PRESIDEN SOEKARNO &#8211; PEMBUKAAN SIDANG PERTAMA M.</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;"><strong>
<a href="/wp-content/gallery/soekarno_1/soekarno-net_tonys-pct-004a.jpg" title="" class="shutterset_singlepic1027" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="/wp-content/gallery/cache/1027__320x240_soekarno-net_tonys-pct-004a.jpg" alt="soekarno-net_tonys-pct-004a" title="soekarno-net_tonys-pct-004a" />
</a>
</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>PIDATO Presiden Soekarno &quot;Nawaksara&quot;</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Di depan Sidang Umum ke-IV MPRS pada tanggal 22 Juni 1966</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara sekalian,</p>
<p style="text-align: justify;">Saya. <strong>RETROSPEKSI </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Dengan mengucap Syukur Alhamdulillah</em>, maka pagi ini saya berada di muka Sidang Umum MPRS yang ke-lV. Sesuai dengan Ketetapan MPRS No.I/1960 yang memberikan kepada diri saya, Bung Karno, gelar Pemimpin Besar Revolusi dan kekuasaan penuh untuk melaksanakan Ketetapan-ketetapan tersebut, maka dalam Amanat saya hari ini saya ingin mengulangi lebih dulu apa yang pernah saya kemukakan dalam Amanat saya di muka Sidang Umum ke-ll MPRS pada tanggal 15 Mei 1963, berjudul “Ambeg Parama-Arta” tentang hal ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-232"></span>1. <strong>Pengertian Pemimpin Besar Revolusi. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pidato saya &quot;Ambeg Parama-Arta&quot; itu, saya berkata: &quot;MPRS telah memberikan KEKUASAAN PENUH kepada saya untuk melaksanakannya, dan dalam memberi kekuasaan penuh kepada saya itu, MPRS menamakan saya bukan saja Presiden, bukan saja Panglima Tertinggi Angkatan Perang, tetapi mengangkat saya juga menjadi: “PEMIMPIN BESAR REVOLUSI INDONESIA”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menerima pengangkatan itu dengan sungguh rasa terharu, karena MPRS sebagai Perwakilan Rakyat yang tertinggi di dalam Republik Indonesia, menyatakan dengan tegas dan jelas bahwa saya adalah “Pemimpin Besar Revolusi Indonesia”, yaitu: “PEMIMPIN BESAR REPUBLIK RAKYAT INDONESIA”!</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam pada itu, saya sadar, bahwa hal ini bagi saya membawa konsekuensi yang amat besar! Oleh karena seperti Saudara-saudara juga mengetahui, PEMIMPIN membawa pertanggungan-jawab yang amat berat sekali!!</p>
<p style="text-align: justify;">“Memimpin” adalah lebih berat daripada sekedar “Melaksanakan”. “Memimpin” adalah lebih berat daripada sekedar menyuruh melaksanakan”!</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sadar, lebih daripada yang sudah-sudah, setelah MPRS mengangkat saya menjadi “Pemimpin Besar Revolusi”, bahwa kewajiban saya adalah amat berat sekali, tetapi Insya Allah S.W.T. saya terima</p>
<p style="text-align: justify;">pengangkatan sebagai “Pemimpin Besar Revolusi” itu dengan rasa tanggung jawab yang setinggi-tingginya!</p>
<p style="text-align: justify;">Insya Allah, yang, akan beri pimpinan kepada Indonesia, kepada Rakyat Indonesia, kepada Saudara-saudara sekalian, secara maksimal di bidang pertanggungan-jawab dan kemampuan saya. Moga-moga Tuhan Yang Maha Kuasa, Yang Maha Murah, dan Maha Asih, selalu memberikan bantuan kepada saya secukup-cukupnya!</p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya, kepada <strong>MPRS </strong>dan kepada <strong>Rakyat Indonesia </strong>sendiri, hal ini pun membawa konsekuensi! Tempohari saya berkata: &quot;Jikalau benar dan jikalau demikianlah Keputusan MPRS, yang saya diangkat menjadi Pemimpin Revolusi Besar Indonesia, Revolusi Rakyat Indonesia, maka saya mengharap seluruh Rakyat, termasuk juga segenap Anggota MPRS, untuk selalu mengikuti, melaksanakan, menfi’ilkan segala apa yang saya berikan dalam pimpinan itu! Pertanggungan-jawab yang MPRS, sebagai Lembaga Tertinggi Republik Indonesia letakkan di atas pundak saya, adalah suatu pertanggungan-jawab yang berat sekali, tetapi denganridha Allah S.W.T. dan dengan bantuan seluruh Rak yat Indonesia, termasuk di dalanlnya juga Saudara-saudara para Anggota MPRS sendiri, saya percaya, bahwa Insya Allah, apa yang digariskan oleh Pola Pembangunan itu dalam 8 tahun akan terlaksana!</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah Saudara-saudara sekalian beberapa kutipan daripada Amanat “Ambeg Parama-Arta”.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara sekalian,</p>
<p style="text-align: justify;">Dari Amanat &quot;Ambeg Parama-Arta&quot; tersebut, dapatlah Saudara ketahui, bagaimana visi serta interpretasi saya tentang predikat Pemimpin Besar Revolusi yang Saudara-saudara berikan kepada saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menginsyafi, bahwa predikat itu adalah sekedar gelar, tetapi saya pun – dan dengan saya semua ketentuan-ketentuan progresif revolusioner di dalam masyarakat kita yang tak pernah absen dalam kancahnya Revolusi kita – saya pun yakin seyakin-yakinnya, bahwa tiap Revolusi mensyarat-mutlakkan adanya Pimpinan Nasional. Lebih-lebih lagi Revolusi Nasional kita yang multi-kompleks sekarang ini, dan yang berhari depan Sosialisme Panca-Sila. Revolusi demikian ta’ mungkin tanpa adanya pimpinan. Dan pimpinan itu jelas tercermin dalam tri-kesatuannya Re-So-Pim, yaitu Revolusi, Sosialisme, dan Pimpinan Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Pengertian Mandataris MPRS. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Karena itulah, maka pimpinan yang saya berikan itu adalah pimpinan di segala bidang. Dan sesuai dengan pertanggungan-jawab saya terhadap MPRS, pimpinan itu terutarna menyangkut garis-garis besarnya. Ini pun adalah sesuai dan sejalan dengan kemurnian bunyi aksara dan jiwa Undang-Undang Dasar ‘45, yang menugaskan kepada MPRS untuk menetapkan garis-garis besar haluan Negara. Saya tekankan garis-garis besarnya saja dari haluan Negara. Adalah tidak sesuai dengan jiwa dan aksara kemurnian Undang-Undang Dasar ‘45, saat MPRS jatuh terpelanting kembali ke dalam alam Liberale democratie, dengan beradu</p>
<p style="text-align: justify;">debat dengan bertele-tele tentang garis-garis kecil, di mana masing-masing golongan beradu untuk memenangkan kepentingan-kepentingan golongan dan mengalahkan kepentingan nasional, kepentingan Rakyat banyak, kepentingan Revolusi kita!</p>
<p style="text-align: justify;">Pimpinan itu pun saya dasarkan kepada jiwa Panca-Sila, yang telah kita pancarkan bersama dalam Manipol-Usdek sebagai garis-garis besar haluan Negara. Dan lebih-lebih mendalam lagi, maka saya telah mendasarkan pimpinan itu kepada Sabda Rasulullah SAW: &quot;Kalian adalah Pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungan-jawabnya tentang kepemimpinan itu di hari kemudian.”</p>
<p style="text-alignSaudara-saudara sekalianara sekalian,</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah jiwa daripada pimpinan saya, seperti yang telah saya nyatakan dalam Amanat &quot;Ambeg Parama-Arta&quot; tersebut tadi. Dan Saudarasaudara telah membenarkan amanat itu, terbukti dengan Ketetapan MPRS No.IV/1963, yang menjadikan Resopim dan Ambeg Parama-Arta masing-masing sebagai pedoman pelaksanaan garis-garis besar haluan Negara, dan sebagai landasan kerja dalam melaksanakan Konsepsi Pembangunan seperti terkandung dalam Ketetapan MPRS No.l dan 11 tahun 1960.</p>
<p style="text-align: justify;">3. <strong>Pengertian Presiden seumur hidup </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Malahan dalam Sidang Umum MPRS ke-ll pada bulan Mei tahun 1963 itu Saudara-saudara sekalian telah menetapkan saya menjadi Presiden se-umur-hidup. Dan pada waktu itu pun saya telah menjawab keputusan Saudara-saudara itu dengan kata-kata: “Alangkah baiknya jikalau nanti MPR, yaitu MPR hasil pemilihan-umum, masih meninjau soal ini kembali.” Dan sekarang ini pun saya masih tetap berpendapat demikian!</p>
<p style="text-align: justify;">II. <strong>LANDASAN-KERJA MELANJUTKAN PEMBANGUNAN. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kembali sekarang sebentar kepada Amanat &quot;Ambeg Parama-Arta&quot; tersebut tadi itu. Amanat itu kemudian disusul dengan amanat saya “Berdikari” pada pembukaan Sidang Umum MPRS ke-lll pada tanggal 11 April 1965, di mana dengan tegas saya tekankan tiga hal:</p>
<p style="text-align: justify;">1. <strong>Trisakti. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertama :</p>
<p style="text-align: justify;">bahwa Revolusi kita mengejar suatu Idee Besar, yakni melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat; Amanat Penderitaan Rakyat seluruhnya, seluruh rakyat sebulat-bulatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua :</p>
<p style="text-align: justify;">bahwa Revolusi kita berjoang mengemban Amanat Penderitaan Rakyat itu dalam persatuan dan kesatuan yang bulat-menyeluruh dan</p>
<p style="text-align: justify;">hendaknya jangan sampai watak Agung Revolusi kita, diselewengkan sehingga mengalami dekadensi yang hanya mementingkan golongann-ya sendiri saja, atau hanya sebagian dari Ampera saja!</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga :</p>
<p style="text-align: justify;">bahwa kita dalam melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat itu tetap dan tegap berpijak dengan kokoh-kuat atas landasan Trisakti, yaitu berdaulat dan bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan dan berdikari dalam ekonomi; sekali lagi berdikari dalam ekonomi!</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat gembira sekali, bahwa Amanat-amanat saya itu dulu, baik &quot;Ambeg Parama-Arta&quot;, maupun &quot;Berdikari&quot; telak Saudara-saudara tetapkan sebagai landasan-kerja dan pedoman pelaksanaan Pembangunan Nasional Semesta Berencana untukmasa 3 tahun yang akan datang, yaitu sisa jangka-waktu tahapan pertama mulai tahun 1966 s/d 1968 dengan landasan &quot;Berdikari di atas Kaki Sendiri&quot; dalam ekonomi. Ini berarti, bahwa Lembaga Tertinggi dalam Negara kita, Lembaga Tertinggi dari Revolusi kita, Lembaga Negara Tertinggi yang menurut kemurnian jiwa dan aksaranya UUD-Proklamasi kita adalah penjelmaan kedaulatan Rakyat, membenarkan Amanat-amanat saya itu. Dan tidak hanya membenarkan saja, melainkan juga menjadikannya sebagai landasan-kerja serta pedoman bagi kita-semua, ya bagi Presiden/Mandataris MPRS/Perdana Menteri ya, untuk MPRS sendiri, ya untuk DPA, ya bagi DPR, The BAGI Kabinet, ya bagi parpol-parpol dan ormas-ormas, ya bagi ABRI, dan bagi seluruh Rakyat kita dari Sabang sampai Merauke, dalam mengemban bersama Amanat Penderitaan Rakyat.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang, di dalam situasi nasional dan internasional dewasa ini,yaitu berdaulat dan independen dalam politikn bebas dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan, Berdikari di Kepemilikan Modal ekonomi, adalah senjata yang paling ampuh di tangan seluruh rakyat kita, di tangan prajuritprajurit Revolusi kita, untuk menyelesaikan Revolusi Nasional kita yang maha dahsyat sekarang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">2. <strong>Rencana Ekonomi Perjoangan. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terutama prinsip Berdikari di bidang ekonomi! Sebab dalam keadaan perekonomian bagaimanapun sulitnya, saya minta jangan dilepaskan jiwa &quot;self-reliance&quot; ini, jiwa percaya kepada kekuatan-diri-sendiri, jiwa self-help atau jiwa mandiri. Karenanya, maka dalam melaksanakan Ketetapan-ketetapan MPRS No.V dan VL tahun 1965 yang lalu, saya telah meminta Bappenas dengan bantuan dan kerja sama dengan Muppenas, untuk menyusun garis-garis lebih lanjut daripada Pola Ekonomi Perjoar gan seperti yang telah saya canangkan dalam Amanat Berdikari tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Garis-garis Ekonomi Perjoangan tersebut telah selesai, dan saya lampirkan bersama ini Ikhtisar Tahunan tentang pelaksanaan Ketetapan MPRS No.II/MPRS/1960. Di dalamnya Saudara-saudara akan memperoleh gambaran tentang Strategi Umum Pembangunan 2 tahun 1966-1968, yaitu Pra-syarat Pembangunan, dan pols / dembiayaan tahun 1966 s/d 1968 melalui Rencana Anggaran 3 tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">3. <strong>Pengertian Berdikari. </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Khusus mengenai Prinsip Berdikari ingin saya tekankan apa yang” telah saya nyatakan dalam pidato Proklamasi 17 Agustus 1965, yaitu pidato Takari, bahwa berdikari tidak berarti mengurangi, melainkan memperluas kerjasama internasional, terutama antara semua negara yang baru merdeka.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang ditolak oleh Berdikari adalah ketergantungan kepada imperialis, bukan kerja sama yang sama-derajat dan saling me nguntungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan di dalam Rencana Ekonomi Perjoangan yang saya sampaikan bersama ini, maka Saudara-saudara dapat membaca bahwa: “Berdikari bukan saja tujuan, tetapi yang tidak kurang pentingnya harus merupakan prinsip dari cara kita mencapai tujuan itu, prinsip untuk melaksanakan Pembangunan dengan tidak menyandarkan diri kepada bantuan negara atau bangsa lain. Adalah jelas, bahwa tidak menyandarkan diri tidak berarti bahwa kita tidak mau kerja sama berdasarkan sama-derajat dan saling menguntungkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka pengertian politik Berdikari demikian inilah, kita harus menanggulangi kesulitan-kesulitan di bidang Ekubang kita dewasa ini, baik yang hubungan dengan inflasi maupun yang hubungan dengan pembayaran hutang-hutang luar negeri kita.</p>
<p style="text-align: justify;">III. <strong>HUBUNGAN POLITIK DAN EKONOMI </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Masalah Ekubang tidak dapat dilepaskan dari masalah politik, malahan harus didasarkan atas Manifesto Politik kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dekon kita pun adalah Manipohdi bidang ekonomi, atau dengan lain perkataan &quot;political economy&quot;-nya pembangunan kita. Dekon merupakan strategi-umum, dan strategi-umum di bidang pembangunan 3 tahun di depan kita, yaitu tahun 1966–1968, didasarkan atas pemeliharaan hubungan yang tepat antara kebutuhan untuk melaksanakan tugas politik dan tugas ekonomi. Demikianlah tugas politik-keamanan kita, politik-pertahanan kita, politik dalam-negeri kita, politik luar-negeri kita dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">IV. <strong>ECERAN KE-DPR </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Detail dari tugas-tugas ini kiranya tidak perlu diperbincangkana dalam Sidang Umum MPRS, karena tugas MPRS ialah menyangkut garisgaris besarnya saja. Detailnya seyogyanya ditentukan oleh Pemerintah bersama-sama dengan DPR, dalam rangka pemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p style="text-align: justify;">Di. <strong>TETAP DEMOKRASI TERPIMPIN </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sekalipun demikian perlu saya peringatkan di sini, bahwa UndangUndang Dasar 1945 memungkinkan Mandataris MPRS bertindak lekas dan tepat dalam keadaan darurat demi keselamatan Negara, Rakyat dan Revolusi kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan sejak Dekrit 5 Juli 1959 dulu itu, Revolusi kita terus meningkat dan bergerak cepat, yang mau-tidak-mau mengharuskan semua Lembaga-lembaga Demokrasi kita untuk bergerak cepat pula tanpa menyelewengkan Demokrasi Terpimpin kita ke arah Demokrasi Liberal.</p>
<p style="text-align: justify;">KAMI. <strong>MERINTIS JALAN KE ARAH PEMURNIAN PELAKSANAAN UUD 1945 </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam rangka merintis jalan ke arah kemurnian pelaksanMei Undang-Undang Dasar 1945 itulah, saya dengan surat saya tertanggal 4 Mei 1966 kepada Pimpinan DPRGR memajukan:</p>
<p style="text-align: justify;">sebuah. RUU Penyusunan MPR, DPR dan DPRD.</p>
<p style="text-align: justify;">b. RUU Pemilihan Umum.</p>
<p style="text-align: justify;">c. Penetapan Presiden No.3 tahun 1959 sudaPenetapan Presiden No.3 yearshun 1966 untuk diubah menjadi UU agar DPA dapat ditetapkan menurut pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945.</p>
<p style="text-align: justify;">VII. <strong>WEWENANG MPR DAN MPRS </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak lain harapan saya adalah hendaknya MPRS dalam rangka pemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 itu menyadari apa tugas dan fungsinya, juga dalam hubungan-persamaan dan perbedaannya dengan MPR hasil pemilihan-umum nanti.</p>
<p style="text-align: justify;">Wewenang MPR selaku pelaksanaan kedaulatan Rakyat adalah menetapkan Undang-Undang Dasar dan garis-garis besar dari haluan Negara (pasal 3 UUD), serta memilih Presiden dan Wakil Presiden (pasal 6 UUD ayat 2).</p>
<p style="text-align: justify;">Hukum Dasar dan garis-garis besar haluan Negara telah kita tentukan bersama, yaitu Undang-Undang Dasar Proklamasi 1945 dan Manipol/Usdek.</p>
<p style="text-align: justify;">VIII. <strong>KEDUDUKAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Undang-Undang Dasar 1945 itu menyebut pemilihan jabatan Presiden dan Wakil Presiden, masa jabatannya serta isi-sumpahnya dalam satu nafas, yang tegas bertujuan agar terjamin kesatuan-pandangan, kesatuan-pendapat, kesatuan-pikiran dan kesatuan-tindak antara Presiden dan Wakil Presiden, yang membantu Presiden (pasal 4 ayaDalam pada ituUUDstyle="text-align: justify;">Dalam pada itu, Presiden memegang dan menjalankan tugas, wewenang dan kekuasaan Negara serta Pemerintahan. (pasal 4, 5pasal 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, ayat 2).</p>
ayattyle="text-align: justify;">Jiwa kesatuan antara kedua pejabat Negara ini, serta pembagian tugas dan wewenang seperti yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar 1945 hendaknya kita sadari sepenuhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">IX. <strong>PENUTUP </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Demikian pula hendaknya kita semua, di luar dan di dalam MPRS menyadari sepenuhnya perbedaan dan persamaannya antara MPRS sekarang, dengan MPR-hasil-pemilihan-umum yang akan datang, agar supaya benar-benar kemurnian pelaksanaan Undang-Undang Dasar 1945 dapat kita rintis bersama, sambil membuka lembaran baru dalam sejarah kelanjutan Revolusi Panca-Sila kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah Saudara-saudara, teks laporan progress saya kepadaMPRS. lzinkanlah saya sekarang mengucapkan beberapa patah kata pribadi kepada Saudara-saudara, terutama sekali mengenai pribadi saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih dahulu tentang hal laporan progress ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Laporan progress itu saya simpulkan dalam sembilan pasal, sembilan golongan, sembilan punt. Maka oleh karena itu saya ingin memberi judul kepada amanat saya tadi itu. Sebagaimana biasa saya memberi judul kepada pidato-pidato saya, ada yang bernama Resopim, ada yang bernama Gesuri dan lain-lain sebagainya. Amanat saya ini, saya beri judul apa? Sembilan perkara, pokok, pokok, pokok, pokok, saya tuliskan di dalam Amanat ini. Karena itu saya ingin memberi nama kepada Amanat ini, kepada pidato ini “Pidato Sembilan Pokok”. Sembilan, ya sembilan apa? Kita itu biasa memakai bahasa Sansekerta kalau memberi nama kepada amanat-amanat, bahkan kita sering memakai kata Dwi, Tri, Tri Sakti, dua-duanya kata Sanskrit. Catur Pra Setia, catur-empat setia, kesetiaan, Panca Azimat, Panca adalah lima. Ini sembilan pokok; ini saya namakan apa?</p>
<p style="text-align: justify;">Sembilan di dalam bahasa Sansekerta adalah &quot;Nawa&quot;. Eka, DwTriTri, Catur, Bangku, Enam-yam, tujuh-sapta, Delapan-lelang, sembilan-nawa, sepuluh-dasa. Jadi saya mau beri nama dengan kata &quot;Nawa&quot;. &quot;Mei&quot; wafer? Sudah, karena saya tulis, beri fun mau NAMA &quot;Let AKSARA&quot;, dus &quot;Nawa iAKSARA&quot; atau kalau mau disingkat &quot;NAWAKSARA&quot;. Tadinya ada orang yang mengusulkan diberi nama “Sembilan Ucapan Presiden”. &quot;Awa SABDA&quot;. Anti kalau Masaya Kasih lentur Cuci Sabda, ada saja yang salah-salah berkata: &quot;Uh, eh, Presiden bersabda”. Sabda itu seperti raja bersabda. Tidak, saya tidak mau memakai perkataan “sabda” itu, saya mau memakai perkataan “Aksara”; bukan dalam arti tulisan, jadi ada karakter latin, ada aksara Belanda dan sebagainya. Biarkan AKSARA atau Nawaksara, itu judul yang saya berikan kepada pidato ini. Saya minta wartawan-wartawan mengumumkan hal ini, bahwa pidato Presiden dinamakan oleh Presiden NAWAKSARA . ,</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian saya mau menyampaikan beberapa patah kata mengenai diri saya sendiri. Saudara-saudara semua mengetahui, bahwa tatkala saya masih muda, masih sangat muda sekali, bahwa saya miskin dan oleh karena saya miskin, maka demikianlah saya sering ucapkan: &quot;SAYA tinggalkan dunia materi ini. Dunia jasmani sekarang ini laksana saya tinggalkan, karena dunia jasmani ini tidak memberi hiburan dan kepuasan kepada saya, oleh karena saya miskin.” Maka</p>
<p style="text-align: justify;">saya meninggalkan dunia jasmani ini dan saya masuk katagori dalam pidato dan keterangan-keterangan yang sering masuk ke dalam world of the mind. Saya meninggalkan dunia yang material ini, saya masuk di dalam world of the mind. Dunianya alam cipta, dunia khayal, dunia pikiran. Dan telah sering saya katakan, bahwa di Illustrasi wolrd dari ITU pikiran, di situ saya berjumpa dengan orang-orang besar dari segala bangsa dan segala negara. Di dalam world of the mind itu saya bertemu dengan nabi-nabi besar; di dalam world of the mind itusaya bertemu dengan filsuf, ahli falsafah besar. Di dalam world of the mind itu saya bertemu dengan pemimpin-pemimpin bangsa yang besar, dan di dalam world of the mind itu saya berjumpa dengan pejuang-pejuang kemerdekaan yang berkaliber besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berjumpa denganorang-orang besar ini, tegasnya, jelasnya dari membaca buku-buku. Salah satu pemimpin besar daripada sesuatu bangsa yang berjuang untuk kemerdekaan, ia mengucapkan kalimat sebagai berikut: &quot;Penyebab kebebasan merupakan penyebab abadi. Penyebab kebebasan merupakan penyebab abadi. Perjuangan untuk kemerdekaan adalah satu perjuangan yang tidak mengenal mati. The cause of freedom is a deathless cause.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesudah saya baca kalimat itu dan renungkan kalimat itu, bukan saja saya tertarik kepada cause of freedom dari bangsa saya sendiri dan bukan saja saya tertarik pada cause of freedom dari seluruh umat manusia di dunia ini, tetapi saya, karena tertarik kepada cause of freedom ini saya menyumbangkan diriku kepada deathless cause ini, abadi penyebab orang saya sendiri, abadi penyebab semua orang ini. Dan lantas saya mendapat keyakinan, Bukan Saja penyebab kebebasan merupakan penyebab abadi, tetapi JUGA layanan kebebasan adalah layanan abadi. Pengabdian kepada perjuangan kemerdekaan, pengabdian kepada kemerdekaan itupun tidak mengenal maut, tidak mengenal habis. Pengabdian yang sungguh-sungguh pengabdian, bukan service yang hanya lip-service, tetapi service yang benar-benar masuk di dalam jiwa, service yang benar-benar pengabdian, service yang demikian itu adalah satu deathless service.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saya tertarik oeh saya punya pendapat sendiri, pendapat pemimpin besar dari bangsa yang saya sitir itu tadi, Yang berkata &quot;penyebab kebebasan adalah penyebab abadi&quot;. SAYA berkata &quot;tidak hanya penyebab kebebasan adalah penyebab abadi, but also the service of freedom is a deatheless service”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saya, Saudara-saudara, telah memberikan, menyumbangkan atau menawarkan diri saya sendiri, dengan segala apa yang ada pada saya ini, kepada pelayanan kebebasan, dan saya sadar sampai sekarang: layanan kebebasan adalah layanan abadi, yang tidak mengenal akhir, yang tidak mengenal mati. Itu adalah tulisan isi hati. Badan manusia bisa hancur, badan manusia bisa dimasukkan di dalam kerangkeng, badan manusia bisa dimasukkan di dalam penjara, badan manusia bisa ditembak mati, badan manusia bisa dibuang ke tanah pengasingan yang jauh dari tempat kelahirannya, tetapi ia punya service of freedom tidak bisa ditembak mati, tidak bisa dikerangkeng, tidak bisa dibuang di tempat pengasingan, tidak bisa ditembak mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan saya beritahu kepada Saudara-saudara, menurut perasaanku sendiri, saya, SaudSaudara-saudaralah lebih dari tiga puluh lima tahun, hampir Empat years mendedikasikan diri untuk layanan ini kebebasan. Yang saya menghendaki supaya seluruh, seluruh, seluruh rakyat Indonesia masing-masing juga dedicate jiwa raganya kepada service of freedom ini, oleh karena memang layanan dari inisial kebebasan adalah layanan abadi. Tetapi akhirnya segala sesuatu adalah di tangannya</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan. Apakah Tuhan memberi saya dedicate myself, saya semua ke layanan kebebasan, itu adalah Tuhan punya urusan.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu maka saya terus, terus, terus selalu memohon kepada Allah S.W.T., agar saya diberi kesempatan untuk ikut menjalankan aku punya service of freedom ini. Tuhan yang menentukan. Man mengusulkan, Tuhan memutuskan; manusia bisa berkehendak ,macam-macam Tuhan yang menentukan. Demikianpun saya selalu bersandarkan kepada keputusan Tuhan itu. Cuma saya juga di hadapan Tuhan berkata: Ya Allah,, Rabi, berilah saya kesempatan, kekuatan, taufik, hidayat untuk dedicate my self to this great cause of freedom and to this great service.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah Saudara-saudara yang saya hendak katakan kepadamu;dalam saya pada hari sekarang ini memberi laporan kepadamu. Moga-moga Tuhan selalu memimpin saya, moga-moga Tuhan selalu memimpin Saudara-saudara sekalian. Sekianlah</p>
<p style="text-align: justify;">

<!-- SEO Ultimate (http://www.seSoekarno onlines.cDigital Library Presiden pertama Indonesia color="#FFFFFF">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/amanat-presiden-soekarno-pembukaan-sidang-pertama-m-p-r-s/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT PRESIDEN SOEKARNO &#8211; PEMBUKAAN SIDANG PERTAMA M.</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/pidato-presiden-soekarno-nawaksara/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI) DI Jogjakarta Kaliurang, 17 Februari 1959</title>
		<link>https://soekarno.net/id/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/#comments</comments>
		<pubdate>Fri, 04 Jan 2013 13:16:51 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Soekarno hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jogja]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=229-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI) DI Jogjakarta Kaliurang, 17 Februari 1959. Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini. Dengan gembira saya membaca, bahwa asas [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p><span style="font-size: large;">Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa</span></p>
<p align="CENTER"><span style="font-size: large;">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI) DI Jogjakarta Kaliurang, 17 FEBRUARI 1959.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ini.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Dengan gembira saya membaca, bahwa asas tujuan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah Marhaenisme. Apa sebab saya gembira?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Tidak lain dan tidak bukan, karena lebih dari 30 tahun yang lalu saya juga pernah memimpin suatu gerakan rakyat-suatu partai politik- yang asasnya pun adalah Marhaenisme.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;"><span id="more-229"></span>Bagi saya asas Marhaenisme adalah suatu asas yang paling cocok untuk gerakan rakyat di Indonesia. Rumusannya adalah sebagai berikut: Marhaenisme adalah dasar, yang menghendaki susunan masyarakat dan Negara yang dalam segala halnya menyelamatkan kaum Marhaen. Marhaenisme adalah cara perjuangan yang revolusioner sesuai dengan karakter kaum Marhaen pada umumnya. Marhaenisme adalah </span><em><span style="font-size: large;">jadi</span></em><span style="font-size: large;"> dasar dan cara perjuangan &quot;</span><em><span style="font-size: large;">bersama</span></em><span style="font-size: large;">&quot;, menuju ke hilangnya kapitalisme, Dan imprealisme kolonialisme. Dry positif, maka Marhaenisme saya namakan juga sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi; karena nasionalismenya kaum Marhaen adalah nasionalisme yang </span><em><span style="font-size: large;">social bewust</span></em><span style="font-size: large;"> dan karena demokrasinya kaum Marhaen adalah demokrasi yang </span><em><span style="font-size: large;">sosial bewust</span></em><span style="font-size: large;"> pula.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Dan siapakah yang saya namakan kaum Marhaen itu? Yang saya namakan Marhaen adalah setiap rakyat Indonesia yang melarat atau lebih tepat: yang telah dimelaratkan oleh setiap kapitalisme, imprealisme dan kolonialisme.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Kaum Marhaen ini terdiri dari tiga unsur: Pertama : Unsur kaum proletar Indonesia (buruh) Kedua : Unsur petani melarat Indonesia, dan Ketiga : kaum melarat Indonesia yang lain-lain.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Dan siapakah yang saya maksud dengan kaum Marhaenis? Kaum Marhaenis adalah setiap pejuang dan setiap patriot Bangsa. Yang mengorganisir jutaan kaum Marhaen itu, dan yang bersama-sama dengan tenaga massa Marhaen itu hendak menumbangkan sistem kapitalisme, imprealisme, kolonialisme, dan yang bersama-sama dengan massa Marhaen itu membanting tulang untuk membangun Negara dan masyarakat, yang kuat, bahagia sentosa, adil dan makmur.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Pokoknya ialah, bahwa Marhaenis adalah setiap orang yang menjalankan Marhaenisme seperti yang saya jelaskan di atas tadi. Camkan benar-benar: setiap kaum Marhaenis berjuang untuk kepentingan kaum Marhaen dan bersama-sama kaum Marhaen!</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Apa sebab pengertian tentang Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu saya kemukakan kepada Konferensi Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dewasa ini?</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Karena saya tahu, bahwa dewasa ini ada banyak kesimpangsiuran tentang tafsir pengertian kata-kata Marhaenisme, Marhaen dan Marhaenis itu.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Saya harapkan mudah-mudahan kata sambutan saya ini saudara camkan dengan sungguh-sungguh, dan saudara praktikkan sebaik-baiknya, tidak hanya dalam lingkungan dunia kecil mahasiswa, tetapi juga di dunia besar daripada massa Marhaen.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Sebab tanpa massa Marhaen, maka gerakanmu akan menjadi steril! Karena itu:</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Lenyapkan sterilitiet dalam Gerakan Mahasiswa! Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen! Agar semangat Marhaenisme bernyala-nyala murni! Dan agar yang tidak murni terbakar mati!</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Sekian dulu, dan sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Konferensi Besar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dGMNIudah-mudahan berhasillah Konferensi Besar ini.</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Jakarta, 17 Februari 1959</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">PRESIDEN/PANGLIMA TERTINGGI/ PEMIMPIN BESAR REVOLUSI</span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">SOEKARNO BAPAK MARHAENISME</span></p>
<p>&nbsp;</p>

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">SoekarnoSoekarno onlineal Digital Library Presiden pertama Indonesia
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO</title>
		<link>https://soekarno.net/id/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/#comments</comments>
		<pubdate>Wed, 02 Jan 2013 17:03:18 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[SHELTER]]></category>
		<category><![CDATA[amanat]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[revolusi]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=225-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO yang DIUCAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 JAM 01.30. Saudara-Saudara sekalian. Mengulangi perintah saya sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata/Pemimpin Besar Revolusi yang telah diumumkan pada tanggal 1 Oktober '65, dan untuk menghilangkan [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><strong><span style="font-size: large;">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN BESAR REVOLUSI BUNG KARNO</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="CENTER"><strong><span style="font-size: large;">yang DIUCAPKAN MELALUI RRI PADA TGL.3 OKTOBER 1965 JAM 01.30.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Saudara-Saudara sekalian.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">
<a href="/wp-content/gallery/soekarno_1/soekarno-net_tonys-pct-009a.jpg" title="" class="shutterset_singlepic1030" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-center" src="/wp-content/gallery/cache/1030__320x240_soekarno-net_tonys-pct-009a.jpg" alt="soekarno-net_tonys-pct-009a" title="soekarno-net_tonys-pct-009a" />
</a>
Mengulangi perintah saya sebagai Presiden/Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata/Pemimpin Besar Revolusi yang telah diumumkan pada tanggal 1 Oktober '65, dan untuk menghilangkan semua keragu-raguan dalam kalangan rakyat, maka dengan ini saya sekali lagi menyatakan bahwa saya berada dalam keadaan sehat wal’afiat dan tetap memegang tampuk pimpinan Negara dan tampuk pimpinan Pemerintahan dan Revolusi Indonesia.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;"><span id="more-225"></span>Pada hari ini tanggal 2 Oktober '65 saya telah memanggil semua Panglima Angkatan Bersenjata bersama wakil Perdana Menteri kedua Dr. Leimena dan para pejabat penting lainnya dengan maksud untuk segera menyelesaikan persoalan apa yang disebut peristiwa 30 September. Untuk dapat menyelesaikan persoalan ini saya telah perintahkan supaya segera diciptakan satu suasana yang tenang dan tertib, dan untuk itu perlu dihindarkan segala kemungkinan bentrokan dengan senjata.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Dalam tingkatan perjoangan Bangsa lndonesia sekarang ini, saya perintahkan kepada seluruh rakyat untuk tetap mempertinggi kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan Dwikora. Kepada seluruh rakyat lndonesia saya serukan untuk tinggal tetap tenang dan kepada semua menteri dan petugas- petugas negara lainnja untuk tetap menjalankan tugasnya masing-masing seperti sediakala.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Pimpinan Angkatan Darat pada dewasa ini berada langsung dalam tangan saya dan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari dalam Angkatan Darat sementara saya tunjuk Maj. Hanya. Pranoto Reksosamodra, Ass keIII Men / PANGAD. Untuk melaksanakan pemulihan keamanan dan ketertiban yang bersangkutan dengan peristiwa 30 September tersebut telah saya tunjuk Maj.Jen. Suharto, Panglima Kostrad sesuai dengan kebijaksanaan yang telah saya gariskan.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Saudara-saudara sekalian.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Marilah kita tetap membina semangat persatuan dan kesatuan Bangsa; marilah kita tetap menggelorakan semangat anti nekolim.</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Tuhan bersama dengan kita semua</span></p>
<p style="text-align: justify;" align="JUSTIFY"><span style="font-size: large;">Koleksi: Perpustakaan Nasional RI, 2006</span></p>
<p style="text-align: justify;">

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">SSoekarno online| DDigital Library Presiden pertama Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/pidato-pertama-bung-karno-pasca-g30s/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Pertama Bung Karno Pasca G30S</a></li><li><a href="/amanat-dari-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Amanat dari Presiden Soekarno</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AMANAT PRESIDEN SOEKARNO &#8211; PEMBUKAAN SIDANG PERTAMA M. P. R. S.</title>
		<link>https://soekarno.net/id/amanat-presiden-soekarno-pembukaan-sidang-pertama-m-p-r-s/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/amanat-presiden-soekarno-pembukaan-sidang-pertama-m-p-r-s/#comments</comments>
		<pubdate>Wed, 02 Jan 2013 16:52:26 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato]]></category>
		<category><![CDATA[amanat]]></category>
		<category><![CDATA[berkas]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[pidato]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=222-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia AMANAT PRESIDEN SOEKARNO PADA PEMBUKAAN SIDANG PERTAMA M. P. R. S. DI GEDUNG MERDEKA BANDUNG PADA HARI PAHLAWAN 10 NOPEMBER 1960 …………………………………………………………… Dan sebagai tiap-tiap rakyat yang menderita, maka rakyat Indonesia ingin melepaskan diri dari penderitaan itu. Dan dalam usaha untuk melepaskan diri daripada [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-presiden-soekarno-nawaksara/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO Presiden Soekarno &quot;Nawaksara&quot;</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;"><strong>AMANAT PRESIDEN SOEKARNO</strong></p>
<p style="text-align: justify;">PADA PEMBUKAAN SIDANG PERTAMA M. P. R. S.</p>
<p style="text-align: justify;">DI GEDUNG MERDEKA BANDUNG</p>
<p style="text-align: justify;">PADA HARI PAHLAWAN 10 NOPEMBER 1960</p>
<p style="text-align: justify;">.....................................................................</p>
<p style="text-align: justify;">
<a href="/wp-content/gallery/soekarno_1/soekarno-net_tonys-pct-55.jpg" title="" class="shutterset_singlepic1032" >
	<img class="ngg-singlepic ngg-left" src="/wp-content/gallery/cache/1032__320x240_soekarno-net_tonys-pct-55.jpg" alt="soekarno-net_tonys-pct-55" title="soekarno-net_tonys-pct-55" />
</a>
Dan sebagai tiap-tiap rakyat yang menderita, maka rakyat Indonesia ingin melepaskan diri dari penderitaan itu. Dan dalam usaha untuk melepaskan diri daripada penderitaan itu, sekali lagi rakyat Indonesia menyalankan penderitaan-penderitaan. Korbanan-korbanan yang amat pedih. Untuk mengakhiri penderitaan, rakyat Indonesia menjalankan penderitaan. Ini tampaknya adalah satu paradoks, tetapi paradoks sejarah, histrorical-paradoks. Penderitaan rakyat yang dilakukan oleh rakyat untuk melepaskan diri daripada penderitaan, sudah dikenal oleh kita semuanya. Dikenal olah kita semuanya dalam bentuk Pahlawan-pahlawan yang gugur, yang mereka itu arwahnya pada ini hari kita peringati.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-222"></span>Dan Pahlawan-pahlawan yang gugur ini bukan saja yang gugur sejak kita memasuki taraf physical revolution di dalam usaha kita untuk melepaskan diri kita daripada penderitaan, tetapi Pahlawan yang gugur, juga sebelum adanya physical revolution kita itu, Pahlawan yang gugur dalam abad ke-17, Pahlawan-pahlawan yang gugur dalam abad ke-18, pahlawan-pahlawan yang gugur dalam abad ke-19, Pahlawan yang yang gugur dalam apa yang kita namakan Gerakan Nasional, dan bukan saja pahlawan-pahlawan yang gugur, tetapi kita pada ini hari juga memperingati semua pahlawan-pahlawan yang telah menunjukkan kepahlawanannya diatas padang pelaksanaan Dharma Bhakti terhadap kepada Ibu Pertiwi.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan saja terbayang dihadapan mata khayal kita pahlawan-pahlawan dari Sultan Agung Hanyokrokusumo, atau pahlawan-pahlawan dari Untung Suropati, atau pahlawan-pahlawan dari Trunojoyo, atau pahlawan-pahlawan dari Sultan Hasanudin, atau pahlawan-pahlawan dari Trunojoyo, atau pahlawan-pahlawan dari Sultan Hasanudin, atau pahlawan-pahlawan dari Pangeran Diponegoro, atau pahlawan-pahlawan dari Teuku Cik Ditiro, atau Imam Bonjol, bukan hanya pahlawan-pahlawan itu yang gugur dimedan pertempuran atau tidak gugur dimedan pertempuran, tetapi juga pahlawan-pahlawan kita didalam Gerakan Nasional, yang mereka itu bernama dan kita beri nama Pahlawan, oleh karena mereka telah mempersembahkan Dharma Bhaktinya serta kobanannya yang pahit-pedih diatas Persada Ibu Pratiwi.</p>
<p style="text-align: justify;">Terbayang dimuka mata khayal kita, ratusan ribuan pemimpin-pemimpin kita daripada Gerakan Nasional itu, yang telah meringkuk didalam penjara. Terbayang dihadapan mata khayal kita, pemimpin-pemimpin kita yang menderita pahit pedih, di tempat-tempat pembuangan. Terbayang dimata khayal kita, pemimpin-pemimpin kita yang dengan wajah tersenyum menaiki tiang suspensi. Terbayang dimata chayal kita, pemimpin-pemimpin kita yang menadahi pelor dari squadron2 pendrelan2. Terbayang dimuka chayal kita, deritaan daripada rakyat kita yang untuk Perjuangan itu mengorbankan segala2nya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang mengorbankan suaminya, ada yang mengorbankan anaknya , ada yang mengorbankan harta-bendanya, ada yang mengorbankan isi-hati kecintaan mereka yang menjadi tiang dari jiwa mereka itu. Pendek kata mengorbankan segala-galanya, dan mereka ini Pahlawan pula.</p>
<p style="text-align: justify;">Jikalau Saudara-saudara membaca Undang2 Dasar 45 itu, nyata jelas bahwa semangat daripada Undang2 Dasar 45 ini adalah apa yang diamanatkan oleh Rakyat didalam ia punya penderitaan yang berwindu-windu, berabad-abad. Maka oleh karena itu ada baiknya barangkalil saya bacakan lebih dahulu Preambule daripada Undang2 Dasar itu:</p>
<p style="text-align: justify;">&quot;Bahwa sesunggunya Kemerdekaan itu ialah hak segala Bangsa, dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas<br />
dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Dan perjoangan pergerakan Kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang bahagia dengan aman-sentausa mengantarkan Rakyat Indonseia kedepan pintu gerbang Kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.Atas berkat Rahmat Tuhan yang Maha Kuasa, dan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas - maka Rakyat Indonesia mennyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian dari itu untuk membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia, yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh Tumpah Darah Indonsia, dan untuk memajukan keseyahteraan umum, mencerdaskan kehidupan Bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Indonesia itu dalam Undang2 Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam susunan negara Republik Indonesia<br />
yang berkedaulatan Rakyat, dengan berdasarkan kepada ke-Tuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebiyaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan serta dengan mewujudkan satu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.</p>
<p style="text-align: justify;">Preambule ini Saudara-saudara, saya ulangi lagi, mencerminkan dengan tegas dan jelas: Amanat Pendeitaan Rakyat. cerminkan dengan jelas didalam kata-pembukaan ini, tiga kerangka sebagai yang saya ucapkan dalam pidato saya 17 Agustus 1959, yang kemudian terkenal dengan kata pidato Manipol.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga kerangka, satu Negara Kesatuan, didalamnya satu masyarakat yang adil dan makmur, didalam rangkaian persahabatan dengan semua Bangsa didunia. Preambule ini Saudara-saudara, dibuat dan dirancangkan, kemudian disyahkan oleh pemimpin-pemimpin kita sebelum kita mengadakan Proklamasi 17 Agustus 1945. Apa sebab, kataku tadi, oleh karena pemimpin-pemimpin kita pada waktu itu semuanya merasa meng-emban Amanat Penderitaan Rakyat sehingga didalam Preambule ini dicerminkan olehnya apa yang diamanatkan oleh rakyat dengan deritaanya itu, kepada kita semua. Tiga kerangka ternyata tertulis didalamnya. Dan bukan saya tiga kerangka ini, sebagai Saudara-saudara pun telah mengetahui, didalam preambule ini telah tercermin pula Dasar dari Negara yang akan datang, dan yang kemudian datang, yaitu yang terkenal dengan nama Pancasila.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara, maka dengan Demikianlah Saudara-saudara sudah jelas, sebagai tadi saya katakan, pekerjaan Saudara-saudara adalah berat mulia,— tetapi sebenarnya tidak terlalu berat, dan mulia,— malahan saya minta kepada Saudara-saudara yang mulia tetapi tidak terlalu berat. Saya minta kepada Saudara-saudara janganlah bertele-tele, Saudara-saudara.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudara-saudara tahu bahwa Konstituante, yang bersidang digedung ini bertele-tele, sehingga achirnya saya bubarkan Konstituante itu. Tetapi Saudara-saudara kemudian didalam gedung ini pula Depernas bersidang dan Depernas menebus, Bagian menebus, yang jatuh ke tubuh bangsa Indonesia. Noda, oleh karena Bangsa Indonesia didalam Revolusi tidak bisa bertele-tele, padahal Konstituante bertele-tele, noda ini ditebus oleh Depernas, didalam waktu yang singkat Depernas telah menyusun ia punya pola. Oleh karena itu sebagai tadi saya nyatakana saluut kehormatan kepada Depernas umumnya, chususnya kepada Ketuanya, Profesor. Mr. Moh. Yamin.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingat Saudara-saudara,sebagai tadi saya katakann, Pembangunan Semesta harus lekas berjalan, garis besar haluan Negara harus lekas disyahkan atau diperkuat oleh Saudara-saudara. Kita sudah memiliki Negara lima belas tahun lamanya, Negara memerlukan tegas haluannya, Pembangunan membutuhkan tegas garis2 besarnya. Segala alat konstitusi yang tadi disebutkan oleh Saudara Ketua, baik M.P.R. maupun D.P.A., maupun Mandataris pada M.P.R. yang bernama Presiden, dengan ia punya pembantu2 pelaksanaan mandat dari MPR. itu, maupun Lembaituyang telah saya adakan yang bernama Depernas, semua Lembaga2 ini tak lain tak bukan, hanyalah alat-alat Revolusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun Lembaga2 ini dicantumkan didalam Undang2 Dasar 45, toh saya berkata Lembaga2 ini sekadar alat Revolusi, bahkan Undang2 Dasar 45 adalah alat Revolusi Saudara-saudara, bahkan Negara adalah alat<br />
Revolusi. Bahkan Negara adalah sekadar satu bagian saja daripada Amanat Penderitaan Rakyatm, Negara itu adalah satu alat melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat, yaitu suatu Masyarakat yang Adil dan Maknur, satu hidup Merdeka, satu hidup Internasional yang bersahabat dan damai dengan semua bangsa. Saudara-saudara adalah alat2 Revolusi dan janganlah Saudara-saudara bertele-tele, sebab sebagai tempo hari saya katakan kepada Konstituante, &quot;Dengan atau tanpa Konstituante&quot;,—dengan atau tanpa Konstituante, Revolusi berjalan terus,. Perkataan itu saya ulangi kepada Saudara-saudara, - &quot;Dengan atau tanpa M.P.R.S.&quot;,— dengan atau tanpa M.Revolusi berjalan terusan terus, Revolusi berjalan terus tanpa Presiden Soekarno. Revolusi berjalan terus tanpa Kabinet Kerja,— revolusi berjalan terus “met of zonder D.P.A.”— Revolusi berjalan terus “met of zonder D.P.R.G.R.— Revolusi berjalan terus “met of zonder M.P.R.S.”</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu saya minta kesadaran tentang hal ini kepada Saudara-saudara sekalian, garis besar saja Saudara tentukan, dan pekerjaan Saudara-saudara dipermudahdengan sudah adanya Manipol dan USDEK. Garis2 besar pembangunan Saudara tentukan, sudah ada Pola Depernas,-Mungkin sekali bahkan saya beri tambahan bahan pertimbangan,—tentukan sekedar garis2 besar saja didalam garis besar ini. Ada memang soal2 yang prinsipiil, misalnya dalam hal Pembangunan bagaimanakah sikap kita, terhadap kepada persoalan dan loan dari luar negeri, ini satu halyang prinsipiil, apakah kita membenarkan investement luar negeri dibumi Indonesia, atau kita sebagai sudah saya katakan prefeer loan diatas investement apakah pendirian M.P.R.S, tentang “yoint-Enterprise” ataukah tidak apakah M.P.R.S. akan mengatakan garis besar pembangunan harus dilaksanakan tanpa atau jikalau perlu “met yoint-enterprise” dengan modal asing, bagaimana pendirian MPRS terhadap kepada persoalan &quot;production sharing&quot;. &quot;Production sharing&quot; - bolehkah kita didalam usaha pembangunan kita menjalankan politik &quot;production sharing&quot; -, ini adalah hal garis besar dan pokok, konsertir Saudara punya pikiran sekadar atas hal2 yang demikian itu, dan tidak memasuki soal2 yang demikian yang jlimet, apalagi soal angka2 Saudara. sudah, perlu Saudara menarik besar angka2, tetapi jangan sampai jlimet2. Sebab angka2 itupun datangnya dari siapa, dari mana dari manusia pula. Dari pada orang2 yang bekerja disesuatu Biro, ia berkata bahwa angkanya buat itu sekian, angkanya buat itu sekian.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya minta Saudara-saudara jangan jlimet, tapi sebagaimana saya katakan kepada D.P.R. tempo hari, dan juga kepada Konstituante, tiap-tiap Dewan harus menginsyafi bahwa dia adalah alat Revolusi tiap-tiap Dewan janganlah menjadi tempat untuk berdebat saja, tiap-tiap Dewan janganlah menjadi tempat sekadar mengucapkan pidato2 saja, tetapi saya mengharapkan daripada Dewan Perwakilan Rakyat, daripada Dewan Perancang Nasional, dari Konstituante tempo hari, supaya Dewan2 ini adalah Dewan2 yang menelorkan konsepsi2. Konsepsi2 bagaimana kita bisa memenuhi Amanat Penderitaan Rakyat. yang diminta daripada Saudara-saudara, dus yang diminta juga dari M.P.R.S., adalah konepsi. Saya minta kepada Saudara-saudara dan demikian pula Undang2 Dasar 45 tidak minta kepada Saudara-saudara Kejlimetan, saya minta sekedar konsepsi. Undang2 Dasar 45 hanya meminta sekadar garis besar. Saya minta dus kepada Saudara-saudara individuil, supaya audara2 itu konseptor2, orang2 yang mengeluarkan cipta, orang2 yang mengeluarkan rencana baik politik maupun dilapangan pembangunan. Konseptor2 yang dikumpulkan didalam sidang besar yang bernama<br />
M.P.R.S.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini Saudara-saudara pekerjaan yang mulia, oleh karena memang tidak ada satu Bangsa baik menyelesaikan Revolusi tanpa konsepsi. Revolusi adalah realisasi daripada konsepsi. Dan tidakkah kita telah berulang2 berkata bahwa Revolusi kita belum selesai! Konsepsi masih diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Adakah diantara Saudara-saudara, seseorang yang berkata bahwa Revolusi kita sudah selesai, jikalau ada Saudara-saudara mengatakan bahwa Revolusi kita sudah selesai, taanya, tanya kepada Rakyat, sudahkah Revolusi kita selesai?</p>
<p style="text-align: justify;">tiap-tiap orang dikalangan Rakyat akan berkata, Revolusi kita belum selesai. Sebab apa yang diamanatkan oleh Rakyat didalam ia punya penderitaan yang sepedih-pedihnberabad-Abadabad, berpuluh-puluh tahun yalah belum terpenuhi.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena Amanat Penderitaan Rakyat ini belum terpenuhi, maka oleh karena itulah Rakyat berkata, Revolusi belum selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita masih didalam Revolusi, dan masih melanjutkan Revolusi, dan Revolusi ini adalah sebagai tadi saya katakan, satu paradox untuk melepaskan diri kita dari penderitaan, kita menjalankan penderitaanpenderitaan2-penderitaan. Untuk melepaskan kita daripada perbudakan, kita menjalankan perjoangan melawan<br />
perbudakan-perbudakan itu meskipun perjoangan itu minta penderitaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Barangkali Saudara-saudara ada orang yang berkata, kena apa ini, Presiden selalu mengayak pemimpin-pemimpin ber-Revolusi, ber-Revolusi, Re-Revolusi,— tidakkah sudah cukup penderitaan dalam Revolusi itu? Tidakkah cukup penderitaan, kena apa Presiden selalu menganjurkan teruskan Revolusi, teuskan Revolusi, teruskan Revolusi, padahal tiap-tiap manusia mengetahui bahwa Revolusi adalah penderitaan, adalah korban mana perlu, adalah pemereasan energi, dengan belum tentu saat itu telah tertebusnya janji daripada Revolusi itu?</p>
<p style="text-align: justify;">jikalau ada orang yang berkata demikian kepadaku, aku akan menjawab: ,, Selama belum da seorang Ibu datang kepada saya, bahwa ia menyalahkan saya. Bahwa puteranya menjalankan Revolusi, selama belum ada seorang Ibu menuduh kepada saya, bahwa saya membuatputeranya itu berjuang, berjuang, berjuang<br />
bahkan menderita, menderita menderita, bahkan berkorban, berkorban, berkorban, selama belum ada seoarang ibu yang berkata demikian kepada saya, saya akan tetap berkata: Revolusi Indonesia Belum selesai”.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan dalam hal itu saya ulangi lagi kepada Saudara-saudara, RevolRevolusi kita belum selesaidara-saudara adalah alat Revolusi, bekerjalah sebagai alat Revolusi, cekatan, gesit, cepat, oleh karena Rakyat menunggu-nunggu, Rakyat menunggu-nunggu akan salah satu hasil dari konstitusi Negara ini, yaitu M.P.R.S.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian Saudara-saudara, maka Amanat yang saya berikan ini, saya anggap sebagai peresmian, pembukaan, Sidang Pertama M.P.R.S.</p>
<p style="text-align: justify;">Moga-moga Tuhan selalu memberkati kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;">

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">Soekarno Online | DigiSoekarno onlinetheDigital Library Presiden pertama Indonesia /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-presiden-soekarno-nawaksara/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO Presiden Soekarno &quot;Nawaksara&quot;</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/amanat-presiden-soekarno-pembukaan-sidang-pertama-m-p-r-s/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Amanat dari Presiden Soekarno</title>
		<link>https://soekarno.net/id/amanat-dari-presiden-soekarno/</link>
		<comments>https://soekarno.net/id/amanat-dari-presiden-soekarno/#comments</comments>
		<pubdate>Wed, 02 Jan 2013 16:38:09 +0000</pubdate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berkas]]></category>
		<category><![CDATA[amanat]]></category>
		<category><![CDATA[arsip]]></category>
		<category><![CDATA[beijing]]></category>
		<category><![CDATA[porselen]]></category>
		<category><![CDATA[luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[soekarno]]></category>
		<category><![CDATA[tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>

		<guid ispermalink="false">https://soekarno.net/?p=219-id</guid>
		<description><![CDATA[Soekarno online &#124; Digital Library of the first President of Indonesia Koenjoengan Ambassador Tiongkok J.M. dr. Li Ti Chun merapatkan perhoeboengan antara Repoeblik Tiongkok dan Repoeblik Indonesia. Saja harap, dan akan beroesaha, soepaja perhoeboengan itoe menjadi makin rapat. Soekarno, Djokdjakarta, 16/11 &#8217;46 Samentara President Chiang Kai Shek toelis sendiri soerat hi-boeran bagi Hoakiauw jang dibawa [...]<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Spektakuler Presiden Soekarno</a></li></ul></div>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[
<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#000000">
<div align="center">Soekarno Online | Digital Library of the first President of Indonesia
</div>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-220" alt="Amanat-presiden-soekarno" src="/wp-content/uploads/2013/01/Amanat-presiden-soekarno.jpg" width="891" height="888" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Koenjoengan Duta Besar Tiongkok J.M. dr. Li Ti Chun merapatkan perhoeboengan antara Repoeblik Tiongkok dan Repoeblik Indonesia.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Saja harap, dan akan beroesaha, soepaja perhoeboengan itoe menjadi makin rapat.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Soekarno,</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Djokdjakarta, 16/11 '46</span></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: large;">Samentara President Chiang Kai Shek toelis sendiri soerat hi-boeran bagi Hoakiauw jang dibawa ka Indonesia oleh Doeta Isti-mewa Dr. Li Ti Tsun, Presiden Soekarno dengen toelisan tangan sendiri menoelis amanat di atas berhoeboeng sama kondjoeangannja Dr. Li. Amanat di atas ditoelis pada sasoedanja Presiden Soekarno dan Ambassador Li bertjakep-tjakep koerang lebih setengah djam lamanja.</span></p>
<p style="text-align: justify;">

<!-- SEO Ultimate (http://www.seodesignsolutions.com/wordpress-seo/) - Code Inserter module -->
<font color="#FFFFFF">
<div align="center">SoekarSoekarno onlineitaDigital Library Presiden pertama Indonesiav>
</font>
<!-- /SEO Ultimate -->

<div class="crp_related"><h3>Posting terkait:</h3><ul><li><a href="/amanat-p-j-m-presiden-panglima-tertinggi-abri-pemimpin-besar-revolusi-bung-karno/" rel="bookmark" class="crp_title">AMANAT P.J.M. PRESIDEN/ PANGLIMA TERTINGGI ABRI PEMIMPIN&hellip;</a></li><li><a href="/penutupan-kongres-nasional-partai-komunis-indonesia-pki/" rel="bookmark" class="crp_title">Penutupan Kongres Nasional Partai Komunis Indonesia (PKI)</a></li><li><a href="/pidato-tertulis-pym-presiden-soekarno-pada-konferensi-besar-gerakan-mahasiswa-nasional-indonesia-gmni-di-kaliurang-jogjakarta-17-februari-1959/" rel="bookmark" class="crp_title">PIDATO TERTULIS PYM PRESIDEN SOEKARNO PADA KONFERENSI BESAR&hellip;</a></li><li><a href="/pidato-ganyang-malaysia/" rel="bookmark" class="crp_title">Jadi, hanya Pidato Malaysia</a></li><li><a href="/pidato-spektakuler-presiden-soekarno/" rel="bookmark" class="crp_title">Pidato Spektakuler Presiden Soekarno</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentrss>https://soekarno.net/id/amanat-dari-presiden-soekarno/feed/</wfw:commentrss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
